Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Utusan Raja Dunia Bawah


__ADS_3

Delapan jam berlalu begitu cepat untuk Lingling yang hanya tertidur di dalam kamar, Lingling yang masih beristirahat di sebuah kamar bisa mendengar suara berisik dari luar, belum sempat Lingling berdiri Cixi membuka pintu kamar dan berjalan ke arahnya.


"Kapal sudah bersandar, kita berada di pelabuhan Kota Yugan," ucap Cixi.


Mendengar apa yang dikatakan Cixi Lingling hanya menganggukkan kepala dan bergegas bangkit berdiri, karena kapal sudah bersandar sudah waktunya dirinya untuk kembali melanjutkan perjalanannya.


"Kita impas, aku tidak merasa berhutang budi padamu," ucap Lingling sambil berjalan keluar.


Pelayan Cixi yang menunggu di luar bergegas masuk setelah melihat Lingling keluar kamar, Pelayan Cixi merasa kesal mendengar perkataan Lingling yang seolah majikannya meminta dirinya membalas budi padanya.


"Nona tidak perlu memikirkannya, ayo kita turun, aku melihat para pengawal sudah menunggu di bawah," ucap pelayan Cixi.


"Baiklah, Ayo kita turun juga," sahut Cixi dengan suara pelan.


Setelah turun dari kapal Cixi berdiri di samping kereta kuda yang sudah menunggunya, Cixi menatap ke arah Lingling yang berjalan menjauh ke arah kota tempat keluarganya tinggal.


Lingling yang berjalan mengikuti langkah kakinya tiba-tiba menghentikan langkahnya, tanpa banyak bicara Lingling langsung menutup matanya mencoba mendengarkan suara yang ada disekitarnya.


"Ternyata benar ada yang mengikuti ku setelah aku turun dari kapal," ucap Lingling sambil kembali berjalan pergi.


"Lebih tepatnya yang mengikuti mu bukan manusia biasa, dia utusan dari Raja dunia bawah," sahut Sai.


Lingling terus berjalan sambil memperhatikan sekelilingnya yang terlihat sangat ramai, saat ini Lingling tahu dirinya tinggal menunggu serangan datang padanya, di tempat ramai seperti itu akan memakan banyak nyawa jika dirinya tidak mencari tempat lain.


"Enammeter sebelah kiri ada jalan kecil yang jarang dilewati orang, kalau kamu benar-benar mau melawannya lebih baik pergi ke sana saja," ucap Naga kedua.


"Baiklah," sahut Lingling yang langsung berlari.


Lingling menghentikan langkahnya ditempat yang dikatakan Naga kedua, tempatnya memang sepi cocok untuk bertarung walaupun dirinya tidak tahu sehebat apa orang yang menjadi lawannya.


"Keluarlah jangan hanya bisa bersembunyi," ucap Lingling.


"Heeeee, ketahuan ternyata," sahut utusan Raja dunia bawah yang langsung keluar dari tempat perssmbunyiannya.


Lingling hanya terdiam sambil menatap sosok bertubuh mungil berwarna hitam yang tidak jauh darinya, Lingling memperkirakan makhluk di depannya mungkin seumuran dengannya.


"Kamu utusan Raja dunia bawah bukan," ucap Lingling.


"Aku tidak menyangka kamu mengetahuinya, sebenarnya kamu mengetahuinya atau tidak itu tidak penting, karena aku mendapat perintah untuk membunuhmu," sahut utusan Raja dunia bawah.


"Aku juga tahu itu, lalu kenapa kamu hanya diam," ucap Lingling mencoba tetap tenang.

__ADS_1


"Benar juga, lebih baik kalau ku selesaikan secepatnya, dengan begitu aku bisa mendapatkan hadiahku," sahut utusan Raja dunia bawah yang tersenyum sambil menatap Lingling.


"Aku tidak akan membuang waktu lagi," sambung utusan Raja dunia bawah yang langsung menyerang Lingling.


Wheeeeeessssss.


Tangan hitam yang transparan berkuku tajam mengarah ke Lingling dengan cepat, Lingling yang dari awal sengaja ingin memancing emosi musuh langsung menghindar, tepat setelah serangan musuh tidak mengenainya Lingling bergerak cepat membalikan serangan.


"Ini tidak mungkin," ucap Lingling yang terlihat kebingungan, bagaimana mungkin pukulannya tembus begitu saja melewati musuh.


"Tidak perlu terkejut, utusan Raja Dunia bawah bisa membuat tubuhnya tembus pandang sesuai keinginannya," ucap Sai.


