
malam yang penuh dengan kehangatan itu kini telah berganti menjadi pagi.Pagi yang di penuhi dengan kegelisahan
setelah menghabiskan waktu yang penuh canda dan tawa hingga hampir tengah malam
kini malam itu telah menjadi pagi dan pagi menuju ke siang
dan Kamila sedang di hadapkan dengan sakit yang teramat sangat di bagian bawah perutnya
"ya Allah apakah ini sudah waktunya, jangan buat mama susah ya nak.Mari kita berjuang bersama-sama"
di usapnya bagian perut yang di rasa sakit sambil tersenyum dan mengucapkan
Harapan-harapannya kepada perut buncitnya
"Mila kamu kenapa atuh neng kenapa tidak keluar kamar"
Ayah Amir meminta agar Kamila tidak mengurung diri di kamar tapi tidak ada jawaban dan itu membuat Ayah Amir menjadi panik karena dari pagi Kamila tidak keluar dari kamarnya
__ADS_1
hingga ia berkali-kali menggedor pintu kamar Kamila dan sama sekali tidak ada jawaban hingga tanpa aba-aba ia langsung mendobrak pintu kamar
dan betapa terkejutnya Ayah Amir melihat keadaan anak perempuannya yang sedang berbaring kesakitan
dengan langkah yang cepat Ayah Amir menghampiri Kamila
"Bu Ibu cepat ke sini Bu ini Mila kenapa"
Ayah Amir berteriak memanggil Ibu agar melihat keadaan anaknya
tidak jauh berbeda dengan Ayah Amir Ibu pun sama saat melihat keadaan anaknya yang sungguh menghawatirkan
"tidak usah Yah,biar Ibu saja yang akan membantu Mila. Ayah bisa tidak bantuin ibu menyiapkan air hangat dan tunggu di luar saja tidak usah masuk ke sini"
tanpa banyak bertanya Ayah Amir pun langsung berlalu dari kamar Kamila dan menyiapkan apa yang di minta istrinya
"apakah ada yang ingin di sampaikan pada Ibu"Ibu Mia berbicara sambil mendekati Mila
__ADS_1
di singkirkan nya selimut yang menutupi bagian tubuh anaknya
"apakah ini sudah waktunya?"Ibu menyingkap baju yang menutupi perut anaknya di usapnya bagian perut yang sudah mau menyusut itu sambil menahan tubuhnya agar tidak bergetar karena menahan tangisnya
Ibu bukan tidak sedih, marah atau pun kecewa kepada anaknya tapi dia berusaha menahannya karena ini bukan waktunya untuk menunjukkan amarah karena Ibu tidak mau menambah beban kepada anaknya yang sudah cukup tertekan dengan keadaannya sekarang
"Ibu"
hanya itu yang keluar dari mulut Kamila dia tidak mampu mengeluarkan kalimat lain sambil menangis
"tidak usah menangis, ayo persiapkan diri mu kasian anak mu sudah ingin segera melihat dunia "
Ibu membantu Mila melahirkan anaknya karena Ibu dulunya sempat sekolah perawat dan bekerja di poli kebidanan dan kandungan
tida butuh waktu lama terdengar lah suara bayi yang menangis kencang dan itu cukup membuat Ayah Amir bingung dan heran
"kenapa ada suara bayi menangis dan itu berasal dari dalam kamar Mila, perasaan tidak ada yang datang ke sini deh"
__ADS_1
karena penasaran bayi siapa yang menangis begitu kencang Ayah pun masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sambil membawa baskom yang berisikan air hangat