Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Black Racun 2


__ADS_3

Lingling menyeringai sambil memegang erat pedangnya, Lingling sudah tidak sabar ingin menghabisi murid perguruan black racun yang berlagak ingin melawannya.


"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan pedang itu, ternyata itu pedang sayap Naga," ucap Naga kedua.


"Aku kira kamu sudah mengetahuinya sejak pertama bertemu," sahut Sai.


"Kalian mau maju, atau aku yang maju," ucap Lingling.


"Heeeeh, memangnya kalau kamu yang maju kamu bisa menang melawan kita," sahut salah satu murid dengan sombongnya.


"Kalau belum dicoba mana tau!" Teriak Lingling yang langsung berlari sambil mengayunkan pedangnya.


"Arrrrrrrrkkkkkhhhhh, kamu membunuh teman kami," teriak beberapa murid serentak.


"Tenang saja kalian juga akan menyusul mereka," sahut Lingling menyeringai sambil mengayunkan pedangnya..


Lingling menjilati pedangnya yang berlumuran darah, Lingling menatap potongan tubuh murid yang tersisa di depannya, gerbang perguruan black racun dibanjiri darah segar murid sendiri.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ketua Angi.


Ketua Angi tidak percaya 10 muridnya mati begitu saja di tangan Lingling, padahal yang dikirimnya bukan murid murid lemah perguruannya.


"Sambutan untukku tidak meriah sama sekali," sahut Lingling santai sambil menyibakkan rambutnya.


"Masih bisa kamu berbicara seperti itu setelah membunuh murid ku, aku akan memberikanmu pelajaran setelah mengetahui apa yang membuatmu kebal terhadap racun percayalah pelajaran yang akan kuberikan tidak akan pernah kamu lupakan," ucap Ketua Angi.


"Kalian kurung dia," teriak Ketua Angi memerintah beberapa muridnya.


Lingling mengikuti murid ketua Angi dengan patuh, tak lupa dengan tujuannya Lingling yang berjalan memasuki perguruan black racun diam-diam memperhatikan sekelilingnya.


"Ada apa ini."


Suara seseorang menghentikan Ketua Angi dan beberapa muridnya, dari kejauhan seorang pria lebih tua dari Ketua Angi berjalan ke arah Lingling.


"Ketua Utama dia membunuh 11 murid kita, aku berniat menghukumnya," ucap Ketua Angi.


"Apa! beraninya orang luar membunuh murid perguruan black racun ku,"teriak Ketua Utama yang terlihat sangat marah.


"Aku tidak peduli alasannya, aku mau dia dimasukan ke dalam ruangan beracun tingkat tinggi," sambung Ketua Utama yang langsung berjalan pergi.


"Heeeeh, ternyata nasibmu lebih sial dari yang ku perkirakan, selamat menikmati sisa-sisa hidupmu," ucap Ketua Angi meminta muridnya kembali berjalan.


Braaaaaaaaaaaaak.


Lingling di dorong memasuki sebuah ruangan dan langsung dikunci, Lingling kembali berdiri dan berjalan ke tempat tidur yang ada di depannya dengan santai, asap beracun yang memenuhi ruangan sama sekali tidak membuat Lingling keracunan.


"Aku curiga pria tua tadi tau apa tujuanmu," ucap Sai.


"Mungkin saja," sahut Lingling.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Sai.


"Aku harus tau di mana tempat Ratu Elf itu dikurung, setelah itu aku baru bisa memutuskan apa yang akan kulakukan selanjutnya," ucap Lingling.


Sambil berpikir Lingling menutup matanya, Lingling yang mendengar suara bisikan kembali membuka matanya dan langsung berdiri.


"Kamu kenapa?" tanya Sai.

__ADS_1


"Suara wanita berbisik di telingaku," ucap Lingling.


"Apa katanya?" tanya Naga kedua yang ikut penasaran.


"Gudang belakang perguruan racun hitam," sahut Lingling.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, kamu harus bergerak sekarang," ucap Sai.


"Tidak bisa ini masih sore, mudah untuk mereka menangkap ku kembali," sahut Lingling.


***


Setelah menunggu cukup lama Lingling memasang telinganya mendekatkannya ke dinding, Lingling yang tidak lagi mendengar suara apapun tersenyum sendiri dan bergegas ke arah pintu.


"Seharusnya aku bisa membuka pintu ini, tapi kenapa pintu ini tidak bisa terbuka," ucap Lingling.


"Tentu saja tidak bisa terbuka, pintu itu dipasang pelindung tapi kamu tenang saja aku akan memberitahumu salah satu mantra pelepas pelindung," sahut Naga kedua.


"Bagaimananya mantra nya?" tanya Lingling.


"Dengarkan baik-baik dan ulangi, jangan sampai ada satu kata yang salah," ucap Naga kedua.


"Aku mengerti," sahut Lingling fokus mendengarkan dengan serius.


Lingling mencoba mengulangi mantra di dalam hati, setelah yakin tidak ada yang tertinggal saat menghafal mantra dari Naga kedua Lingling bersiap membacanya.


"Sang penguasa mantra penguasa mantra semesta, 100 macam mantra dengan ini takluk lah padaku," ucap Lingling.


Krieeeet.


"Sepertinya itu tempatnya," ucap Lingoing yang berdiri tidak jauh dari gudang tanpa penjaga.


