Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Pertandingan Membuat Pil


__ADS_3

Lingling mengepalkan tangannya tidak sabar ingin menghajar pelayan sialan yang berani memfitnahnya, orang seperti itu bahkan jika dibunuh tidak akan merugikan siapapun pikir Lingling sambil mengepalkan tangannya.


"Tunggu apa lagi hajar dia," teriak pelayan sambil tersenyum.


"Ayo hajar bersama," sahut warga lainnya.


Lingling mengernyitkan dahinya, sepertinya tidak hanya pelayan sialan itu yang harus diberi pelajaran mereka semua juga sama harus diberi pelajaran agar tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.


Belasan warga berlari ke arah Lingling membawa peralatan masak beberapa juga bahkan membawa ember penimba air sumur, tanpa mengetahui seberapa kuatnya lawan mereka menyerang secara bersamaan.


"Kalian yang memaksaku, aku hanya membela diri," ucap Lingling.


Braaaaaaaaaaaaak.


Lingling menendang dengan keras warga yang menyerangnya, walau begitu Lingling sengaja tidak menggunakan kekuatannya saat menendang warga yang lemah karena tidak ingin ada yang mati.


"Bangun kalian semua, kalian tidak tahu apa yang terjadi tapi berani menyerang ku, sini akan aku hajar kalian!" teriak Lingling.


Warga yang menyerang Lingling langsung berlari pergi, mereka tidak menyangka wanita muda yang akan mereka hajar ternyata bisa bela diri bahkan bisa mengalahkan mereka tanpa menggunakan pedang yang dibawanya.


Lingling langsung mencari pelayan penjual bahan obat yang berani menuduhnya mencuri, Lingling ingin bertanya padanya matanya yang mana yang melihatnya mencuri.


"Wanita itu Tuan hnya karena tidak mampu membeli bahan dia memukuli warga, aku melihatnya sendiri," ucap pelayan itu yang datang bersama pria berambut putih.


"Anak muda kamu tidak boleh seperti itu, jika tidak mampu jangan memaksa orang lain," ucap pria tua sambil menatap Lingling.


"Pelayan sialan itu benar-benar cari mati, ingin sekali aku hancurkan sampai ke tulangnya," ucap Lingling semakin marah besar.


"Tenang dulu, pria itu jauh lebih kuat darimu hanya dengan satu pukulan kamu bisa saja mati," sahut Sai.


"Apa aku harus diam saja dan mengaku bersalah, sayang sekali aku tidak akan melakukannya," ucap Lingling.


"Katakan saja yang sebenarnya," sahut Sai.


"Dia pasti merasa bersalah Tuan sampai terdiam seperti itu, Tuan harus memberinya pelajaran," ucap pelayan dengan suara setengah berteriak.


"Hahahahaha," Lingling yang mendengarnya tertawa sangat keras.


Tanpa bicara Lingling mengeluarkan kantong berisi kepingan emas pemberian Pangeran Yan mengangkatnya tinggi-tinggi, mata pelayan itu seketika terbelalak karena terkejut.


"Siapa bilang aku tidak mampu membelinya, dia sengaja menaikan semua harga bahan yang ingin aku beli, setelah aku memutuskan untuk tidak jadi membeli dia malah menuduhku dengan berteriak aku pencuri," ucap Lingling.


Pria tua berambut putih menatap pelayannya yang hanya menundukkan kepala, pria tua itu sadar ternyata pelayannya yang berbohong padanya, walau begitu jika dirinya mengaku salah mau ditaruh dimana harga dirinya.


"Begini saja anak muda, semua bahan obat yang kamu butuhkan akan aku berikan secara percuma tapi dengan satu syarat," ucap pria tua itu sambil berjalan menghampiri Lingling.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku tidak membutuhkannya, masih banyak tempat penjualan bahan obat selain disini," sahut Lingling.


"Aku akan menambahkan token alchemist untukmu dan 50 keping emas, bagaimana," ucap pria tua itu sambil tersenyum di depan Lingling senyumnya yang penuh siasat membuat Lingling menggeretakan giginya.


"Terima saja, semua itu menguntungkan mu," ucap Naga kedua.


"Baiklah aku setuju, apa syaratnya," sahut Lingling yang sebenarnya merasa sangat terpaksa.


"Namaku Hus, karena aku alchemist tentu saja syaratnya membuat pil," ucap Hus sang pemilik tempat penjualan bahan obat.


Lingling terdiam sejenak mencoba berpikir, sebelumnya Lingling membeli bahan untuk berlatih, dirinya yang sekarang sama sekali tidak bisa membuat pil.


"Kali ini aku akan membantumu, tapi berjanjilah kamu harus mengingat semua teknik yang kamu gunakan karena aku tidak akan menjelaskannya lagi," ucap Naga kedua.


