Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Diikuti


__ADS_3

Lingling terus berjalan walau sadar dirinya sedang diikuti, saat ini Lingling mencoba bersabar sebisanya sambil berharap siluman Rubah wanita yang mengikutinya segera pergi sebelum dirinya tidak tahan lagi.


Suara demi suara di belakangnya membuat Lingling menggeretakan giginya, Lingling sudah tidak tahan lagi karena terus diikuti, ditatapnya siluman Rubah wanita yang berdiam tidak jauh darinya sambil menggoyangkan ekornya dan tersenyum menatapnya.


"Kenapa kamu terus mengikuti ku, bukannya aku sudah minta maaf telah memasuki wilayah mu," ucap Lingling dengan nada tinggi.


Lingling berjalan mendekati siluman Rubah wanita dan menatapnya tajam, tatapan tajamnya seolah ingin membunuh wanita siluman rubah itu.


"Jangan hiraukan aku, jalan saja aku tidak akan mengganggumu," sahut siluman Rubah sambil menggoyangkan tangannya.


"Beri aku alasan kenapa kamu mengikuti ku, jika alasanmu hanya ingin mencari masalah aku tidak akan segan untuk membunuhmu," ucap Lingling.


"Sebenarnya aku tertarik padamu, diusia semuda ini kamu sudah menjadi alchemist, dan kamu juga lumayan kuat aku mau kamu menjadi," sahut siluman Rubah sambil menggigit kukunya tidak melanjutkan perkataannya.


"Hahahaha, aku tidak menyangka kamu disukai siluman yang sudah berumur ratusan tahun apalagi yang tertarik siluman Rubah wanita," ucap Sai tidak berhenti tertawa.


"Itu tidak lucu," sahut Lingling.


"Baiklah aku tidak akan menggoda mu lagi, cepat selesaikan urusanmu dengannya kita harus segera ke Laut mati," ucap Sai.


Siluman Rubah masih menatap Lingling yang terdiam, selama lebih dari 400 tahun baru kali ini dirinya mengatakan suka pada manusia yang umurnya masih 17 tahun.


"Pergi menjauh dariku, jangan mengikuti ku lagi," ucap Lingling.


"Kenapa?" tanya siluman Rubah.


"Aku tidak tertarik dengan siluman tua apalagi kita sama sama wanita, umurku masih sangat muda aku pasti bisa .endapatkan yang jauh melebihi mu," sahut Lingling.


"Kalau kamu tidak tertarik padaku tidak masalah, aku akan mengajarkanmu semua yang aku tahu untuk bersenang senang," ucap siluman Rubah yang langsung memeluk Lingling dari depan.


Satu kecupan mendarat di pipi Lingling tiba-tiba, Lingkimh yang terdiam langsung tersadar seketika.


"Apa yang kamu lakukan," teriak Lingling sambil mendorong siluman Rubah yang memeluknya.


Lingling merasa sangat jijik dan ingin sekali membunuh siluman yang ada di depannya saat ini, berani sekali siluman sialan mengambil keuntungan darinya.

__ADS_1


"Aku tidak memilih jenis, karena aku menyukai mu maka kamu harus mau dengan ku," ucap siluman Rubah.


"Haaaaaaah, aku sedang tidak ingin diganggu lebih baik kamu pergilah sekarang," ucap Lingling yang langsung menarik pedangnya.


"Kamu manusia pertama yang menolak ku, jujur saja aku merasa sangat sedih, tapi kamu semakin membuatku menyukaimu," sahut siluman Rubah sambil menjulurkan lidahnya.


"Aku bilang pergi ya pergi sekarang, jangan membuatku mengulanginya lagi!" teriak Lingling bergegas mengayunkan pedangnya.


"Baiklah aku akan pergi, jika kamu berubah pikiran datanglah ke tempatku kapanpun itu aku akan selalu siap, ingat namaku Mimi," sahut siluman Rubah yang langsung menghilang dari pandangan Lingling.


"Ahhhhhh, menyebalkan," ucap Lingling.


"Apa di dunia ini aku sudah tidak disukai oleh pria lagi," sambung Lingling menggelengkan kepalanya.


Lingling terduduk sambil menatap langit biru yang seketika mulai mendung, padahal baru saja langit cerah dan kenapa tiba-tiba menjadi gelap gulita seperti saat ini pikirnya.


Jheeeeeeeedddddddaaaaaaar.


Suara halilintar yang disertai kilatan mengejutkan Lingling, Lingling bergegas berdiri dan menatap sekitarnya untuk mencari tempat yang bisa digunakan untuk berteduh.