"Sial, kalau begitu aku tidak akan bisa membunuhnya," sahut Lingling.


"Membuat tubuh tembus pandang memiliki jangka waktu untuk mereka yang tidak seberapa kuat, kamu hanya harus mengulur waktu dan menyerangnya secepat mungkin," ucap Sai.


Whuuuuuussssssss.


Brrrrrrruuuuuaaakkkkk.


Satu serangan jarak jauh membuat Lingling terlempar ke belakang, keraguan Lingling karena merasa terkejut membuat musuh mengambil kesempatan menyerangnya.


"Apa kamu tidak diajari kalau bertarung jangan sampai terdiam di depan musuh," ucap utusan Raja Dunia bawah sambil tersenyum.


"Sialan, mau kamu utusan dunia bawah atau dewa sekalipun aku tidak akan membiarkanmu tetap hidup," teriak Lingling yang langsung berlari menyerang.


Brrrrrrruuuuuaaakkkk.


Lingling kembali terlempar lebih jauh, belum dirinya sampai menyerang serangan dengan cepat mengarah padanya lagi


"Sudahlah, lebih baik kamu mati saja dengan tenang dan cepat," ucap utusan Raja dunia bawah.


"Serangannya sangat cepat, aku tidak bisa mendekatinya sama sekali," dalam hati Lingling kembali bangkit berdiri dan tidak berniat menyerah.


"Cih, hanya begini saja dia tidak bisa mengalahkannya, aku menyesal mengikutinya tahu begitu aku tetap saja berada di laut kematian," ucap Naga Ketiga.


Sai dan Naga Kedua hanya diam, saat ini Lingling memang bukan lawan utusan Raja dunia bawah wajar saja dia kalah, tapi mereka yakin Lingling pasti bisa mengalahkannya.


"Hei mau aku bantu," ucap Sai.


"Tidak perlu, aku tidak selemah yang kalian pikirkan," sahut Lingling memutar kepalanya.

__ADS_1


"Pantang menyerah yah, kali ini aku akan benar-benar membunuhmu terimalah kematian mu," teriak utusan Raja dunia bawah.


"Aku tidak akan mati," sahut Lingling.


Lingling berlari ke arah utusan Raja dunia bawah sambil tersenyum.


Wheeeeeeeeeeesssssssss.


Wheeeeeeeeeeeeeessssssss.


Serangan musuh berhasil dihadang Lingling dengan pelindung air yang di buat dari energinya, setelah merasa cukup dekat dari musuh Lingling langsung mengarahkan pil pelemah kekuatan ke mulut musuh menggunakan angin dengan sangat cepat.


Uhuk uhuk.


"Apa yang baru saja masuk ke tenggorokan ku" ucap utusan dunia bawah yang tersedak pil Lingling.


"Heeeh, aku tahu saat ini aku bukan lawan mu tapi dengan pil yang kamu telan aku menjadi jauh lebih tenang sekarang," sahut Lingling menyunggingkan bibirnya penuh kepuasan.


"Sialan, aku tidak terima, matilah kau," teriak utusan Raja dunia bawah.


Utusan dunia bawah yang berpindah ke arah Lingling langsung mengayunkan tangannya.


"Hanya begini ingin membunuhku jangan bermimpi," sahut Lingling yang menghindar dengan sangat cepat.


"Kita akhiri sekarang," sambung Lingling sambil mengayunkan pedangnya.


Wheeeeeeeeesssssssss.


"Kamu pasti akan menyesal sudah membunuhku," teriak utusan dunia bawah sebelum pedang Lingling mengenai tubuhnya.


Lingling langsung terduduk lemas sambil memegangi pedangnya yang menancap di tanah, terkena serangan berturut-turut dan mengeluarkan energinya yang tersisa membuat Lingling tidak kuat lagi berdiri.


Klotak klotak klotak.


Suara roda kereta kuda yang semakin mendekat sama sekali tidak mengejutkan Lingling tidak tahu kenapa dari awal sebelum bertarung Lingling bisa menebak seseorang akan datang padanya.


"Nona lihatlah, wanita yang menyelamatkan mu waktu itu sepertinya habis bertarung," ucap pelayan Cixi sambil menunjuk dari dalam kereta kuda.


"Berhenti," teriak Cixi, Cixi langsung turun dari kereta kudanya dan berjalan menghampiri Lingling.


"Ikutlah denganku," ucap Cixi sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku bisa sendiri, jangan menghiraukanku," sahut Lingling


__ADS_2