"Apa kamu akan mengambil alih tubuhku?" tanya Lingling.


"Aku bukan pertama yang suka mengambil alih tubuh manusia, aku akan membantumu mengatur takaran bahan dan bahan yang kamu gunakan," sahut Naga kedua.


Hem...


"Baiklah, aku menerimanya, kapan kita akan memulainya?" ucap Lingling yang menganggukkan kepalanya


"Besok pagi ditempat ini," sahut Hus.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang jangan sampai kecewa jika besok perwakilan anda kalah," teriak Lingling sambil berjalan pergi.


***


Keesokan harinya di tempat yang sama semua warga kembali berkumpul, Tus yang sudah menyiapkan semuanya berdiri diantara Lingling dan muridnya yang akan menjadi perwakilannya.


"Peraturannya hanya satu siapa yang berhasil membuat pil lebih bagus yang akan menjadi pemenangnya," ucap Hus.


Lingling tersenyum dirinya percaya Naga kedua yang akan membantunya tidak akan mengecewakannya.


"Tidak masalah," sahut Lingling.


Lingling langsung mengeluarkan tungku dua jari dari dalam tas penyimpanannya. Hus yang melihat Lingling mengeluarkan tungku dua jari merasa terkejut, tungku dua jari termasuk barang langka bagaimana bisa wanita semuda Lingling memilikinya.


"Pertandingan membuat pil dimulai," ucap Hus.


Murid Hus langsung mengambil bahan yang sudah dihafalnya dan memasukannya ke dalam tungku pil, Api semut yang dipinjamkan sang Guru langsung di arahkan nya ke tungku.


Di sisi lain warga merasa heran dengan Lingling yang hanya memperhatikan bahan di depannya, warga bahkan Hus sendiri tidak tahu kenapa Lingling memperhatikan bahan obat sambil mentakar sebelum memasukannya ke tungku.


"Walau anak itu punya tungku dua jari tetap saja dia masih pemula, dia tidak akan menang melawan murid ku," dalam hati Hus.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menghafal semua bahan itu dan takarannya?" tanya Naga kedua.


"Sudah, sekarang apa selanjutnya?" tanya Lingling balik.


"Kontrol airmu untuk mengambil bahan obat tadi, dan lempar api mu," ucap Naga kedua.


"Aku belum pernah mengambil sesuatu seperti itu," sahut Lingling.


"Aku yakin kamu bisa, lakukan secepat mungkin sebelum energi mu terkuras habis," ucap Naga kedua.


"Baiklah, karena kamu mempercayaiku, aku tidak akan mengecewakan mu," sahut Lingling penuh semangat.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss.


Whuuuuuuuuuuuuuuuusssssss.


Blooooooooooooom.


Lingling menggerakkan unsur air mengambil bahan dan memasukannya ke tungku dengan sangat cepat, tepat setelah semua bahan masuk ke dalam tungku Lingling langsung merubah airnya berganti api dan langsung melemparkannya ke tungku.


Semua yang melihat Lingling benar benar merasa takjub padanya, baru kali ini mereka melihat cara membuat pil seperti itu yang unik.


"Itu Teknik dasar yang sudah lama hilang, siapa sebenarnya anak muda ini," ucap Hus terkejut melihat cara Aying.


Tidak beberapa lama kemudian kedua pil telah jadi, murid Hus mengeluarkan pil nya dari dalam tungku dan memberikannya dengan tangan ke Gurunya.


"Pil penambah energi tingkat jadi, bagus murid ku kamu tidak mengecewakanku," ucap Hus.


"Pil milikku tidak mungkin pil rusak, kalau sampai pil rusak aku bisa kalah," ucap Lingling.


"Tidak perlu cemas, aku yang menjadi Gurumu tidak mungkin kamu kalah," sahut Naga kedua.


"Tunggu apa lagi keluarkan pil milikmu wanita muda," ucap Hus.


"Heeeeeh," sahut Lingling menyunggingkan bibirnya.


Wheeeeeeeeeeesssssssss.


Lingling menggunakan energinya yang tersisa membentuk angin dan mengeluarkannya dari tungku, Lingling juga memberikannya dengan cepat menggunakan anginnya ke Hus.


"Masih mau pamer, padahal energinya sudah terkuras banyak," dalam hati Hus sambil menggenggam pil Lingling.


"Bagaimana?" tanya Lingling dengan penuh semangat.


"Ini, bagaimana mungkin," ucap Hus, matanya melotot tidak percaya pil yang di buat Lingling bukan pil rusak bukan juga pil jadi tapi pil murni.

__ADS_1


"Pil penambah energi tingkat murni," sambung Hus.


__ADS_2