
setiap orang memiliki masa lalu begitu pun dengan Kamila kini dia sedang di hadapkan dengan masalalunya yang ingin dia hindari
Tapi sepertinya keadaan belum memihak kepada dirinya sekarang justru dia harus menghadapinya
"Bu Ara mau kita nyanyi di atas sana yuk "
"Tiara nyanyi nya bareng Papih Mamih sama Kais"
deg Tubuh Kamila terasa bergetar mendengar suara yang sudah sangat lama tidak dia dengar
"enggak ahhhhh Ara maunya sama Ibu saja kalau Ibu enggak mau Tiara juga enggak apa-apa kok "
"Ara sayang nanti aja ya bareng sama Aa di rumah "
"ya sudah Sanah nak temani lah Tiara kasian dia sangat ingin naik keatas sana untuk bernyanyi "
"iya lagian kapan lagi Kamu bisa naik ke atas sana selain sekarang itupun untuk membuat anakmu senang pergi lah "
"Tapi tuan"
"sudah tidak apa "
"baik lah kalau begitu saya permisi "
saat Kamila memundurkan kursinya karena ingin berdiri tidak sengaja kursi tersebut mengenai seseorang
" maaf saya tidak sengaja "
begitu Kamila membalikkan badannya dan mengangkat wajahnya setelah membungkukkan badannya karena merasa bersalah kursinya mengenai orang lain
__ADS_1
jeder
Dua pasang mata saling bertemu dengan jarak yang cukup dekat terasa menusuk mengenai hati, otak, dan pikiran mereka seolah memperingatkan ke masa yang telah lalu
mereka terdiam, mematung,membeku seketika seolah dunia berhenti berputar pasokan oksigen pun terasa akan habis
"Papih kenalkan ini Ibunya Tiara namanya Kamila dan Bu ini Papih nya Kais namanya Bimantara sama seperti namanya Aa,tapi sekarang dia jadi Papih nya Ara juga Dan ternyata namanya Ara sama dengan namanya omah .Mutiara Dirgantara bedanya Omah tidak ada putrinya "
Dua orang yang baru di pertemukan kembali itu sama-sama terdiam mereka mendengar apa yang di ucapkan Ara tapi otak dan bibirnya terasa lambat mencernanya dan bibirnya sungguh berat untuk mengeluarkan kalimat-kalimat itu
"Bima kenalkan ini Ibunya Tiara namanya Kamila "
"iiibu,ibbbunya Tiara "
pelan tapi pasti Bima melangkah lambat mendekat
Kamila memundurkan langkah kakinya kecil sambil menggenggam erat tangan Ara
"Bima apa-apaan sih kamu lihat tuh Ara sampai ketakutan begitu gara-gara melihat kamu seperti itu"
"maaaa maaf, maaf kan Papih, Papih enggak bermaksud menyakiti Ibunya Tiara "
Tiara pun menganggukkan kepalanya
sementara itu Kamila hanya diam membeku Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan
karena sorot matanya Bima tidak lepas darinya
Kamila mencoba memberanikan dirinya untuk meninggalkan tempat itu
__ADS_1
"maaf Tuan,Nyonya kalau begitu saya dan Tiara permisi dulu "
dengan perasaan yang sedikit lega Kamila mengayunkan kakinya bersama Ara tapi sayang itu tidak sesuai dengan keinginan karena seseorang kembali memanggil namanya dan menarik tangannya seakan tidak rela jika Kamila meninggalkan tempat itu
"K "
Bima memanggil Kamila seperti dulu yaitu dengan satu huruf K
sedangkan Kamila seolah enggan dan risih dengan panggilan itu dengan cepat dia mendahului kalimat yang ingin di lontarkan oleh Bima kepada dirinya
"Kamila tuan suatu kehormatan bagi saya bisa tahu nama anda tuan Bimantara "
Kamila memperkenalkan dirinya kepada pria yang sudah memberikannya dua malaikat tak bersayap yang tidak berdosa dan tidak di inginkan olehnya dan menyuruhnya untuk melenyapkannya
"K "
"maaf bukan maksud saya mengambil nama keluarga besar anda, karena saya tidak tahu sama sekali kalau kita akan di pertemukan kembali dengan nama yang sama. Saya juga tidak tau kalau ternyata nama anda Bimantara
mungkin karena saya kurang wawasan jadi tidak tahu nama dan wajahnya orang-orang kaya seperti anda"
bingung semua yang menyaksikan mereka di buat bingung mereka tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Kamila kepada Bima
"K"
"kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya"
"Tiara sayang ayo kita bernyanyi di atas sana"
tanpa di duga Bima menarik tangan Ara menuju atas panggung dan tangan Ara yang satunya lagi berada di genggaman Kamila
__ADS_1