
waktu yang paling di tunggu dan di nanti oleh semua siswa kelas XII ya itu hari kelulusan
begitu pun dengan Alina dia juga tidak jauh berbeda dengan teman-temannya tapi tidak untuk Kamila dia tidak seperti teman-temannya yang lain,
yang sibuk merencanakan acara apa dan akan kemana
"Mill ada apa,kenapa kamu tidak mau ikut merayakan kelulusan kita padahal ini rencana kita kan dan ini sering kita bicarakan saat baru memasuki kelas XII tapi kenapa saat waktu yang di tunggu ini tiba malah kamu tidak mau ikut dan parahnya lagi hanyalah kamu orang satu-satunya yang tidak ikut di antara semua siswa apa masalahnya uang sehingga kamu tidak bisa ikut "
Alina merasa ada yang janggal
"bukan itu Al bukan masalah uang"
"lalu apa Mill, kamu kan yang pertama menyarankan acara kelulusan kita akan ke villa yang di sana lalu apa alasan kamu sampai tidak ikut bahkan kamu sampai menyisihkan uang jajan mu dari pertama masuk kelas XII karena takut ayah dan ibumu tidak punya uang"
__ADS_1
mendengar itu semua Kamila malah menangis dia ingat kalau semua itu rencananya keinginannya yang di setuju teman-temannya tapi sekarang malah dia sendiri yang tidak ingin ikut, bukan tidak ingin ikut dia ingin bahkan sangat-sangat ingin tapi dia tidak ingin egois dia tidak mungkin harus bepergian jauh bagaimana kalau anaknya lahir di jalan, di villa atau di tempat umum lainnya dia tidak ingin jadi tontonan orang-orang walaupun Kamila tahu dia akan di gunjing orang nanti bahkan bukan hanya dirinya dan juga anaknya tapi juga orang tuanya
"hey kenapa malah menangis anda apa, apa kamu tidak ingin bercerita kepada ku"
tanya Alina sambil memeluk sahabatnya dari samping
di tanya seperti itu tangisan Kamila makin pilu bagi yang mendengarnya dia sangat ingin bercerita tentang masalah yang sedang dialaminya saat ini
"ya Pin kenapa"
......
"aku sedang ada acara dan aku belum bisa memastikannya "
__ADS_1
......
panggilan pun berakhir dan Alina pun harus segera berpamitan karena sudah di tunggu Alpin dan yang lainnya walaupun sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Kamila yang sedang kacau seperti itu
"enggak apa Al pergi saja aku baik-baik saja kok kamu jangan khawatir aku ikut senang dari sini jangan lupa bikin video dan foto yang banyak ya agar aku juga bisa melihatnya seperti kalian toh sama saja kan intinya tujuan kita kesana untuk melihat ciptaannya cuma bedanya kalian melihatnya secara langsung dan aku tidak tapi yang di lihatnya sama kan"
Kamila tahu kalau Alina enggan pergi tanpa dirinya makannya Kamila lebih dulu menyuruh Alina untuk segera pergi karena teman-temannya sudah menunggu
"aku di sini aja ya bareng sama kamu kita rayakan kelulusan kita berdua saja mereka pergi banyakan ini jadi jika aku tidak ikut mereka masih tetap rame"
"jangan gitu Al kalau kamu tidak ikut kasian Alpin dia pasti sangat menantikan kesempatan ini masa kamu tega buat dia kecewa kamu lihat sendiri kan gimana tadi dia begitu senangnya sampai-sampai dia tidak bisa menutupi giginya meski sudah hampir kering"
"tapi gimana dengan kamu, aku tidak bisa ninggalin kamu dengan keadaan seperti ini kita itu sudah di takdirkan dari kecil untuk selalu bersama aku tidak mau ninggalin teman baik aku ini sendirian dengan keadaan yang sangat menyedihkan seperti ini jadi bisa kan aku temani kamu di sini "
__ADS_1