Penentuan Arah

Penentuan Arah
Ibu


__ADS_3

malam yang penuh dengan kehangatan itu kini telah berganti menjadi pagi.Pagi yang di penuhi dengan kegelisahan


setelah menghabiskan waktu yang penuh canda dan tawa hingga hampir tengah malam


kini malam itu telah menjadi pagi dan pagi menuju ke siang


dan Kamila sedang di hadapkan dengan sakit yang teramat sangat di bagian bawah perutnya


"ya Allah apakah ini sudah waktunya, jangan buat mama susah ya nak.Mari kita berjuang bersama-sama"


di usapnya bagian perut yang di rasa sakit sambil tersenyum dan mengucapkan


Harapan-harapannya kepada perut buncitnya


"Mila kamu kenapa atuh neng kenapa tidak keluar kamar"


Ayah Amir meminta agar Kamila tidak mengurung diri di kamar tapi tidak ada jawaban dan itu membuat Ayah Amir menjadi panik karena dari pagi Kamila tidak keluar dari kamarnya

__ADS_1


hingga ia berkali-kali menggedor pintu kamar Kamila dan sama sekali tidak ada jawaban hingga tanpa aba-aba ia langsung mendobrak pintu kamar


dan betapa terkejutnya Ayah Amir melihat keadaan anak perempuannya yang sedang berbaring kesakitan


dengan langkah yang cepat Ayah Amir menghampiri Kamila


"Bu Ibu cepat ke sini Bu ini Mila kenapa"


Ayah Amir berteriak memanggil Ibu agar melihat keadaan anaknya


tidak jauh berbeda dengan Ayah Amir Ibu pun sama saat melihat keadaan anaknya yang sungguh menghawatirkan


"tidak usah Yah,biar Ibu saja yang akan membantu Mila. Ayah bisa tidak bantuin ibu menyiapkan air hangat dan tunggu di luar saja tidak usah masuk ke sini"


tanpa banyak bertanya Ayah Amir pun langsung berlalu dari kamar Kamila dan menyiapkan apa yang di minta istrinya


"apakah ada yang ingin di sampaikan pada Ibu"Ibu Mia berbicara sambil mendekati Mila

__ADS_1


di singkirkan nya selimut yang menutupi bagian tubuh anaknya


"apakah ini sudah waktunya?"Ibu menyingkap baju yang menutupi perut anaknya di usapnya bagian perut yang sudah mau menyusut itu sambil menahan tubuhnya agar tidak bergetar karena menahan tangisnya


Ibu bukan tidak sedih, marah atau pun kecewa kepada anaknya tapi dia berusaha menahannya karena ini bukan waktunya untuk menunjukkan amarah karena Ibu tidak mau menambah beban kepada anaknya yang sudah cukup tertekan dengan keadaannya sekarang


"Ibu"


hanya itu yang keluar dari mulut Kamila dia tidak mampu mengeluarkan kalimat lain sambil menangis


"tidak usah menangis, ayo persiapkan diri mu kasian anak mu sudah ingin segera melihat dunia "


Ibu membantu Mila melahirkan anaknya karena Ibu dulunya sempat sekolah perawat dan bekerja di poli kebidanan dan kandungan


tida butuh waktu lama terdengar lah suara bayi yang menangis kencang dan itu cukup membuat Ayah Amir bingung dan heran


"kenapa ada suara bayi menangis dan itu berasal dari dalam kamar Mila, perasaan tidak ada yang datang ke sini deh"

__ADS_1


karena penasaran bayi siapa yang menangis begitu kencang Ayah pun masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sambil membawa baskom yang berisikan air hangat


__ADS_2