
memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan bukan berarti terbatas juga impian
tidak jauh berbeda dengan Bima meskipun memiliki keterbatasan dalam menjalani hari dan kehidupan,tapi dia masih bisa menjalankan kesehariannya seperti pada umumnya
kursi roda adalah alat yang bisa memudahkannya untuk beraktivitas
Bima menderita kelainan pada tulang belakangnya yang menjadikannya tidak mampu berdiri lama dan jika duduk di kursi roda pun harus menggunakan penyangga khusus agar bisa duduk dengan sempurna
saat masih kecil Bima memang tidak bisa seperti kembarnya yang aktif dalam segala hal, karena masih belum bisa bergerak banyak dan masih harus di bantu jika ingin melakukan sesuatu
tapi sekarang karena kemajuan teknologi dan usaha Kamila yang begitu gigih dalam mengumpulkan uang agar bisa membawa anaknya berobat ke dokter spesialis
sekarang Bima sudah banyak kemajuan dari yang tadinya tidak bisa membalikkan tubuhnya sendiri, tidak bisa bergerak, tidak bisa duduk, apalagi berdiri
kini Bima sudah hampir tujuh puluh persen menuju pada kata memiliki tubuh normal
sekarang Bima mengikuti jalan usaha Ibunya Kamila yaitu berdagang di sosial media yang bisa bekerja di rumah tanpa harus berinteraksi dengan orang-orang di luar sana
mengiklankan berbagai macam produk dan tak jarang Bima akan meminta bantuan Ara untuk menjadi modelnya
Bima tidak mau tau bagaimana keadaan dunia di luaran sana
tapi dengan adanya Ara dia akan diberikan berbagai macam cerita, gambar, dan video ke ramaian dan juga ke indahan di luaran sana
Ara akan menceritakan dari pertama ia menginjak kaki di teras rumahnya hingga kembali lagi ke terasr rumah tersebut tidak akan ada yang di kurang-kurangi dan di lebih-lebihi
seperti sekarang ini Ara sedang mengerjakan tugas sekolahnya sambil bercerita
__ADS_1
"kalau belajar itu yang fokus, jangan cerita terus"
"kan Ara ingin berbagi hari dengan kamu Bi, biarpun kamu tidak tertarik dengan keadaan di luar sana, setidaknya kamu tau ada apa saja di luar sana"
Bima tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"ini kegiatan mu hari ini ya Ra?"
"iyaa, Ara tadi habis ngadain sidak dadakan, tapi tempatnya seru deh Bi, kapan-kapan kita kesan yuk Bi"
Bima tidak pernah menjawab ajakan dari Ara, setiap Ara merencanakan sesuatu Bima hanya akan menanggapinya dengan senyuman
"sekali-sekali jawab iya dong Bi, jangan hanya dengan senyuman aja"
"ohhh iyaa Ra teman kamu yang minggu lalu kesini nitipin ini"
"wah mahal itu Ra"
Ara tidak menanggapi perkataan Bima,dia hanya fokus pada ukiran di gantung kunci tersebut
"malah bengong, Ra, Ra, Ara"
"iyaa kenapa Bi?Lo perlu sesuatu?"
"terusin tuh belajarnya, entar keburu ngantuk lagi"
Bima sama Ara masih tidur Satu kamar, padahal mereka sudah memiliki Kamar masing-masing tapi Ara selalu menolak untuk tidur di kamarnya dengan berbagai macam alasan
__ADS_1
barang-barangnya sudah Kamila pindahkan semua dari kamar Bima ke kamarnya Ara, tapi masih tetap saja Ara akan membawa balik barangnya ke kamar Bima kembali
Ara akan tidur terlelap jika di sampingnya ada Bima.
aktivitas keseharian mereka terus berlanjut seperti biasanya
Ara di sekolahnya dan Bima di rumahnya
sekarang Ara sudah mengikuti ujian akhir sekolah menengah pertamanya
Ara di ikutkan kelas akselerasi oleh para guru di sekolahnya dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya
Ara di terima di sekolah paporit dengan bermodalkan otak cerdasnya
Dan rencananya Ara akan di ikutkan kelas akselerasi kembali oleh para dewan guru di Sekolah Menengah Atas
entah karena kebetulan ataukah paktor ke turun Ara menjadi anak yang layak di banggakan
meskipun hidup dan di didik oleh singel mom tapi Ara menunjukkan bahwa hidup mereka baik-baik saja
"Kamu hebat Ra, selamat ya, ternyata Kamu akan tua sebelum waktunya"
Bima memeluk Ara bangga di tempat tidurnya
"apaan sih Bi,kok jadi tua sebelum waktunya"
Ara merenggut mendengar ucapan selamat dari kembarnya, Ara begitu terbuka kepada Bima, Bima akan selalu jadi orang penting setelah Ibunya dia akan menceritakan segala sesuatunya kepada mereka berdua
__ADS_1
dulu Ara akan selalu terbuka kepada nenek dan kakeknya juga, tapi sekarang mereka sudah berbeda rumah, kakek dan neneknya memilih untuk tinggal di rumah tempatnya buka usaha dengan alasan cukup jauh jika harus bolak balik dan akan seminggu sekali mereka akan pulang ke rumahnya Kamila