Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Naga keempat


__ADS_3

Melihat seorang manusia berada di depannya Naga api merasa tidak senang, Naga api menggertakan giginya sambil terus menatap ke arah Lingling, sang Naga menebak kalau Lingling adalah orang suruhan ketua menara suci untuk mempererat rantai agar dirinya tidak bisa melarikan diri.


Tidak ingin itu terjadi sang Naga bersiap mengeluarkan apinya, semburan dari mulutnya langsung di arahkan ke Lingling tanpa banyak bicara.


Whuuuuuuuuuuuussssas.


"Hahahaha, rasakan itu manusia, matilah dengan tubuh hangus dari apiku," ucap sang Naga tertawa puas.


Asap dari semburan api sang Naga perlahan menghilang, mata sang Naga tidak berkedip sedikitpun ingin melihat tubuh hangus manusia yang baru disemburnya.


Lingling yang sudah menelan pil penahan api terlihat baik-baik saja setelah disembur api oleh sang Naga, Lingling hanya tersenyum melihat sang Naga yang masih tidak percaya seorang manusia masih baik-baik saja walau terkena apinya.


"Kenapa? apa kamu heran?" ucap Lingling.


"Hanya sedikit kuat saja kenapa aku harus heran. Heeeeeh, kenapa aku menjawab pertanyaan tidak penting dari manusia ini lagipula dia tidak akan tau apa yang aku katakan," sahut sang Naga.


"Siapa bilang aku tidak tau apa yang kamu katakan," ucap Lingling mengejutkan sang Naga dan membuatnya terlihat tidak senang.


"Kamu, bagaimana bisa tau apa yang aku katakan," sahut sang Naga menatap Lingling penuh heran.


"Menurutmu," ucap Lingling sambil tersenyum.


Sang Naga berpikir sejenak lalu kembali menatap Lingling, mata sang Naga menatap Lingling sangat dalam bahkan sampai memperhatikan seluruh tubuh Lingling dari atas hingga bawah.


"Ka kamu tidak mungkin manusia yang ada di dalam ramalan Naga itu bukan," ucap sang Naga.


"Mereka bilang aku seperti itu," sahut Lingling dengan santai.


"Mereka siapa?" tanya sang Naga.


"Tentu saja ketiga saudaramu," sahut Lingling.


"Hahahaha," sang Naga langsung tertawa setelah mendengar perkataan Lingling.


Lingling hanya diam melihat sang Naga yang terus tertawa, Lingling tidak heran kalau sang Naga di depannya tidak percaya padanya toh ketiga Naga di dalam tubuhnya awalnya juga tidak percaya padanya.


Whuuuuuuuussssss.


Whuuuuuuuuuuussssssss.

__ADS_1


Sang Naga menyemburkan apinya dua kali berturut-turut ke Lingling, berani berbicara sembarangan memangnya dia pikir dia siapa, pikir sang Naga yang semakin tidak menyukai Lingling.


Api yang disemburkan sang Naga lebih besar dari sebelumnya, walau masih bisa bertahan Lingling merasakan panas menyengat di kulitnya.


"Cepat telan semua pil itu," ucap Naga kedua.


Lingking yang tau apa yang harus dibuatnya bergegas menelan 3 pil lagi, rasa panas di kulitnya yang hilang seketika membuatnya merasa lebih baik.


"Kenapa berhenti sembur saja terus," ucap Lingling dengan santainya.


"Kamu masih baik-baik saja," sahut sang Naga.


"Aku tidak menyalahkan mu karena tidak percaya padaku, ketiga Naga lainnya juga awalnya sama sepertimu yang tidak percaya padaku. Kalau kamu masih ingin bermain api terus saja sembur aku, setelah kamu puas kita bisa bicarakan apa kamu mau ikut bersamaku atau tetap di sini," ucap Lingling.


"Kenapa kamu malah menantangnya," ucap Naga kedua.


"Agar dia puas," sahut Lingling.


Lingling menatap sang Naga yang terdiam seolah sedang berpikir, sang Naga menimbang-nimbang semua kemungkinan kalau manusia di depannya adalah manusia yang ada di dalam ramalan Naga.


"Kamu bilang ketiga saudaraku berada padamu, sebutkan kemampuan masing-masing dari ketiganya, kalau kamu benar aku akan ikut denganmu tapi kalau kamu salah aku akan mengurungku di sini bersamaku," ucap sang Naga.