"Tempat itu pelindungnya bahkan lebih besar dari tempatmu dikurung tadi," sahut Naga kedua.


"Jadi bagaimana apa bisa aku masuk ke sana?" tanya Lingling.


"Tentu saja bisa tapi kamu harus terus mengulang mantra itu tanpa henti sampai pelindung itu hancur," sahut Naga kedua.


"Baiklah itu mudah."


Blaaaaaaaaaam.


Melihat pelindung gudang yang hancur Lingling langsung berjalan mendekati gudang, tanpa ragu Lingling membuka gudang di depannya dan menggunakan api dari energinya untuk jadi penerang.


Mata Lingling menatap tak percaya apa yang dilihatnya, Lingling terus menatap sosok yang sama seperti Alang namun wanita dengan telinga runcing dirantai bagai binatang liar.


"Kamu Ratu Elf," ucap Lingling.


Ratu Elf hanya menganggukkan kepalanya, suaranya beserta anggota tubuh lainnnya sudah tidak bisa berfungsi seperti sebelumnya.


Wheeeeeessssss.


Wheeeeeeeeeeeeesssss.


Lingling mengayunkan pedangnya memotong rantai yang mengikat tangan dan kaki Ratu Elf, setelah memotong rantai Lingling langsung menangkap tubuh Ratu Elf yang terlihat lemas penuh luka.


"Energinya habis, berikan dia pil penambah energimu yang ada di dalam tasmu itu," ucap Naga kedua.

__ADS_1


Lingling langsung memasukan pil penambah energinya yang hanya tersisa satu ke mulut Ratu Elf, belum sempat pil tertelan Lingling diikagetkan suara di depan pintu.


"Beraninya kamu melepaskannya," teriak Ketua utama.


Melihat musuh terbesarnya datang Ratu Elf langsung memeluk erat Lingling, Ratu Elf memanfaatkan energinya yang tersisa untuk menggunakan sihir berpindah agar tidak lagi berada di perguruan black racun.


"Arrrrrkkkkkhhhhhh, mau ke mana kalian jangan berharap bisa lolos dariku," teriak Ketua utama merasa sangat kesal melihat Ratu Elf sudah tidak ada di depannya.


Lingling yang tiba-tiba berpindah memperhatikan sekelilingnya, Lingling menatap gelapnya malam tanpa ada bulan yang pertanda usahanya tidak akan berjalan dengan mulus.


"Beraninya pelatihan tingkat emas mencari masalah denganku," teriak Ketua utama yang tiba-tiba berada tidak jauh dari Lingling.


"Sepertinya kamu tidak memiliki pilihan lain, pil energi baru masuk ke dalam tubuhnya kamu harus melawan dia untuk mengulur waktu," ucap Sai yang sebenarnya sependapat dengan Lingling.


"Aku tau itu," sahut Lingling yang langsung membaringkan Ratu Elf.


Ketua utama perguruan black racun terus menatap Lingliny, melihat Lingling yang berjalan mendekatinya Ketua utama langsung menyunggingkan bibirnya.


"Wanita muda kembalikan Ratu Elf itu padaku, akan kubiarkan tubuhmu mati dengan utuh tapi tentu setelah aku menikmati mu," ucap Ketua utama.


"Heeeeh, memangnya kamu siapa ingin memerintahku," sahut Lingling.


"Hahahaha, karena itu yang kamu mau aku tidak akan segan lagi," ucap Ketua utama.


Buuuuuuuuug.


Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk.


Satu pukulan telak membuat Lingling terlempar, Lingling kembali bangun dan mengarahkan pedangnya ke Ketua utama.


"Tidak berguna, kamu tidak sebending dengannya, pukulannya yang tepat di dadamu melemahkan kekuatanmu," ucap Sai.


"Lalu bagaimana, apa sudah tidak ada harapan untukku menang," sahut Lingling.


"Kalau begitu biar aku ambil alih tubuhmu sampai Ratu Elf itu selasai menyatukan energinya," ucap Sai.


"Diam tak menghiraukan musuh kesalahan terbesarmu, terimalah," teriak Ketua utama menyerang Lingling dari jarak jauh.


Booooooooooom.


Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaar.


Ledakan dari tempat Lingling berdiri membuat Ketua utama tersenyum puas, Ketua melihat ke arah Ratu Elf yang sudah tidak ada di tempatnya.


"Sial, sepertinya dia sudah mengembalikan energinya," ucap Ketua utama.


Di tempat Lingling Ratu Elf yang baru tersadar sempat memasang sihir pelindung untuk Lingling, Ratu Elf juga menggunakan sihirnya untuk mengobati dada Lingling yang terkena pukulan Ketua utama.


"Apa kamu baik-baik saja," ucap Ratu Elf.


"Jauh lebih baik," sahut Lingling.


"Beristirahatlah, serahkan dia padaku," ucap Ratu Elf yang tiba-tiba menghilang berpindah ke depan Ketua utama.


Ketua utama gemetar melihat Ratu Elf yang pulih sepenuhnya, andai dia tau Lingling hanya mengulur waktu dirinya pasti lebih memilih menangkap Ratu Elf dan memberikannya racun pelemah energi.


"Sudah waktunya membuat perhitungan, kamu harus membayar darahku yang selama ini kamu ambil," ucap Ratu Elf.

__ADS_1


__ADS_2