Penentuan Arah

Penentuan Arah
Pelukan hangat


__ADS_3

sungguh indah jika mengenang masa-masa remaja yang Takan bisa terulang rasanya ingin kembali ke masa itu


begitulah yang di rasakan Kamila sekarang walaupun dia bisa menyelesaikan Sekolah Menengah Atas tapi hanya sampai di situ karena Kamila harus mempertanggung jawabkan perbuatannya


Alina dan Alpin meninggal Pina putrinya di rumah Kamila karena merengek tidak mau ikut pulang kerumah neneknya dengan berbagai macam alasan karena ingin tetap bersama Ara dan Bima


di rumah Ayah Amir semakin rame saja karena ada tambahan anggota untuk malam ini dan itu membuat Pina semakin betah saja


Pina di jemput Alpin karena Alina sedang sibuk membantu Ibu mertuanya yang mendapat pesanan untuk acara syukuran besok


"selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun , selamat ulang tahun


suara Kamila terdengar di dalam kamar yang masih gelap dia menyanyikan lagu ulang tahun untuk anak kembarnya sambil membawa kue kecil yang di kelilingi lilin-lilin menyala


sehingga membangunkan si kembar yang masih tertidur di pagi hari


"Ibu "


Kamila duduk di kasur dengan anak-anaknya


"selamat ulang tahun anak-anaknya Ibu, doa terbaik dari Ibu untuk kalian"


Kamila hanya merayakan sekedarnya saja dia bukannya tidak mampu untuk membuat pesta kecil-kecilan tapi dia tidak mau membuat sedih kedua anak kembarnya karena omongan yang sangat kurang pantas jika di dengar anak kecil


seperti tahu-tahu sebelumnya Ara akan mengenakan gaun seharian penuh lengkap dengan mahkotanya seperti Putri Kerajaan


berbeda dengan Bima dia akan menolak dengan keras jika Ara memaksanya


saat Kamila sedang mendandani Ara ponselnya bergetar di atas meja


"kenapa Al ?"


.....


"hmmm gimana ya "


....


"maaf ya "


obrolan singkat pun terputus


"siapa Mill ?"


"Alina Bu"


"kenapa dengan Alina ?"


Kamila menjelaskan apa maksud Alina


"pergilah jarang-jarang dia minta tolong sama kita "


"Ibu kan tau tidak mungkin hari ini aku bisa meninggalkan sikembar


"enggak apa-apa mereka juga pasti bakalan ngerti "


dengan perasaan yang bercampur aduk yang tidak dapat di mengerti.


Kamila melajukan kendaraannya menuju tempat yang Alina arahkan melalui ponselnya


jantung yang berdegup kencang, badan yang bergetar, matanya terasa panas seperti akan mengeluarkan airnya, otaknya seakan berhenti berputar, pikirannya menerawang jauh kemasa kelam dirinya dulu


"jalannya yang sama dan tempatnya mungkin sama pasti orangnya berbeda dan kita pasti tidak akan pernah bertemu lagi "

__ADS_1


Kamila meyakinkan dirinya bahwa ini cuma kebetulan saja karena dia tidak mungkin bertemu lagi dengan masa lalunya


semakin dekat semakin terasa hatinya bergetar


"kenapa,kenapa perasaan ini harus muncul kembali "


Kamila hanya bisa membatin


ternyata benar tempatnya sama , tempat yang sering Dia datangin.


Alina sudah menunggunya di depan agar Kamila bisa memasuki tempat tersebut karena yang datang kesana harus mengembalikan undangan yang sempat di berikan oleh yang punya acara


jadi ini terbatas dan hanya orang tertentu saja yang bisa datang ke sana


Kamila melangkahkan kakinya yang terasa amat sangat berat di genggamannya tangan mungil si cantik Ara


"Kamu kenapa Mill ? sakit ?"


melihat teman baiknya yang seperti sedang menahan beban Alina pun jadi merasa khawatir


"enggak ko Al, emangnya kenapa ?ada yang aneh ya sama muka gue ?"


"muka Lo pucat banget, sumpah deh "


Kamila pun tertawa hambar


"mungkin epek perjalanan jauh, maklumin saja ini yang namanya paktor U"


mereka pun berjalan masuk melalui pintu samping khusus untuk para pelayan karena pintu utama sudah mulai di lewati para tamu undangan


"Ara enggak apa-apa kan Ibu ajak kesini?"