Sang Naga terlihat menatap Lingling dengan serius, sang Naga juga mempertajam pendengarannya agar bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Lingling.


"Naga pertama aku memberinya nama Sai, kemampuannya melatih bela diri dan kekuatan spiritual," ucap Lingling.


"Lanjutkan," sahut sang Naga.


"Naga kedua adalah alchemist pembuat pil, termasuk pil penahan api yang aku gunakan untuk menahan apimu," ucap Lingling.


"Hemmmmmmmm." sahut sang Naga.


"Naga ketiga adalah sang pengendali air, aku juga belajar menggunakan Mana airku darinya," ucap Lingling.


"Bagaimana? apa aku benar," sambung Lingling.


"Hahahaha, tidak aku sangka ketiga saudaraku benar-benar berada padamu, baiklah aku akan menjadi satu denganmu," sahut sang Naga.


"Tapi rantai ini menyegelku aku tidak bisa langsung bersatu dengannmu," ucap sang Naga.

__ADS_1


Lingling memperhatikan segel rantai yang menyegel kaki dan sayap sang Naga, Lingling yang sedang berpikir bagaimana cara melepaskan segel rantai tiba-tiba merasa sakit di dadanya, sambil memegangi dadanya Lingling merasa sesuatu ke luar dari dalam tubuhnya.


"Tali," ucap Lingling.


"Tali itu terbuat dari akar spiritual mu," sahut Sai.


"Hemmm, ternyata begitu," ucap Lingling menganggukan kepalanya.


Lingling yang baru tahu tentang akar spiritual mulai berpikir kenapa akar spiritualnya ke luar dari dalam tubuhnya, dirinya bahkan tidak tau cara mengeluarkan akar spiritual itu apalagi menggunakannya.


Belum terjawab apa yang dipikirkannya Lingling melihat tiba-tiba ratusan jiwa berdatangan ke arahnya, ratusan jiwa itu langsung bersujud di depan Lingling seakan dirinya adalah Tuan mereka.


"Silahkan Tuan berikan perintah," ucap salah satu jiwa yang terkuat di antara jiwa lainnya.


Mungkinkah ini karena segel jiwa telah mengakui ku sebagai Tuannya waktu itu, ternyata seperti ini cara kerjanya," dalam hati Lingling.


"Aku perintahkan kalian melepaskan segel rantai yang ada di Naga itu," ucap Lingling.


"Menuruti perintah Tuan," sahut ratusan jiwa serentak yang langsung menyebar membuka paksa segel rantai.


Sang Naga yang melihat Lingling memerintah jiwa-jiwa tidak tenang untuk membantunya merasa cukup terkejut, sang Naga tidak menyangka Lingling memiliki keahlian seperti itu.


Tidak beberapa lama segel rantai yang membelenggu sang Naga telah lepas, jiwa-jiwa kembali bersujud di kaki Lingling menunggu perintah selanjutnya.


"Pergilah, jadilah jiwa yang baik dan segeralah beringkernasi," ucap Lingling.


"Tuan sangat bijaksana," sahut jiwa-jiwa yang menghilang satu persatu.


Lingling menatap sang Naga yang terlihat sangat senang karena terbebas dari segel rantai, sang Naga yang tidak lupa dengan janjinya langsung memberikan permata nya dan menghilang masuk ke dalam tubuh Lingling.


Haaaaaaaaah, sudah empat Naga," dalam hati Lingling.


"Hahahaha, aku benar-benar tidak menyangka kalian bertiga ada di dalam tubuh anak ini, aku mengira anak ini hanya berpura-pura untuk membuatku luluh," ucap sang Naga keempat.


"Dasar keras kepala," sahut Sai.


"Selamat anak muda, semoga kamu berhasil dengan tujuanmu," ucap suara tanpa wujud.


"Terima kasih Tuan penjaga telah banyak membantuku," sahut Lingling membungkukkan badannya.

__ADS_1


Tugasnya di menara suci yang sudah selesai membuatnya bergegas mencari jalan ke luar, Lingling yang baru membuka pintu menara di sambut tiga ketua menara suci yang terlihat sangat marah padanya karena aura sang Naga yang sudah menghilang sepenuhnya.


__ADS_2