Penentuan Arah

Penentuan Arah
Ngidam


__ADS_3

waktu terus berjalan hari terus berganti minggu pun ikut berlalu tapi usaha Bi tuk menghilangkan penghalang untuk di masa depannya seolah sia-sia saja berbagai macam cara sudah di peraktekkan kepada Kamila tapi semuanya seakan percuma Kamila bahkan baik-baik saja dan sekarang malah mengalami morning sickness dimana Kamila harus mengalami mual dan muntah walaupun Kamila harus mengalami morning sickness tapi berat badannya malah naik makin berisi dan terlihat lebih cantik dan mempesona


"kenapa harus dandan segala sih emang siapa yang mau sama ibu hamil"ketus Bi saat melihat Kamila yang lebih menarik dan menggairahkan dari sebelumnya


"Bi aku mau makan asinan boleh ya kayaknya segar kalau makan itu sekarang sampai-sampai aku ngiler ni ngebayangin nya saja "Kamila meminta asinan kepada Bi sambil mengeluarkan air liur dari dalam mulutnya


"hmm"


hanya itu yang keluar dari dalam mulut Bi Kamila pun terdiam karena sejak mengetahui Kamila hamil Bi lebih banyak diam dan jarang bicara

__ADS_1


Kamila pun tidak memperdulikan sikap dan perubahan Bi kepadanya Kamila pun seolah di sadarkan kalau dia hanya di jadikan teman di saat kesepian yaitu teman di tempat tidur saja hanya itu enggak lebih makannya saat Kamila mengatakan kehamilannya Bi dengan cepat menolaknya tanpa berpikir lebih dulu


di saat Kamila sedang memainkan ponselnya Bi menyodorkan piring yang berisi asinan yang di minta Kamila tadi


"Bi"


hanya kata itu yang keluar dari mulut Kamila


"terimakasih Bi terimakasih banyak kamu sudah menurut ngidam aku mungkin hanya ini ngidam aku yang terpenuhi karena setiap aku ngidam menginginkan sesuatu aku hanya bisa menahannya saja tanpa bisa menurutinya dan disaat aku mual dan ingin memuntahkan sesuatu saat menghirup aroma yang tidak ku sukai aku harus menahan suara ku agar tidak ada yang mendengarnya aku tersiksa Bi dengan semua ini aku butuh kamu Bi untuk menjalani semua ini "

__ADS_1


Bi pun sama seperti Kamila dia pun ikut menangis di belakang Kamila dia pun merasa kasian dan iba melihat Kamila


"maaf kan aku K ini semua karena aku yang tidak bisa menahan nafsu ku dan memaksa mu untuk menyalurkan hasrat bejat ku itu hingga berakhir dengan kehamilan mu ini maaf kan aku K maaf kan aku"


"Bi apakah kita tidak bisa bersama untuk menjadi orang tua anak kita ini "ucap Kamila sambil menarik tangan Bi dan menyentuhkannya ke perut buncitnya


dan tanpa di sangka ada pergerakan kecil dari dalamnya


"K ini kenapa perut kamu kenapa di dalamnya seperti ada yang bergerak K apa kamu merasakannya kalau ada sesuatu yang bergerak dari dalam perutmu"

__ADS_1


dengan antusias Bi bertanya dan menjelaskan kepada Kamila kalau ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya dia berjongkok dan menyingkap baju yang di pakai Kamila untuk mempermudah penglihatannya dan terlihat dengan jelas perut Kamila yang buncit dan ada gerakan yang sangat aktif di dalamnya


"itu anak kita Bi dia sedang menanti kehadiran mu untuk membantu aku meringankan beban ku untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kita ini di hadapan orang tua ku jadi bisa kan kita mengakui ini semua di hadapan orang tua ku dan juga orang tua mu "


__ADS_2