
"Ayah,kenapa Ayah tidak pernah menemui kita? apa Ayah tidak rindu sama Ara seperti Ara yang sangat merindukan Ayah,Ara sangat ingin bertemu Ayah sekali saja temui kita "
di tengah malam yang menjelang pagi, dimana saat suara sekecil apapun itu pasti akan terdengar sangat jelas
Di tengah-tengah kesunyian malam Kamila pun harus terbangun karena mendengar suara tangisan, tangisan yang sangat menyayat hati dan begitu memilukan bagi siapa pun yang mendengarnya termasuk Kamila
Kamila terperangah dia terkejut betapa sakit hati nya saat mengetahui siapa pemilik suara yang menangis di tengah malam
Kamila tidur sekamar dengan anak kembarnya jadi dia menyaksikan langsung saat si bungsu Ara memangil-manggil Ayahnya sambil menangis dalam keadaan mata terpejam
sungguh sakit yang sangat luar biasa itulah yang bisa Kamila rasakan saat ini sakit
mengibarat luka yang terkena garam perih yang sangat luar biasa
Kamila sedang menyaksikan kesedihan putrinya ternyata putra sulungnya pun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara kembarannya
"Bu Ara kenapa?"
"tidak apa-apa dia hanya mimpi,sekarang Aa tidur lagi ya"
Bima pun menganggukkan kepalanya karena dia anak yang patuh.jadi dengan segera dia menuruti permintaan Ibunya untuk segera tidur kembali
Kamila mendekap Ara yang masih terisak dalam tidurnya dia pun ikut menangis
__ADS_1
Ara sudah kembali tertidur dengan pulas tapi Kamila malah terduduk di lantai Dia menangissi kesedihan anak-anaknya Ibu mana yang tidak sedih dan sakit ketika melihat anak kembarnya menangis di belakangnya karena menginginkan dan merindukan sosok seorang Ayah
tapi Kamila tidak bisa melakukan apa pun untuk mereka. Padahal sejauh ini Kamila sudah berusaha untuk menjadi Ibu yang terbaik memenuhi keinginan anak-anaknya.
memberikan perhatian penuh dan kasih sayang yang melimpah agar tidak merasakan kekurangan, tidak membutuhkan sosok Ayah yang tidak mungkin Kamila bisa berikan.
termenung di dalam kesunyian pekatnya malam menumpahkan air matanya .
Sebisa mungkin dia selalu berusaha untuk kuat di hadapan orang tuanya dan juga anak-anaknya . Dia tidak ingin terlihat rapuh dan menyedihkan di depan orang, dia berusaha terlihat kuat dan tegar dalam menjalankan kesehariannya bersama anak kembarnya
Dia selalu menunjukkan kebahagiaan di depan semua orang tanpa ada yang tau jika hatinya rapuh dan terluka
karena terlalu hanyut dalam kepedihannya sehingga Kamila tidak menyadari bahwa ada sosok Ibu yang sedang menyaksikan dirinya meratapi kenyataan hidup
Ibu Mia sering melihat Kamila seperti ini menangis dalam diamnya ketika semua anaknya tertidur pulas
"ayo Bu "
Ayah Amir mengajak istrinya untuk kembali ke dalam kamarnya
"Ibu sungguh tidak tahu harus bagaimana Yah melihat Kamila seperti ini Ibu juga sedih.Dia pasti sangat sakti dan tersiksa dengan berpura-pura kuat di hadapan kita.
Dia seolah-olah tidak memiliki beban apapun padahal kenyataannya dia itu sakit Yah ,
__ADS_1
dia sakit.Sakit yang tak dapat di lihat orang.Dia sebisa mungkin menutupinya bahkan dari kita orang tuanya"
Ibu Mia tidak bisa membendung air mata di hadapan suaminya dia menumpahkan semua yang ada di dalam hatinya , betapa tersiksanya dia melihat anaknya seperti itu setiap malam
"Milla tidak mau kita tau siapa Ayah dari anak-anaknya"
"Ayah tau dari mana?"
"selama enam tahun lebih setelah kejadian itu, kejadian yang sangat luar biasa mengerikan bagi kita .dan selama itu pula kita membantu Milla menjaga anak-anaknya,cucu kembar kita selama itu pula dia tidak pernah mau menceritakan sosok Ayah dari anak-anaknya.
padahal Ayah selu mencari-cari kesempatan untuk memancing berharap agar Milla mau menceritakannya atau keceplosan, tapi itu semua tidak membuat Milla terpancing.
Dia menutupinya dengan rapat seakan dia seperti orang yang lupa ingatan"
Ayah Amir menceritakan bahwa dia selalu memancing Kamila agar Kamila mau membagi beban pikiran dan hatinya kepada dirinya. Karena Ayah mana yang tega melihat anaknya seperti itu
"teruslah kita seperti ini pura-pura tidak tau bahwa kita sering melihatnya seperti itu.
agar kita bisa sedikit membantu meringankan beban pikiran yang sedang Dia alami"
"sampai kapan Yah harus sampai kapan Ibu melihat anak Ibu seperti ini. apa memerlukan waktu seumur hidup Ibu. Ibu ingin Milla Ibu yang dulu, Milla yang selalu membagi ceritanya, tangisannya,tawanya Ibu merindukan itu semua
Bukan Milla yang dipenuhi senyuman palsu, yang di penuhi kepura-pura seperti ini"
__ADS_1
"kita doa kan saja agar Kamila anak kita selalu dalam lindungan Allah. kita juga harus kuat agar Milla kita juga kuat "