Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Berlatih


__ADS_3

Hus menatap Lingling sambil sesekali melihat pil yang ada di tangannya, Hus masih tidak percaya wanita yang masih muda di depannya bisa membuat pil tingkat murni, Hus berpikir anak seperti itu ke depannya pasti akan menjadi alchemist tingkat dewa.


"Aku menang, di mana hadiahku," ucap Lingling yang tidak berbasa basi, Lingling bahkan tidak peduli dengan Semua warga menatap ke arahnya dengan penuh kagum.


"Aku sudah menyiapkannya, ambillah," sahut Hus sambil menunjuk pelayannya.


Lingling bergegas mengikuti pelayan Hus ke dalam tempat penjualan, di sana bahan yang sebelumnya ingin dibeli Lingling sudah disiapkan bersama kepingan emas yang sudah dijanjikan oleh Hus.


"Hahaha, Akhirnya uangku bertambah," ucap Lingling senang.


"Bagaimana, semua sudah seperti yang aku janjikan bukan," sahut Hus sambil berjalan ke arah Lingling.


"Sudah," ucap Lingling.


"Ambillah ini," Hus melemparkan sebuah token ke Lingling.


"Lain kali kalau mau memperkerjakan orang pilih dengan benar, jangan sampai malah membuat sang pemilik menanggung malu," ucap Lingling yang langsung berjalan pergi setelah menangkap token dari Hus.


Lingling berjalan menjauhi kerumunan sambil terus tersenyum, uangnya yang seharusnya berkurang malah bertambah betapa beruntungnya dirinya.


"Aku masih heran kenapa dia sangat antusias dengan uang, sebenarnya untuk apa uang itu?" ucap Naga kedua.


"Tentu saja untuk makan," sahut Sai.


"Asal kamu tahu selain gila kekuatan anak ini juga gila makan, setiap melewati kota dia langsung membeli beberapa makanan yang dia sendiri tidak tahu apa namanya," sambung Sai lagi.


"Cih, memang manusia aneh," sahut Naga kedua.


Lingling yang mendengar dua Naga di dalam tubuhnya membicarakannya hanya mengangkat bahunya, memang apa yang salah jika seseorang ingin menikmati semua makanan yang belum pernah dicobanya di kehidupan sebelumnya, lagipula dia membelinya dan bukan berhutang pada orang lain.


"Heeeh, Lingling," panggil Naga kedua.


"Ada apa," sahut Lingling.


"Cari tempat yang bagus untuk berlatih, aku ingin melihat sampai di mana pemahaman mu yang aku ajarkan tadi," ucap Naga kedua.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mencari tempat, kebetulan juga aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan ku," sahut Lingling sambil terus berjalan.


Beberapa jam kemudian Lingling sampai di padang rumput hijau, bagi Lingling tempat yang terlihat sunyi dan tenang sangat cocok untuk berlatih, walau sebenarnya dirinya tahu tempat yang sunyi dan tenang tidak selamanya selalu amam.


Lingling menyusun semua bahan obat di depannya dan mulai menghitungnya satu persatu, semua ada 23 jenis bahan untuk membuat sekitar 13 pil saja.


"Apa yang kamu tunggu, cepat lakukan," ucap Naga kedua.


"Kenapa terburu-buru, lagipula aku masih belum tahu pil apa yang akan aku buat?" tanya Lingling.


"Pikirkan sendiri, aku hanya ingin melihat hasilnya," sahut Naga kedua.


Lingling memegang dagunya sambil berpikir bahan apa saja yang akan digunakannya. Sebelumnya Naga kedua sudah menjelaskan semua kegunaan bahan obat satu persatu dan sekarang Lingling hanya berharap semoga pil yang dibuatnya bukan pil rusak karena itu hanya akan membuang bahan obat saja.


Lingling menggunakan kekuatan energi airnya untuk mengambil bahan obat di depannya sama seperti sebelumnya, setelah yakin semua bahan masuk ke dalam tungku Lingling langsung melempar api yang terbuat dari energinya.


Beberapa saat kemudiam Tungku bergetar hebat sambil terus mengeluarkan asap hitam, dengan sangat tenang Lingling memperhatikan tungku di depannya. Sebelumnya waktu memasukan bahan pil Lingling menambahkan batu jiwa tingkat rendahnya, asap hitam yang dihasilkan pasti karena batu jiwa melakukan pemurnian.


