
berjalan beriringan menuju ke arah panggung tangan tiga orang tersebut saling terpaut bagaikan keluarga kecil yang sedang mengikuti kemauan bidadari mereka
Kais menatap tajam kearah mereka bertiga dia merasa Ara mengambil Papih nya karena semenjak Kais mengenalkan Ara kepada Papih nya perhatian itu langsung berpindah bukan untuknya lagi tapi lebih kepada Ara
"Ara sayang Ibu enggak usah ikut ya,Ara saja"
"enggak ahhhhh kalau Ibu enggak mau Ara juga enggak usah"
melihat Ara yang tiba-tiba menghentikan langkah kakinya membuat Bima bertanya
"Tiara kenapa? ayo katanya mau nyanyi "
"enggak jadi ahh Pih Ibunya juga enggak mau eun"
"kenapa? bukan kah ini kemauannya Tiara, kenapa kamu tidak mau menurutinya?"
"maaf tuan saya enggak bermaksud"
dengan langkah berat Kamila akhirnya mengikuti langkah kedua orang beda generasi tersebut
"Tiara mau nyanyi lagu apa"
"Tiara suka sama lagu yang ada nama Tiara nya "
"lagu apa itu?"
"itu la...."
Bima tidak mendengarkan penjelasan Kamila tentang lagu yang di pilih Ara karena harus menerima panggilan dari telepon pintarnya
Bima turun dari panggung karena terlalu berisik untuk menjawab telepon
__ADS_1
"ada apa Bim?"
Omah Mutia melihat anaknya yang turun dari panggung, Bima tidak menjawabnya hanya memberikan isyarat dengan mengacungkan ponselnya sehingga yang penasaran kenapa Bima meninggalkan panggung pun langsung paham
Bima mengurungkan niatnya seluruh badannya terasa beku, dunianya seakan berhenti dan kembali mundur ke tujuh tahun lalu perlahan Bima memutarkan tubuhnya untuk menghadap kearah suara yang menariknya ke masa silam
air matanya tidak dapat di sembunyikan jatuh begitu saja dan itu tidak luput dari perhatian istrinya Bima dan juga Kais segudang pertanyaan ada di kepala mereka
Dua orang berdiri di atas panggung menarik semua perhatian yang berada di acara tersebut Kamila dan Ara sungguh menghayati lagu tersebut
Tiara, menggamit kenangan zaman persekolahan
Tiara, ku mimpi kita bersanding atas kayangan
Seakan bisa ku sentuh peristiwa semalam
di malam pesta, engkau bisikan kata
Kita terpaksa berpisah untuk mencari arah
Kita di pukul ombak hidup alam yang nyata
Engkau jauh meniti puncak menara gading yang menjanjikan hidup sempurna
Tapi aku hanya tunduk ke bumi, hidup tertekan
Jika kau bertemu aku begini
Berlumpur tubuh keringat membasahi bumi
Di penjara, terkurung, terhukum
__ADS_1
hanya bertemankan sepi
Bisa kah kau menghargai
Cintaku yang suci ini?
Oh, Tiara, pedihnya
Dapat kah kau merasakannya?
sebuah lagu yang berjudul Tiara yang di nyanyikan oleh Kris di masanya dan kini kembali di populerkan lagi oleh banyak orang
seperti Kamila dan Ara
lagu berakhir dengan sebuah pelukan yang Kamila berikan untuk Ara lalu saling usap pipi karena ternyata mereka pun ikut menitikkan air mata
entah lagunya yang melow, atau mungkin mempunyai kisah tersendiri bagi mereka yang jelas hanya mereka yang tau
sementar Bima melihat Kamila dan Ara meuruni panggung dia pergi entah kemana yang jelas Kamila tidak melihatnya lagi setelah lagunya berakhir karena selama Kamila dan Ara bernyanyi mata Bima seakan menusuknya, dan itu tidak lepas dari mata Kais
Ara berpamitan untuk pulang kepada Omah,Opah, Mamih, dan juga Kais
raut wajah Kais berbeda dari sebelumnya dan sungguh ketara yang di tunjukkan Kais kepada Ara, dia menjadi dingin seolah menganggap Ara asing dan berpaling ketika Ara ingin bersalaman
Ara mendapatkan pelukan hangat dari Opah dan Omah dia sungguh senang hari ini dan ingin segera membaginya kepada saudara kembarnya
melihat Ara yang begitu bahagianya hati Kamila seakan teriris ternyata anaknya membutuhkan sosok lain selain dirinya
saat sedang berjalan menuju pintu keluar untuk menyusun Ara tiba-tiba mulut Kamila di bekap dan di tarik mundur karena tempat itu sepi semua orang berada di depan untuk melihat berbagai macam pertunjukan
"hmmm hmmm"
__ADS_1
Kamila berusaha memberontak sekuat tenaganya agar bisa terlepas, tapi sayang tenaganya tidak sebanding, perlawanannya sia-sia hanya bisa mengikuti langkah yang menyeretnya mundur