
vila yg cukup sepi dan jauh dari keramaian pasangan yg tida memiliki setatus ini sedang di mabuk gairah kenikmatan sesaat,mereka sedang melepas rindu,memadu kasih tanpa tau apa yg akan terjadi di masa nanti
dimana masa yg akan amat di sesali nanti tapi inilah mereka yg mereka tau hanyalah sekarang memuaskan hasrat yg ada di dalam diri mereka
seiring berjalannya waktu Alina dan Kamila pun kembali seperti sebelumnya mereka kembali berbaikan karena pikiran mereka yg masih labil jadi kadang marahan dan tiba-tiba akan baikan dengan sendirinya
"mil masih punya pembalut sisa ga,penuh ni males pulang aku"pertanyaan Alina mengejutkan Kamila yg sedang mengotak Atik ponselnya
"ni anak malah bengong,woy mil mimil Kamila Kenapa sih di tanya malah bengong mau kesurupanya"teriakan Alina menarik kesadaran Kamila
"eh kenapa Al,emmm itu ya pembalut,ada ko masih ada"Kamila begitu gugup ketika mendengar kata pembalut
"kamu kenapa mil ko kaya bingung gitu di tanya punya pembalut apa engga"heran Alina melihat tingkah Kamila yg tiba-tiba jadi kaya orang linglung
"eem eng,,,eng,,,ga ko aku engga bingung,nih buruan ganti tar keburu bocor lagi"dengan terbata Kamila mencoba tenang dan berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengusirnya ke kamar mandi
__ADS_1
setelah kepergian Alina ke kamar mandi Kamila dengan sigap mengambil ponselnya dan segera mengecek kalender saat sedang serius memperhatikan angka-angka kalender di layar ponselnya dengan hati dan pikiran yg ta karu-karuan tiba-tiba di kejutkan pula dengan suara deringan ponsel Alina
"aaaais mengagetkan saja,Al Nene telpon "
"kenapa nga di jawab aja sih mil,ya udah deh aku pulang dulu ya"
sesaat setelah kepergian Alina Kamila dengan segera kembali mengecek kalender yg ada di ponselnya dia terus berusaha meyakinkan diri bahwa ini tidak lah benar
namun sayang berulang kali Kamila mencoba mengingat-ingat kapan dia terakhir datang bulan dan dengan seketika ingatan itu datang
malam pun berganti siang Kamila dengan segera keluar rumah dengan alasan ada PR yg belum selesai dan segera berpamitan pada ayah dan ibunya
"Bi aku ingin ketemu sekarang juga ini sangat penting aku ingin ke tempat biasa aku tunggu"setelah beberapa saat menunggu akhirnya orang yang di tunggu pun datang juga
"kenapa, kangen ya padahal masih pagi , sampai rela bolos segala"
__ADS_1
"ayo ada yang ingin aku bicarakan, dan ini sangat penting"Kamila segera memaksa orang yang ikut andil dalam masalah yang sedang di hadapinya sekarang
"emang ada apa sih K, sepertinya sangat serius "tapi tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Kamila
kendaraan yang ditumpangi mereka pun telah sampai di tempat yang biasa mereka kunjungi saat ingin melepaskan hasrat rindu mereka
setelah masuk ke dalam villa Kamila kembali di ingatkan pada beberapa bulan lalu di mana pertama kali dia melepaskan kegadisannya.
dengan secara tiba-tiba Kamila terduduk di lantai dan menangis tersedu kini dia baru menyadari perbuatannya itu sangat lah salah
"K hey ada apa, kenapa malah menangis, aku sudah di sini, jadi kamu bebas melakukan apa pun pada ku sekarang, engga perlu menangis ayo bangun "bingung dengan sikap Kamila yang tiba-tiba menangis
"Bi a,,ku ha,,m,,il"dengan terbata Kamila mencoba memberani kan diri mengatakan apa yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah mereka
"K coba bicara yang jelas aku tidak mengerti apa yang kamu katakan"
__ADS_1
"AKU HAMIL, AKU HAMIL, AKU HAMIL, AKU HAMIL, AKU HAMIL apakah Kamu bisa mendengarnya dengan jelas Bi kalau aku sedang hamil di perut ku ada bayi Bi ada bayi dan bayi ini juga bayi kamu"Kamila berteriak dengan keras tepat di depan muka peria yang biasa di panggil Bi olehnya itu