Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Pencari Masalah


__ADS_3

Suasana menjadi hening Lingling menatap pria Elf di depannya yang sedang menundukkan kepalanya, Lingling bisa melihat ekspresi kesal marah dan benci menjadi satu di wajahnya.


"Aku selesaikan saja dengan cepat," gumam Lingling sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu tahu apa alasan aku membeli mu?" tanya Linglimg yang langsung duduk di samping pria Elf.


"Sudah aku bilang semua manusia sama saja, kamu pasti akan memanfaatkan ku untuk kepentingan pribadimu, aku tegaskan sekali lagi Aku tidak mau menjadi budak nafsu mu," sahut pria Elf.


"Salah dan walau kamu tampan aku tidak tertarik sama sekali pada mu, sebenarnya aku hanya ingin membebaskan mu, kalau hanya untuk memanfaatkan bangsa Elf aku pasti akan memanfaatkan Ibumu sang Ratu Elf," ucap Lingling.


Pria Elf menatap Lingling kebingungan, apa mungkin manusia di sampingnya itu sudah bertemu dengan ibunya tapi ibunya sudah cukup lama ditangkap oleh manusia dan dirinya sendiri serta Ras Elf lainnya sama sekali tidak mengetahui di mana keberadaannya.


"Ibuku, apa kamu sudah bertemu dengannya? bagaimana keadaannya?" tanya pria Elf.


"Keadaannya sangat menyedihkan," sahut Lingling menggelengkan kepalanya lagi.


"Ibu maafkan aku, aku tidak bisa menemui mu," ucap pria Elf sambil meneteskan air mata.


"Aku belum selesai bicara, keadaan Ibumu memang menyedihkan saat berada di perguruan racun hitam tapi kamu tenang saja mungkin saat ini Ibumu sudah kembali," sahut Lingling yang langsung melepaskan tali di tangan pria Elf.


"Sekarang kembalilah pulang, kamu harus membantu Ibumu mengembalikan bangsa Elf seperti sebelumnya," sambung Lingling.


"Kamu benar-benar ingin melepaskan ku?" tanya pria Elf tidak percaya.


Lingling tidak menjawab pertanyaannya dan hanya menganggukkan kepalanya, menganggukkan kepalanya saja sudah cukup membuat pria Elf mengerti kalau Lingling serius melepaskannya.


"Aku berterima kasih padamu, namaku Yil maaf aku salah sangka padamu, aku pergi sekarang," ucap pria Elf.


"Semoga kita bisa bertemu lagi, dan saat kita bertemu lagi aku akan memberikanmu sesuatu sebagai ucapan terima kasih," sambung pria Elf sebelum menghilang.


"Aku jadi terharu, setelah menyelamatkan Ibunya kamu juga menyelamatkan Anaknya, kamu benar-benar baik hati," ucap Sai.


"Baik? sejak kapan aku mendengar pujian itu.


Pembunuh bayaran seperti ku tidak pantas di sebut baik," dalam hati Long Xu.


Tok tok tok.


"Masuklah Pangeran Yan," ucap Lingling yang menyadari dari awal Pangeran Yan berdiri di depan pintunya.


"Aku mau masuk dari tadi, tapi pembicaraan serius kalian membuatku menjadi tidak enak hati untuk mengganggu," sahut Pangeran Yan.


"Tidak masalah," ucap Lingling santai.


"Aku kemari ingin bertanya tentang tungku itu dan pria Elf yang saudari Lingling bebaskan," sahut Pangeran Yan.

__ADS_1


"Kalau tentang tungku ini aku baru saja ingin belajar membuat pil jadi aku sangat membutuhkannya, sedangkan tentang pria Elf itu sepertinya tidak perlu aku jelaskan Pangeran sudah mendengar semuanya," ucap Lingling menjelaskan.


"Seperti itu ternyata," sahut Pangeran Yan sambil menganggukkan kepala.


"Pangeran aku ingin bertanya sesuatu," ucap Lingling.


"Tanyakan saja saudari Lingling sahut Pangeran Yan yang wajahnya memerah mengira Lingling ingin bertanya tentang perasaannya.


"Apa Pangeran pernah mendengar tentang Naga?" tanya Lingling menghancurkan bayangan pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Pernah, ada apa?" tanya Pangeran Yan balik.


"Jangan beritahu tujuanmu, ataupun tentang kami," sahut Naga kedua.


Pangeran Yan menatap Lingling yang terdiam, Pangeran Yan menjadi sangat penasaran kenapa Lingling bertanya tentang Naga padanya.


"Sebenarnya aku pernah mendengar di dalam Laut ada seekor Naga berwarna putih, dari yang aku dengar Naga itu sangat kejam dia suka menghancurkan kapal dan memakan manusia yang terjatuh ke laut mereka menyebutnya naga air," ucap Pangeran Yan.


"Laut mana?" sahut Lingling cepat karena merasa penasaran.


"Laut mati" ucap Pangeran Yan.


"Memangnya kenapa saudari Lingling bertanya tentang Naga? tidak mungkin saudari Lingling adalah pembasmi Naga bukan," sambung Pangeran Yan.


