
ibarat kata pepatah nasi sudah menjadi bubur tidak mungkin bisa menjadi beras kembali
tidak jauh berbeda dengan Kamila saat pertama kali mengetahui kenyataan yang sedang menimpanya saat ini
Bi mundur beberapa langkah sambil tertawa konyol walau dia tau ini bukan sesuatu yg lucu tapi dia berharap ini hanya sekedar lelucon
"K, kamu jangan bercanda ya lelucon mu ini sangat tidak lucu kamu jangan main-main dengan kata keramat itu"Bi mencoba menenangkan hatinya yang sudah tidak karuan dia juga takut akan kenyataan jika gadis yang selalu ia jelajahi tubuhnya ini telah mengandung benihnya
"K, ini bohong kan kamu hanya menguji aku saja kamu tidak benar-benar hamil kan K,
K jawab aku K kalau kamu hanya bercanda"
di saat Bi meneriaki Kamila dan mengatakan bahwa ini hanya lelucon saja
Kamila malah mengulurkan tangannya dan mengambil tangan Bi meletakkan benda kecil yang di dalamnya terdapat dua garis
__ADS_1
"aku sudah telat tiga bulan dan kemungkinan terbesarnya aku sedang hamil "
"g....kan"
satu kalimat yang keluar dari mulut Bi membuat Kamila membeku seketika
"kenapa Bi, kenapa harus jalan itu yang kamu pilih, apa kamu tidak ada niat mempertanggung jawabkan perbuatan kita ini
apa tidak bisa kita merawatnya bersama Bi apa tidak mungkin kita bisa hidup bersama dengan anak kita ini"Kamila menangis sambil mengelus perutnya
"apakah Kamu yakin Bi dan kenapa kamu menolak anak kita tanpa mau berpikir dulu atau karena aku ibu dari anak ini sehingga kamu dengan terang-terangan menolaknya kenapa kamu dulu memaksa aku untuk melakukannya padahal kamu tidak menginginkan aku untuk menjadi ibu dari anak mu Bi kenapa "tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Bi dia diam seolah bisu dan tuli dia hanya memandang lurus ke depan dan tidak mau melihat ke arah Kamila sedikit pun
waktu terus berjalan di tengah kebisuan dan pikiran yang entah sekacau apa di otak dan hati mereka hingga di sadar kan oleh deringan ponsel Bi dan berlalu meninggalkan Kamila
"minum ini"Bi menyodorkan sebutir kapsul dan air mineral tepat di hadapan Kamila
__ADS_1
"berengsek kamu Bi aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan setega ini"Kamila pun bangkit dari duduknya berniat pergi meninggalkan Bi,tapi Bi dengan sigap menarik tentang Kamila dan mendorongnya dengan kasar
"mau ke mana kamu, cepat minum ini"
"Bi aku tidak mau aku mohon jangan seperti ini Bi"
"minum sendiri atau ku paksa "dengan muka yang merah karena panik dan kesal dengan tingkah Kamila yang tidak mau menuruti keinginannya
"Bi aku mohon aku tidak mau Bi aku takut " tapi Bi seolah tuli dan buta dia tidak memperdulikan permohonan dan ketakutan Kamila dia seolah gelap mata
"kamu jahat Bi kamu jahat"Kamila menangis sambil memegangi perutnya, sementara Bi hanya memperhatikan gerak gerik Kamila tidak luput satu gerakan pun dari perhatiannya
"apa kamu merasakan sesuatu"tanya Bi penasaran karena tidak melihat reaksi apapun yang di tunjukkan Kamila dan Kamila hanya menggelengkan kepalanya saja tanda tidak ada sesuatu yang ia rasakan
"mungkin belum bereaksi kalau sampai kita pulang nanti belum ada tanda-tandanya besok kita ganti dengan cara yang lain jadi kamu jangan khawatir ini pasti akan segera berakhir "
__ADS_1