15 menit kemudian tungku berhenti bergerak, asap hitam perlahan juga menghilang. Lingling bergegas mengeluarkan pil dari dalam tungku di depannya.


"Pil extra bernafas, pil tingkat dasar menengah. Lumayan," ucap Naga kedua.


"Oh seperti itu," ucap Lingling menganggukkan kepalanya.


Pil yang sangat berguna, aku akan menggunakannya saat menyelam ke dalam air nanti" dalam hati Lingling.


***


Beberapa jam kemudian, bahan pembuat pil di depan Lingling habis, Lingling menggunakan bahan sisanya untuk membuat beberapa pil berbeda dengan jumlah yang berbeda-beda.


"Pil penyembuh luka luar penahan rasa sakit 3 butir, pil penambah energi 4 butir, pil pelemah kekuatan 5 butir," ucap Lingling sambil memasukan pil berbeda ke tempat yang disiapkannya.


"Pil penyembuh dan pil penambah energi semua tingkat jadi, kenapa pil pelemah kekuatan lebih banyak dan berada di tingkat murni," ucap Sai.


"Pil pelemah kekuatan tingkat murni tidak hanya untuk manusia. Hewan spiritual atau iblis sekalipun kekuatannya akan melemah jika meminum pil itu," sahut Naga kedua.

__ADS_1


"Lingling apa pil itu kamu siapkan untuk melawan saudaraku lainnya?" tanya Sai.


"Benar ini salah satu rencana ku. Terima kasih Naga kedua yang dari awal sudah menjelaskan semua tentang bahan dan takarannya, kedepannya aku akan membuat banyak pil," sahut Lingling sambil tersenyum.


"Aku tidak mengerti tentang rencanamu, tapi bagus kamu bertekad untuk terus membuat pil, kedepannya aku akan mengajarkanmu secara perlahan cara membuat pil yang lebih tinggi," ucap Naga kedua.


"Kalian berdua memang sangat membantu ku," sahut Lingling.


"Jika kita tidak mengajarkannya masing-masing dari kekuatan kita bagaimana dia akan menyelamatkan Dunia Naga," ucap Naga kedua berbicara lewat pikiran dengan Sai.


"Aku juga berpikir begitu dari pertama aku menyerahkan permata pribadi ku," sahut Sai


Haaaaaaaahhhhh.


Lingling membaringkan tubuhnya di tengah rumput dan menutup matanya, mengeluarkan energi yang sangat banyak membuatnya mengantuk karena merasa sangat lelah.


Dari balik rerumputan yang lebih tinggi sepasang mata menatap sendu ke arah Lingling, mata berwarna merah menyala berjalan perlahan ke arah Lingling dan duduk di sampingnya.


"Manusia ini sepertinya bukan orang sembarangan, aku bisa mencium bau lain dari dalam tubuhnya," ucap siluman wanita Rubah putih.


"Padahal sangat jarang ada manusia yang datang kemari, tapi sekarang aku malah gagal mendapatkan sasaran karena dia wanita," sambung Rubah itu sambil mengusap pipi Lingling.


Usapan pelan dari siluman Rubah membangunkan Lingling yang baru tertidur, melihat siluman rubah di sampingnya saat membuka mata membuat Lingling refleks mengarahkan pedangnya.


"Siluman Rubah, apa yang kamu inginkan dari ku?" tanya Lingling mata pedangnya tepat di leher wanita siluman Rubah.


"Tenang, aku tidak memiliki maksud buruk, ini wilayah ku aku hanya ingin tahu siapa yang masuk tanpa izin," sahut siluman Rubah.


"Hati-hati, walau dia tidak berbahaya tapi dia licik," ucap Sai.


"Aku sudah banyak mendengar tentang siluman apalagi siluman Rubah, tapi aku wanita dia tidak akan tertarik pada ku," sahut Long Xu.


"Jangan salah siluman Rubah penggoda tidak memandang jenis kelamin, walau dia lebih menyukai pria," ucap Sai.


Lingling menaruh kembali pedangnya dan langsung berdiri, memang salahnya masuk tanpa izin tidak ada alasan untuk dirinya membunuh siluman wanita Rubah di sampingnya itu.

__ADS_1


"Sudah mau pergi," ucap siluman Rubah sambil tersenyum.


"Maaf telah memasuki wilayah mu," sahut Lingling yang langsung berjalan pergi.


__ADS_2