Penentuan Arah

Penentuan Arah
kehangatan


__ADS_3

Alina yang tetap kekeuh dengan keinginannya dan Kamila yang berusaha untuk meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja sehingga berakhir dengan Alina yang pasrah meninggalkan Kamila walaupun dengan perasaan yang cukup ragu


"aku baik-baik saja jadi kamu tidak perlu khawatir dengan keadaan aku, nikmatilah liburan mu "


Alina pun berlalu pergi walaupun dia merasa ada yang janggal dengan keadaan sahabatnya


setelah kepergian Alina Kamila merasa tidak nyaman dengan keadaan perutnya dia merasakan sakit di area perut


"ya Allah kenapa perut ku sakit sekali"


Kamila merintih menahan sakit sambil mengelus perutnya dengan perlahan Kamila membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur mencoba merilekskan tubuhnya yang terasa sangat tegang


dan rasa sakit itu masih berlanjut hingga malam


"Mila kita makan dulu ayo jangan tidur dulu Ibu sama Ayah bawakan kesukaan kamu loh "mendengar suara ibunya Kamila dengan segera bangkit dari tempat tidur dengan keadaan yang lemah karena menahan sakit Kamila berusaha menutupi dengan senyuman manisnya dia bersikap seolah baik-baik saja


"Ibu, Ayah ternyata kalian sudah pulang Mila kirain kalian akan menginap"

__ADS_1


"ya enggak atuh Mill masa kita ninggalin kamu sendirian habisnya kamu tidak mau sih di ajak nginep di rumah uwa padahal di sana ada semua loh kerabat kita "


"maaf Mila yah gara-gara Mila enggak mau ikut kalian jadi enggak bisa kumpul bareng dan hanya bertemu sebentar "


Kamila merasa sangat bersalah kepada Ayah dan Ibunya


"Kenapa kamu minta maaf emangnya ini lebaran ya, perasaan masih lama deh "


Ayah mencoba sedikit membuat lelucon agar anak perempuan yang ada di depannya tidak bersedih karena merasa bersalah


"ohhh gitu ya,ya udah deh kalau begitu kita pergi ke sana lagi sekarang gimana?"


"Ayyyah"


"ha..ha..ha..."


tawa Ayah dan Ibu pun pecah mereka tertawa yang cukup kencang karena melihat kekesalan anaknya

__ADS_1


dan pemandangan ini cukup menyayat hati bagi Kamila apakah tawa ini akan masih tetap ada,apa kehangatan di rumah ini masih akan tetap sama dan masih banyak apakah-apakah lainnya yang bergelayut di pikiran Kamila


"ya enggak mungkin lah Mill kita balik ke sana lagi kan jauh lagian malu-maluin aja masa sudah pamitan pulang ehh ternyata balik lagi bawa anaknya pula dan bilang mau ikut menginap lagi ada-ada saja kamu mah"


"hehehe iya juga ya gimana reaksinya orang-orang yang ada di sana mana jauh lagi pasti kita sampainya pagi "


"ia pas kita sampai yang lain malah pamitan "


"hahaha "


mereka menertawakan kemungkinan-kemungkinan konyol yang tidak mungkin dilakukan malam semakin larut pun tidak terasa dan sakit di perut Kamila yang sempat tadi ia rasakan seolah lenyap dia tidak merasakan sakit itu lagi yang ada sekarang adalah tawa tanpa beban keluarga ini


dan Kamila sedang menikmati momen ini karena dia tidak tau entah akan seperti apa nanti jika anak yang ada di dalam perutnya terlahir kedunia


apakah kehangatan ini akan masih tetap ada apakah Ayah dan Ibunya masih ingin bicara dengannya masih ingin melihat wajahnya dan mau menerima anaknya


dengan berbagai perasaan yang tidak menentu Kamila tatap satu persatu wajah orang tuanya

__ADS_1


__ADS_2