Penentuan Arah

Penentuan Arah
saling melengkapi


__ADS_3

"dasar cengeng"


tidak ada respon yang Ara berikan tetap fokus


pada kesenangannya


"kenapa meninggalkan pestanya lebih awal? padahal belum di mulai sama sekali"


lagi dan lagi Ara memberikan respon yang sama


"nama gue Kaisar, gue dari sekolah,,,,"


Kaisar duduk di samping Ara sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan


"gue Tara, gue satu sekolah dengan yang punya pesta"


Ara sengaja menggunakan nama belakang dirinya,Tara


lingkungan baru dengan panggilan nama yang baru juga


"berani juga Lo bawa kendaraan sendiri, padahal belum memiliki surat izin mengemudi"


"rumah gue tidak terlalu jauh dari sini"


"oooh"


saat mereka saling terdiam tiba-tiba Kaisar berteriak


"mang"


Ara menatap tajam kearah Kaisar, karena dia berteriak kencang di dekat telinganya


"hehehe maaf replek, visss"


Kaisar mengacungkan dua jarinya sambil cengengesan


"dua mang"


Ara melirik si emang pedang sekoteng

__ADS_1


"gue yang bayar"


"tau,kan Lo yang pesan, dan Lo juga yang makan, jadi ya Lo lah yang harus bayar"


"permisi,mas, mbak"


"terimakasih mang"


saat pedagang tersebut memberikan mangkoknya kepada Ara,Ara begitu sopan kepada pedagang tersebut dari pada ke Kaisar


Ara memakan semuanya hingga habis dan tidak membutuhkan waktu yang lama dan


Kaisar melihat itu semua, tidak ada kata jaim yang terlihat hanyalah isi mangkok yang berpindah kedalam mulutnya Ara hanya itu tidak ada yang lain dalam matanya Kaisar


"kenapa?"


"enggak apa-apa, cumaaa"


"cuma apa?"


"mau nambah"


"enggak, makasih"


dengan gerakan cepat Kaisar mengambil gambar Ara yang sedang bersandar di bangku yang mereka duduki sambil memejamkan matanya


dan itu tidak di ketahui Ara


"berapa mang?"


"biar gue aja, kan gue yang manggil tadi"


Ara menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja


"hey Lo mau kemana?"


"pulang"


"biar gue yang antara"

__ADS_1


"enggak, makasih"


"ini sudah malam loh, apa lagi Lo perempuan, jaman sekarang bahaya bawa kendaraan sendiri"


"terimakasih atas perhatiannya, dan terimakasih juga atas peringatannya, tapi gue ada yang jemput, jadi enggak bahaya kan, karena menurut gue lebih bahaya duduk di sini dengan Lo orang asing, yang enggak gue kenal sama sekali"


Kaisar memilih tersenyuman bodoh karena yang di ucapkan Ara benar adanya


tapi sayang senyuman bodoh itu hilang saat melihat Ara yang berhambur kedalam pelukan seseorang yang tidak terlihat jelas wajahnya karena memakai helm


"jangan bilang-bilang sama Ibu dan Bima ya Kek,Ara tidak mau mereka tau apa yang terjadi malam ini"


"iya, yang sabar ya nak, ini jalan takdir kita yang sudah di tentukan sang pencipta, yang kuat ya"


ternyata yang menjemput Ara adalah Ayah Amir kakeknya Ara,Ara menceritakan pesta yang dia datangi sambil menangis di pelukan kakeknya


"nak,kek, siapa sih sebenarnya peria itu?"


ternyata Kaisar membuntuti Ara dan menguping percakapan mereka karena penasaran yang melihat Ara menangis di pelukan seseorang


Kaisar termenung di dalam kamarnya dia jadi penasaran dan menjadi tertarik kepada gadis yang dia temui di pestanya Nana


Dia mendengar perbincangan Ara dengan Kakeknya, dan Kaisar menjadi semakin penasaran dengannya


"gadis yang sangat menarik,ku harap kita akan di pertemukan kembali"


di tempat berbeda Ara sedang bercerita kebohongan kepada kembarnya tentang pesta yang sudah dia datang, karena tidak mungkin Ara menceritakan pesta buruk itu terulang kembali


"maaf kan aku karena lagi dan lagi tidak membagi kesenangan itu padamu"


Ara memeluk kembarannya sambil berbaring di tempat tidurnya


"kamu melakukan kesalahan apa Ara?"


"hah, hmmm, kesalahan,apa ya? perasaan enggak deh, iyaa enggak Ara enggak membuat masalah kok "


"terus kenapa minta maaf terus,kan lebarannya aja masih lama"


"Biiiiii,ihh nyebelin, Bu Bima nih"

__ADS_1


Kamila hanya tersenyum melihat bagian dari dirinya sedang saling jahili mereka tertawa, berteriak,saling ejek dan saling melengkapi dengan cara mereka masing-masing


pagi menjelang Ara sudah di sibukkan dengan melayani para pelanggan Nenek nya karena sekolahan sedang libur


__ADS_2