"Baru saja terlepas dari siluman, kenapa malah mau turun hujan, kalau seperti ini terus kapan sampainya," ucap Lingling yang masih berjalan mencari tempat berteduh.


"Tentu saja, sekarang musim kemarau bagaimana bisa ada petir tiba-tiba," sahut Naga kedua.


Jheeeeeeeeeeddddddddaaaaar.


Suara halilintar kembali terdengar bahkan lebih kerasa dari sebelumnya, Lingling yang berjalan langsung menghentikan langkahnya dan kembali menatap langit.


"Sepertinya ada yang sengaja memicu datangnya halilintar," ucap Lingling Sai dan Naga kedua bersamaan.


Kyaaaaaaaaaaa.


Lingling menatap seorang anak muda seusianya yang berlari ke arahnya dengan penuh kebingungan, sampai di depan Lingling anak itu mencoba mengatur nafasnya sambil memegangi lututnya.


"Di depan sana Iblis menggila, Iblis itu membunuh semua manusia yang dilihatnya, aku mohon tolong mereka semua di sana juga ada orangtuaku," ucap anak muda itu sambil menatap Lingling.

__ADS_1


"Lalu bagaimana kamu bisa selamat?" tanya Lingling penuh selidik, Lingling tidak mudah mempercayai orang asing.


"Aku berhasil melarikan diri karena mereka tidak melihatku," ucap anak muda itu.


"Kasihan sekali kamu, minumlah ini. Pil ini akan meningkatkan energi mu," sahut Lingling sambil memberikan pil pelemah kekuatan.


Anak muda di depan Lingling langsung menelan tanpa melihat pil apa yang diberikan oleh wanita di depannya, sebelum menelan pil darinya Lingling sempat melihat senyuman aneh dari anak muda di depannya itu.


"Kenapa tubuhku menjadi lemah, pil apa yang baru saja kamu berikan padaku?" ucap anak muda itu yang terlihat gugup dan kebingungan.


"Sudah seperti ini apa kamu tidak ingin menunjukan wujud aslimu," sahut Lingling mengarahkan pedangnya ke arah anak muda itu.


"Ternyata kamu mengetahui penyamaran ku, sialan aku tertipu oleh manusia," ucap anak muda itu yang perlahan berubah wujud.


"Dasar Iblis, kamu ingin menjebak ku" sahut Lingling sambil bersiap mengayunkan pedangnya.


"Kamu tidak bisa membunuhku, aku adalah pengawal pribadi Yang Mulia Raja," ucap anak muda yang sudah berubah menjadi Iblis seutuhnya.


"Memangnya kenapa, aku bebas membunuh siapa saja termasuk kamu, terkecuali kamu menjelaskan kenapa kamu ingin menjebakku," sahut Lingling.


"Semua sudah tahu kalau kamu manusia yang ada di ramalan penyihir Naga, aku disuruh menjebak mu untuk ritual penobatan anak Yang Mulia Iblis," ucap Iblis di depan Lingling sambil mengepalkan tangannya.


"Yang mengetahui bahwa kamu adalah manusia ramalan penyihir Naga bukan hanya Iblis, Raja Dunia bawah dan Dewa penghancur juga mengetahuinya cepat atau lambat kamu akan mati di tangan iblis atau salah satu dari mereka," sambung Iblis itu lagi.


Wheeeeeeeeeeesssssssss.


"Aku tidak peduli," sahut Lingling sambil mengayunkan pedangnya membelah Iblis di depannya menjadi dua.


"Hebat sekali kamu bisa tahu penyamaran Iblis itu," ucap Sai.


"Penyamaran yang masih banyak kesalahan tentu saja aku mengetahuinya dengan mudah," sahut Lingling menyunggingkan bibirnya.


"Tapi baguslah, kamu tidak sebodoh itu," ucap Naga kedua.


"Sudah lebih baik kamu pergi sekarang, sesuai yang dikatakan Iblis tadi karena mereka sudah mengetahui tentang kamu jalan kedepannya yang akan kamu lalui lebih berbahaya dari sebelumnya," sahut Naga kedua.

__ADS_1


Lingling bergegas melanjutkan perjalanannya, memiliki banyak musuh membuat Lingling tertantang dan ingin secepatnya semakin bertambah kuat.


"Tidak Siluman tidak Iblis sama-sama merepotkan, kenapa hampir semua makhluk hidup sangat merepotkan," ucap Lingling sambil kembali melanjutkan perjalanan


__ADS_2