Pendekar Naga Wanita

Pendekar Naga Wanita
Black Racun


__ADS_3

Belum hilang rasa penasaran Lingling tentang pil ditangannya Lingling menatap selembar kertas yang tergulung di depannya, Lingling langsung mengambil gulungan kertas dan bersiap bertanya kertas apa itu.


"Wanita muda aku tau banyak yang ingin kamu tanyakan, percayalah padaku keduanya itu akan berguna bagimu. Pergilah, aku yakin kamu bisa menyelamatkan ras Elf," ucap suara sang Nenek yang langsung menghilang.


Lingling membawa kedua pemberian sang Nenek misterius dan berjalan pergi dengan seribu pertanyaan, Lingling tidak memiliki pilihan selain percaya bahwa yang dibawanya saat ini pasti akan berguna.


"Apa kamu tau kertas gulungan apa yang ada di tanganmu itu?" tanya Naga kedua.


"Tidak tau, memangnya apa?" tanya Lingling yang malah balik bertanya.


"Itu resep pil penolak racun, siapapun Nenek itu dia pasti alchemist tingkat atas," ucap Naga kedua.


"Lalu kenapa dia memberikannya padaku?" tanya Lingling lagi.


"Nenek itu tau resep pil penolak racun akan sangat berbahaya jika jatuh di tangan yang salah. Tidak hanya itu dia memberikanmu resep itu karena yakin kamu pasti bisa membuatnya," ucap Naga kedua.


"Kalau begitu aku akan menyimpannya untuk sekarang," sahut Lingling


"Yang kamu pelajari tadi jangan lupa terus kamu latih agar sempurna, setelah itu kamu juga harus mencari tungku untuk membuat pil pertamamu," ucap Naga kedua.


"Baiklah, ternyata kamu lebih cerewet dari Alang," sahut Lingling sambil terus berjalan.


Lingling yang berjalan terus tiba di sebuah kota bernama kota Lay Lingling yang tidak ingin membuang waktu bergegas memasuki kota dan mencoba mencari informasi tentang perguruan yang ada di sana.


Melihat ada penginapan yang tidak jauh darinya Lingling memutuskan untuk masuk ke sana, penginapan yang menjadi satu dengan tempat makan sederhana sangat cocok untuknya mencari informasi di tempat itu.


"Satu kamar untuk 3 hari ke depan," ucap Lingling sambil menyerahkan dua keping emas dari dalam tas penyimpanannya.


"Silahkan ikuti aku Nona," ucap pelayan penginapan.


"Berhenti di situ," teriak seseorang yang berjalan menghampiri Lingling


Lingling memutar badannya menatap seseorang berbadan besar memakai baju dengan lambang perguruan berjalan ke arahnya, Lingling yang sudah mendapat petunjuk besar langsung tersenyum.


"Sepetinya kamu sangat kaya, biaya menginap hanya keping perak perhari dan kamu membayar dua keping emas," ucap pria itu yang sekarang berdiri di depan Lingling.


"Karena kamu kaya kenapa tidak jadi kekasih ku saja," sambungnya.


"Ini milikku, terserah padaku lalu apa katamu? menjadi kekasih mu jangan bermimpi," sahut Lingling.

__ADS_1


Semua mata menatap ke arah Lingling sambil menutup mulut, mereka kaget dan tidak percaya ada yang berani menjawab perkataan murid perguruan Black racun.


"Habislah sudah Anak itu, Gyu tidak akan melepaskannya," bisik beberapa orang.


"Hahahaha, aku suka cara bicaramu kalau begitu pergilah beristirahat tapi tinggalkan pakaian dan pedang mu di sini," ucap Gyu.


"Keterlaluan, kenapa aku harus meninggalkannya di sini padamu," sahut Lingling.


"Karena kamu menolak sama saja cari mati, karena mencari mati akan aku kabulkan," teriak Gyu.


"Lari Gyu akan mengeluarkan racunnya," teriak pengunjung penginapan yang langsung berlari ke luar.


Lingling hanya diam melihat Gyu yang menggigit jarinya, darah yang keluar dari jarinya seketika menguap menjadi racun memenuhi penginapan.


"Hahahaha, siapa yang menyuruhmu mencari masalah denganku, sekarang terimalah kematian mu," ucap Gyu.


