
kini Bima sudah mulai bisa berdiri di atas kakinya sendiri, meskipun masih tertatih tapi sudah terlihat banyak kemajuan
berkat usaha dan tekad Kamila yang begitu kuat menginginkan Bima bisa normal seperti anak remaja pada umumnya
meskipun Kamila sadar itu tidak akan seratus persen normal,tapi Kamila berharap minimal Bima bisa berdiri dan berjalan menginjakkan kakinya di atas rerumputan tanpa bantuan orang lain dan pastinya dengan biaya yang tidak sedikit
sehingga segala macam usaha Kamila lakoni agar bisa membawa Bima berobat melalui terapi dan juga medis
"Bi Ara butuh pelukan mu"
Ara yang baru datang dari sekolahnya tida seperti biasa, dia langsung menubrukan dirinya ke tempat ternyaman untuk dirinya berbagai kisah
Bima membiarkan saudara kembarnya memeluk dirinya untuk beberapa saat
"Ra pegel nih"
Ara melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan matanya yang sedang menahan kepedihan di hatinya
"Ra"
tidak ada jawaban, Ara masih terdiam menunduk
Bima mengiring Ara untuk duduk di kursi karena dia belum bisa lama untuk berdiri
"ada apa?"
mendengar kalimat tanya dari kembarannya membuat Ara semakin bergetar menahan tangisnya
perlahan Bima memeluk Ara, memberikan sedikit kekuatan agar Ara bisa sedikit lebih kuat untuk menerima kenyataan
"menangis lah, jika itu bisa melegakan hatimu, jangan di tahanan seperti ini"
__ADS_1
dan benar saja Ara menangis sesenggukan
"apa kamu bertemu dengannya?"
Ara menggelengkan kepalanya
"atau kangen sosok itu dan ingin bertemu dengannya?"
Ara kembali menggelengkan kepalanya
"apa yang membuat kamu menjadi cengeng seperti ini?"
Ara mengangkat kepalanya dan menatap dalam saudaranya
"mereka kembali, mereka sekarang ada di sekitar kita dan sekarang Ara satu sekolah dengan penerusnya"
Ara menceritakan Kaisar yang pernah dia jumpai di pestanya Nana dan sekarang mereka malah satu sekolah bahkan satu kelas
Bima mengusap sisa-sisa air di pipinya Ara
tanpa mereka sadari ada Kamila yang berdiri di balik pintu luar, dia tidak sengaja mendengar percakapan anak-anaknya
Kamila terdiam di sana ada rasa takut yang kini mulai menghantui pikirannya
takut anak-anaknya akan meninggalkan dirinya, takut anak-anaknya akan di ambil oleh ayahnya mereka, dan masih banyak lagi ketakutan-ketakutan lainnya hingga Kamila merosot dan duduk di depan pintu
kakinya merasa tidak sanggup lagi menahan tubuhnya untuk berdiri
"Bu, Bu Milla kenapa?"
Kamila tersadar dari segala ketakutannya dia berdiri dan melangkah masuk tanpa bicara sepatah kata pun kepada orang yang berada di rumahnya termasuk kedua anak kembarnya
__ADS_1
dan itu menjadi tanda tanya besar, karena tidak seperti biasanya Ibu mereka bersikap seperti itu
"Ibu kenapa Tante?"
Bima bertanya kepada teman kerja Ibunya yang baru datang dari tempat pemilik perusahaan yang di kelola oleh Ibunya
"Tante juga kurang tau, padahal tadi baik-baik saja, tapi pas di depan pintu Ibu terdiam sambil duduk dengan pandangan mata yang kosong"
Ara dan Bima saling pandang dan berpikiran apakah Ibu mereka mendengar pembicaraan mereka
tidak ada yang berani menyinggung masalah itu lagi, mereka seolah melupakan masalah yang barusan terjadi karena memang tidak terjadi apa-apa hanya ketakutan-ketakutan di dalam hati dan pikiran mereka saja
waktu begitu cepat berlalu kini mereka sedang menjalani semester akhir untuk menuju ke lulus
Nana dan Karisa masih terus mengejar Kaisar, sedangkan untuk Kaisar sendiri malah fokus ingin mendapatkan hatinya Ara yang dia tau Ara adalah gadis yang sempat dia jumpai di tepi kolam saat ulang tahun anak teman Papih nya
saat Kaisar sedang asik menikmati keindahan pemandangan nya, tiba-tiba ada yang nimbrung dan ikut menikmati keindahan tersebut
"Lo gak akan mudah mendapatkan hatinya dia"
Kaisar melihat orang yang bicara kepadanya
dan kembali ke keindahan tersebut
"bantu gue untuk bisa dekat dengannya"
"jangan kan ngedeketin Lo sama dia, gue di pelototi dari sana saja sudah gemetar kaya gini"
Kaisar mencari cara agar bisa dekat dengan Ara dan suatu kebetulan tiba-tiba sebuah mata pelajaran yang mengharuskan mereka mengerjakannya berpasangan
dan keberuntungan berpihak kepada Kaisar Diman dia di pasangkan dengan Ara
__ADS_1