
Karisa mengundang masalah untuk dirinya dan juga teman-temannya
dia meminta Ara dan juga Nana ikut andil dan jadi peserta dalam taruhan ini
siapa yang bisa jadi gebetannya anak baru tersebut,dia akan di akui hebat di antara mereka bertiga
meskipun tidak ada tanggapan dari Ara sama sekali,bagi mereka Ara tetap lah Ara dia tidak akan memberikan respon apapun tapi dia akan tetap solid dan mengikuti apa yang sudah di arahkan oleh kedua teman barunya ini
bel masuk berbunyi
semua murid terburu-buru memasuki kelas masing-masing namun kali ini ada yang berbeda kelas yang biasanya adem ayem kini tiba-tiba riuh karena ada murid baru di kelas mereka
"perkenalkan namaku Kaisar, aku murid baru di kelas ini"
perkenalan yang cukup singkat dan sederhana tapi sangat menggetarkan jantung Ara
Nana dan Karisa bergantian untuk memperkenalkan diri tapi berbeda dengan Ara yang justru malah terbengong seolah sedang mengingat sesuatu
"Ra ada yang ngajak kenalan Lo tuh,malah bengong"
Ara menatap teman barunya
"boleh duduk di sini?"
Ara hanya menganggukkan kepalanya tanda sebagai jawaban
__ADS_1
acara perkenalan belum usai tapi harus di akhir dengan pelajaran yang sudah menunggu
Kaisar memilih duduk sebelahan dengan Ara dan menggeser Karisa untuk memberikan tempat duduknya
sepanjang pelajaran Ara tidak begitu fokus
otaknya terus berputar kembali ke beberapa tahun silam hingga guru yang sedang mengajar pun harus menegurnya
"Ra Lo ada masalah apa? cerita dong sama kita enggak biasanya Lo enggak fokus saat belajar"
bukannya menjawab Ara malah pergi ngeluyur saja ke luar
"kebiasaan deh tuh anak,maen pergi-pergi aja heran gue "
Ara menyendiri di taman sekolah dia berpikir apakah Kaisar anak baru itu Kaisar yang sama
apakah Kaisar yang ini Kaisar saudara tirinya dan masih banyak apakah-apakah lainya
hingga Ara tidak bisa menyembunyikan air matanya yang terjun begitu saja tanpa di minta
seseorang menghampirinya dan memberikan selembar saputangan
Ara dengan cepat melap pipinya yang basah dengan tangannya
"teruskan saja, jika dengan menangis bisa menghilangkan rasa sesak di dada kenapa tidak
__ADS_1
karena menangis adalah salah satu cara yang cukup ampuh dan mujarab untuk meringankan hati, agar tidak terlalu sesak"
Ara tidak memberikan respon malah berdiri berniat untuk pergi dari sana, namun di tahanan oleh Kaisar
"bersihkan dulu mata dan hidung mu"
Kaisar kembali menyodorkan saputangannya
Ara menatap dalam Kaisar dan masih terus berpikir apakah benar mereka orang yang sama
melihat Ara yang malah terbengong melihat dirinya, Kaisar berinisiatif untuk melap mata dan pipinya Ara yang basah serta hidungnya
sebelah kiri bisa, sebelah kanan bisa pas giliran hidung Ara tersadar dan mengambil saputangan tersebut dari tangannya kaisar
tanpa perasaan Ara membuang ingusnya di sana tidak berpikir tentang perasaan pemilik saputangan tersebut lalu mengembalikan saputangan tersebut dan pergi dari hadapan Kaisar setelah mengucapkan terima kasih
saat menerima kembali barang miliknya Kaisar menatap punggung Ara bergantian dengan kain yang berada di tangannya
tidak habis pikir dengan kelakuan teman barunya, seorang perempuan yang tidak perduli akan penilaian orang lain kepada dirinya
"cukup menarik dan sangat menantang, ternyata alam mentakdirkan kita untuk bertemu kembali, dan aku makin suka dengan gaya mu"
Kaisar merasa tertantang dengan sikap yang di tunjukkan Ara kepada dirinya
bel berbunyi menandakan jam pelajaran terakhir berakhir dan menandakan waktunya para murid untuk pulang sekolah
__ADS_1
"