"iya Bu Ara malah senang bisa kesini, apalagi kalau Aa bisa ikut pasti dia akan sangat senang seperti Ara sekarang "


"lain kali kita ajak Aa kesini ya, sekarang Ara duduk manis di sini dan jangan pergi ke mana-mana. Ibu mau bantuin Tante Alina dulu"


Ara duduk sesuai permintaan Ibunya tidak melakukan apa pun hanya kepalanya saja yang bergerak kesana-kemari melihat kesibukan orang-orang yang berlalu-lalang di depan matanya


hingga datanglah seorang anak laki-laki menghampirinya


"kenapa kamu duduk di sini ?"


"Ibu meminta ku untuk duduk manis di sini "


"ayo ikut aku "


anak laki-laki tersebut menarik tangan Ara agar mengikuti dirinya


"nanti Ara di cari Ibu "


"udah enggak papa "


akhirnya Ara mengikuti anak tersebut


"namamu siapa ?"


"Ara "


"kalau namaku Kais.."


tiba-tiba datang anak-anak yang menghampiri mereka, dan Kais pun mengenalkan Ara kepada teman-temannya


Ara tidak merasa rendah diri karena teman-teman Kais tidak usil

__ADS_1


saat sedang asik bermain Kais di panggil salah seorang untuk mengikuti dirinya


Kais mengikuti orang yang memanggilnya sambil menarik Ara agar mengikuti kemana dirinya pergi


"kenapa Kais tarik-tarik tangan Ara?lagian kan yang di panggil Kais bukan Ara "


"enggak apa-apa ikut saja, nanti Kais kenalkan Ara sama Opa dan Omanya Kais"


Ara semakin mengeratkan tangannya pada tangan Kais saat memasuki ruangan yang sudah di penuhi banyak orang


"jangan takut dan ingat jangan lepaskan tangan ini"


mengeratkan genggamannya sambil tersenyum melihat kearah mata Ara


mendengar kalimat tersebut membuat Ara menjadi tenang


"sayang dari mana saja sih dari tadi Mamih sama Papih nyari-nyari Kamu loh sebentar lagi acaranya akan segera di mulai "


"maaf Mih "


"sudah-sudah enggak usah di ributkan, Kai ini siapa ?"


perempuan paruh baya itu menatap dalam mata Ara yang sangat tajam dan mata itu milik seseorang yang sangat-sangat dia kenal


"halo nyonya perkenalkan nama saya Mutiara Putri Argantara "


semua orang yang berbeda di sekitarnya terbengong sesaat


"nama yang sangat cantik, kesini sama siapa?"


peria paruhnya menghampirinya dan menatap Ara lamat-lamat


sementara itu ada seorang yang memperhatikan Ara dia begitu terpesona saat pertama kali mendengar suaranya dan melihat si cantik Ara yang dengan berani menatap lawan bicaranya


"Sama Ibu tuan"


"mutiara cantik sekali seperti perinses pakai mahkota "


"karena hari ini hari ulang tahun Tiara nyonya, jadi Tiara akan mengenakan ini seharian "


Ara akan menggunakan nama Tiara jika di hadapan orang lain


"wah samaan doang ya Mamih, Papih kita juga kan sedang merayakan ulang tahun.


Ara emang berapa tahun ?"


Kais menanyakan umur Ara sekarang


"tujuh tahun Kais"


"K"


seseorang yang sejak tadi sudah tertarik dengan suaranya Ara tidak henti-hentinya memperlihatkan gerakan gerik Ara Dari mulai rambut,mata, hidung, hingga bibir perpaduan dirinya dengan seseorang yang sangat sempurna sehingga dia tidak menyadari mengeluarkan suaranya


dan menghampiri Ara lalu memeluknya erat


"K"


Ara yang mendapatkan pelukan hangat dari seorang yang tidak Ara kenal tapi terasa aman dan nyaman dia merasakan sosok yang sangat dia rindukan selama ini,


dia menikmati pelukan hangat ini


semua yang berada di sana terbengong melihat adegan tersebut tidak ada yang berani mengusiknya

__ADS_1


pelukan hangat itu terlepas, peria tersebut tersenyum memperlihatkan garis wajah Ara diciumnya dari mata,pipi, hidung,kening dan berakhir di kepala


__ADS_2