
setahun,dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun sudah berlalu dan kini usia Ara dan Bima sudah menginjak duabelas tahun.
Dan selama lima tahun itu pula Ara akan datang ke villa untuk menagih janji yang telah di ucapkan Ayah Bimantara
tapi sekarang
ulang tahun,kata itu kini menjadi kalimat keramat untuk Ara, karena semenjak pertemuannya dengan Bimantara yang dia yakini adalah Ayahnya itu menjadi ulang tahun yang terindah dan terburuk sekali gus
dimana dia di berikan harapan palsu yang begitu amat sangat meyakinkan, bahwa dirinya akan kembali merayakan hari kelahirannya bersama kedua orang tuanya dan saudara kembarnya sebagai keluarga yang utuh meskipun tidak bisa bersama tapi itu sudah cukup untuk Ara
dengan hadirnya Bimantara itu sudah menjadi hadiah terindah dan terbaik untuk Ara
tapi harapan tinggallah harapan ternyata itu hanya lah janji yang bisa kapan saja di inkari
penantian Ara kini sudah lenyap seiring melangkah usianya
Ara sudah menghentikan penantian panjangnya karena setelah sadar dengan kenyataan bahwa dirinya mungkin bukan anak yang di harapkan
seiring bertambahnya usia, itu semakin mendewasakan pemikirannya Ara
kini Ara sudah memasuki sekolah menengah pertama atau lebih dikenal dengan SMP
Kamila sudah tidak lagi tinggal di tempat Kelahirannya, kini dia dan keluarganya baru berpindah rumah, usaha kecil-kecilan nya begitu banyak kemajuan
kini Kamila memiliki beberapa pegawai untuk membantunya, sementara Bima akan ikut kemanapun Kamila pergi dan kini dia juga menjadi wakilnya Kamila jika tidak ada maka keputusan di ambil alih oleh Bima
karena Bima lebih pintar dan lebih jago dari Kamila atau pun pekerja Ibunya
ide-idenya bermunculan meskipun tidak bisa melihat dunia di luar sana,tapi ada Ara yang akan membawakan Dunia kepadanya apa yang ada di luar sana dan keindahan apa semua itu akan Ara bagikan bersama Bima
sedangkan Kamila membuka usaha makanan yang di jaga oleh Ayah Amir dan Ibu Mia agar betah tinggal bersamanya jadi Kamila mewujudkan keinginan Ibunya membuka usaha kuliner
sementara Ara dia di sibukkan dengan sekolahnya dan teman-temannya walaupun dia menjadi semakin dingin dan menjaga jarak dengan teman-temannya
"Mutia jangan lupa ya nanti datang ke acara ulang tahun ku"
seseorang memberikan kartu undangan untuk Ara dan mengingat kannya untuk datang
__ADS_1
"hmmm "
hanya itu tanggapan yang di berikan Ara
"nanti barengan ya perginya"
"enggak usah, aku bisa pergi sendiri "
"pokoknya aku akan menjemputmu "
Ara hanya melihat sekilas wajah yang memaksa ingin pergi bareng bersamanya
"enggak usah melihat aku seperti itu, ayo kita pulang"
tangan Ara pun di tarik agar mengikuti langkahnya
"aku bisa pulang sendiri"
"tau"
"yah makanya lepasin tangan aku"
"Arya"
"hmmm "
"Bisa lepasin tangan aku "
"enggak, nanti kabar lagi kaya yang sudah-sudah"
Arya adalah kakak kelasnya Ara mereka tetanggaan hanya bida ke RTan
Arya tidak melepaskan genggaman tangannya karena Ara selalu kabur jika di ajak pulang bareng bersamanya
"kenapa enggak sekalian di ikat pake tali aja sih?"
"wah idenya kamu bagus juga, besok-besok aku akan bawa deh"
__ADS_1
"iya sekalian tali tambang"
padahal maksud Ara hanya mengeluarkan kekesalannya, tapi ternyata malah di tanggapi
"kita akan cari hadiah dulu"
Arya melajukan motornya menuju tempat aksesoris yang menjual berbagai macam perenak-perenik yang lucu-lucu
"ayo kamu mau ngasih hadiah apa buat Nana?"
"aku engga bakalan datang"
Arya hanya melihat Ara sekilas lalu kembali mencari hadiahnya, dia tidak menanggapi perkataan Ara
saat ingin membungkus dan membayarnya Arya melihat Ara sudah menenteng tas yang berisi kado, dan Arya pun tersenyum melihat itu
"aku tau kamu tidak mungkin setega itu sama Nana"
Arya berbicara sendiri sambil tersenyum
Nana adalah teman barunya Ara, walaupun Ara tidak pernah merasa punya teman tapi Nana akan selalu ada di dekatnya
bukannya Nana tidak memiliki teman, tapi Nana lebih suka bila berteman dengan Ara meskipun Ara irit berbicara
mereka pun kembali melanjutkan pulang
"turunkan aku di depan "
"loh kenapa?"
"enggak apa-apa"
Arya pun berhenti sesuai dengan keinginannya Ara
"aku titip ini buat Nana"
Ara menyodorkan hadiah yang dia beli tadi untuk di kasihkan kepada Nana
__ADS_1
"maaf, jika kamu tidak pergi aku juga tidak akan pergi"
Arya pun pergi dengan motornya meninggalkan Ara yang berdiri memandangi kepergiannya