Lingling hanya tersenyum mendengar perkataan Gyu, sebelum memasuki kota dirinya sudah meminum pil penolak racun racun yang saat ini dihirupnya sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Lingling mengambil kesempatan menyerang Gyu yang mengira dirinya sudah mati, serangan bertubi-tubi yang dilayangkan Lingling membuat Gyu terlempar ke luar penginapan.


Gyu memegangi dadanya sambil bangkit berdiri, tatapannya mencoba menerobos asap racun mencari siapa yang baru saja menyerangnya.


"Meremehkan musuh itu tidak baik, jadi renungkan kesalahanmu di neraka," sahut Lingling.


Wheeeeeeeeeeesssssssss.


Lingling menarik pedangnya dan menebas lehernya Gyu tepat setelah asap menghilang, para warga yang melihat kepala Gyu terpisah dari lehernya langsung berteriak histeris.


"Siapa yang berani membunuh murid ku," teriak Ketua Angi salah satu Ketua perguruan black racun.


"Aku yang membunuhnya," sahut Lingling.


Ketua Angi menatap pedang Lingling yang masih berlumuran darah muridnya, ketua Angi yang tidak terima langsung menyerang Lingling membabi buta.


Satu pukulan cepat mendarat di perut Lingling hingga membuatnya terlempar ke belakang, ketua Angi tidak peduli Lingling wanita berani mencari masalah sama saja mencari mati pikirnya.


"Beraninya menyerang diam-diam," ucap Lingling berusaha bangkit berdiri.


"Tidak hanya berani menyerang diam-diam, aku juga berani membunuhmu secara langsung sekarang, tapi aku tiba-tiba berpikir lain untuk saat ini," sahut Ketua Angi.

__ADS_1


"Aku penasaran bagaimana kamu bisa kebal dari racun murid ku, kalau tidak mau mati Ikutlah denganku sekarang dan jangan sekali-kali melakukan tindakan bodoh atau aku akan membunuhmu," sambung Ketua Angi.


"Ikut saja dengannya, ini kesempatan untukmu," ucap Sai.


"Heeeeeh, aku akan ikut denganmu lagi pula aku penasaran seberapa hebat perguruan black racun kalian," sahut Lingling.


"Kamu terlalu meremehkan perguruan black hitam, tunggu saja kematian mu setelah aku mencari tau apa yang membuatmu kebal terhadap racun," ucap Angi sambil berjalan pergi.


"Ingatlah efek pil penolak racun hanya 2 hari, sampai di sana kamu harus bergerak cepat," ucap Naga kedua.


"Aku tau itu," sahut Lingling yang mengikuti ketua Angi berjalan menuju perguruan black racun.


Ketua Angi tersenyum licik sambil terus berjalan di depan Lingling, setelah sampai di perguruan Ketua Angi berniat memberi pelajaran pada Lingling.


"Berhenti, kamu tunggu di sini aku akan melapor terlebih dulu," ucap Ketua Angi meninggalkan Lingling di depan gerbang perguruan racun hitam.


"Ketua itu sangat licik, dia pasti sedang merencanakan sesuatu," ucap Sai.


"Aku sudah bisa menebak apa yang akan dilakukannya," sahut Limgling yang malah tersenyum.


Dari dalam perguruan black racun sepuluh murid berjalan ke arah Lingling, semua murid menatap tajam ke arah Lingling sambil mengarahkan pedangnya serentak.


"Kamu kemarilah," ucap salah satu murid menunjuk Long Xu.


"Apa Ketua kalian yang menyuruh untuk memberi pelajaran padaku," sahut Long Xu.


"Kalau iya memangnya kenapa? menurutlah dan jadilah Anak baik," ucap murid itu lagi.


Lingling hanya tersenyum sambil menancapkan pedangnya ke tanah, ingin memberi pelajaran padanya apa mereka pikir mereka mampu melakukannya.


"Apa aku perlu turun tangan?" tanya Sai.


"Hehehe, itu tidak perlu," sahut Lingling tertawa penuh arti.


"Asal kamu tidak menghalangiku seperti saat aku ingin membunuh pria Elf itu," sambung Lingling.


"Tenang saja kali ini aku tidak akan menghalangimu, tapi kamu harus menyelesaikannya dengan cepat," ucap Sai.


"Tentu saja," sahut Lingling yang langsung menarik pedangnya.

__ADS_1


__ADS_2