"Baguslah kalau begitu, aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada saudari Lingling," ucap Pangeran Yan wajahnya kembali memerah.


"Sepertinya aku harus pergi sekarang, maaf telah merepotkan Pangeran beberapa hari ini," ucap Lingling tidak peduli dengan Pangeran Yan termasuk yang dirasakannya.


"Ayah dan Ibuku masih belum pulang mengurus perdamaian, setelah beliau kembali beliau akan memberikan hadiah," sahut Pangeran Yan.


"Sepertinya itu tidak perlu, aku pergi dulu," ucap Lingling sambil berjalan pergi.


"Tunggu saudari Lingling ambillah ini," sahut Pangeran Yan memberikan sekantong keping emas.


"Anggap saja sebagai tanda terima kasih," sambung Pangeran Yan.


"Aku akan menerimanya, suatu hari nanti jika aku ada kesempatan aku akan kembali menemui mu," ucap Lingling sambil berjalan pergi.


"Aku akan menunggumu saudari Lingling tapi sebelum itu aku harus menjadi jauh lebih kuat sebelum bertemu kembali denganmu," sahut Pangeran Yan dengan suara pelan.


Karena dengan dirimu menjadi sangat kuat dan lebih kuat dari Lingling dirinya pantas untuk bersama dengannya, kalau perlu dipertemuan nanti dirinya harus sudah menjadi raja menggantikan ayahnya.


Lingling berjalan keluar Istana sambil tersenyum, betapa beruntungnya dia setelah diberi batu jiwa tingkat tinggi dan tungku, sekarang masih dikasih sekantong keping emas.


"Kamu sudah memiliki tungku, sekarang waktunya kamu belajar membuat pil tingkat awal," ucap Naga kedua.

__ADS_1


"Pil tingkat awal apa bisa menambah kekuatanku?" sahut Lingling.


"Jangan terlalu serakah kamu baru saja menerobos tingkat, ingin menjadi kuat boleh saja tapi jika seperti itu tubuhmu bisa hancur dan kamu menjadi tidak berguna," ucap Sai.


"Cih, memang apa salahnya ini menjadi lebih kuat dan bertambah kuat," sahut Lingling.


"Pil tingkat awal itu dibagi 3 jenis, pil rusak yang memiliki kualitas rendah, pil jadi memiliki kualitas menengah dan pil murni tentu saja memiliki tingkat tinggi," sahut Naga kedua.


"Tapi untuk pemula sepertimu bisa membuat pil rusak saja sudah bagus," sambung Naga kedua.


"Bagaimana dengan bahannya?" tanya Lingling.


"Bukannya kamu ada emas pemberian Pangeran tadi, kamu belikan saja untuk bahan pembuat pil," ucap Naga kedua dengan santai.


"Yang benar saja, aku kira aku bisa mendapatkan bahannya dengan percuma," sahut Lingling.


"Sudah cepat pergi beli bahannya sekarang" ucap Naga kedua.


"Ahhhhh, sayang sekali keping emas sebanyak ini tidak bisa kubelikan makanan, semoga saja masih ada sisa," dalam hati Lingling membuat ekspresinya seperti bersedih.


Lingling yang masih berada disalah satu kota wilayah kerajaan Gan bergegas menuju tempat penjualan bahan obat, Setelah sampai ditempat penjualan bahan obat Lingling langsung masuk ke dalamnya, Lingling menyebutkan satu persatu bahan obat yang diucapkan Naga kedua tanpa ada satupun yang tertinggal.


"Semua 70 keping emas," ucap pelayan sambil tersenyum.


"Apa!" sahut Lingling terkejut, walau banyak yang dibelinya tidak mungkin sampai semahal itu.


"Kalau tidak punya uang pergi saja sana, wanita miskin mau membeli di tempat mewah ku," ucap pelayan sambil mengibaskan tangannya mengusir Lingling.


"Beraninya dia mengusirku seperti itu," ucap Lingling yang langsung mengepalkan tangannya.


"Tenanglah, sepertinya dia memang sengaja mencari masalah," sahut Naga kedua.


"Kalau begitu pergi saja, ini masih wilayah kerajaan Gan jangan membuat masalah baru," ucap Sai.


"Baiklah," sahut Lingling yang langsung memutar badannya bersiap pergi.


"Pencuri, pencuri."


"Di mana pencurinya, berani sekali mencuri di sini kita hajar saja dia," sahut para warga.


Pelayan penjual tersenyum melihat warga yang mulai berdatangan, sambil berpura-pura terlihat panik pelayan penjual bahan obat terus menunjuk ke arah Lingling yang terlihat kebingungan.


"Dia pencurinya," teriak pelayan penjual bahan obat.


Long Xu yang dari awal sudah kesal langsung menghentikan langkahnya, sebenarnya apa maunya pelayan itu kenapa mencari masalah dengannya, berani sekali memfitnah dirinya apa pelayan sialan itu tidak tau fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

__ADS_1


__ADS_2