
kata maaf yang di ucapkan oleh Kamila mungkin tidak akan bisa merubah kenyataan, tapi setidaknya dengan kata maaf ini bisa mengurangi sedikit beban yang begitu berat ia pikul di hatinya
hujan deras masih mengguyur perkampungan dan bila hujan deras semua orang memilih tinggal di dalam rumah
dan ini dijadikan kesempatan untuk Kamila meninggalkan tempat Kelahirannya tersebut
Ayah Amir menimang cucu kembarnya dengan sayang sambil sesekali menghapus air matanya yang masih keluar
"Ayah terimakasih Ayah sudah mau mengadzani anaknya Milla"
sambil mengucapkan terima kasih Kamila mengambil anaknya satu-satu dari pangkuan sang Ayah
__ADS_1
"Ayah Ibu terimakasih telah membantu Milla melahirkan sehingga Milla bisa melihat anak-anak Milla terlahir kedunia dengan selamat.Maaf Milla sudah merepotkan kalian dan membuat malu keluarga ini jadi sebagai hukumannya Milla akan pergi bersama anak-anak Milla"
dengan perlahan Kamila mengambil tangan Ayah dan Ibunya berganti untuk berpamitan sambil mencium punggung tangannya
perlahan melepaskan tangan kasar yang sudah merawat dan membesarkannya selama belasan tahun.
dengan adanya tangan kasar ini ia selalu mendapatkan apa yang di minta meskipun tidak akan pasti, tapi Ayah akan berusaha agar keinginan anaknya bisa terpenuhi
"Milla melihatnya Ayah"
"lalu jika kamu bisa melihatnya kenapa kamu memaksakan diri untuk menerobos hujan"
__ADS_1
"karena saat hujan deras seperti ini semua orang akan berada di dalam rumah mereka, jadi Milla bisa pergi membawa si kembar tanpa di ketahui orang, jadi Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir orang-orang akan tahu kalau Milla sudah membuat aib di keluarga ini"
Kamila menjelaskan alasannya pergi saat hujan turun karena kebiasaan orang-orang yang ada di kampungnya jika hujan deras seperti ini mereka akan mengurung diri di dalam rumah
"lalu jika kamu pergi saat hujan seperti ini bagaimana dengan keadaan anak-anak mu? mereka baru terlahir apa tidak bahaya bagi kesehatan tubuhnya? lalu saat kamu berjalan di dalam derasnya hujan lalu berpapasan dengan seorang apa yang akan kamu katakan? apakah Kamu akan mengatakan Saya pergi dari rumah karena sudah membuat malu orang tua karena melahirkan tanpa seorang suami, atau kamu akan mengatakan karena saya memiliki anak tanpa ada yang mau bertanggung jawab kepada anak saya jadi saya memutuskan untuk pergi dari rumah karena malu kalau sampai tetangga tau, atau kamu mau bilang kalau kamu di usir saat hujan deras seperti ini karena ketahuan melahirkan tanpa adanya laki-laki yang bertanggung jawab, itu maksud kamu.
Apakah belum cukup puas membuat Ayah dan Ibu mu ini malu, apakah belum puasa membuat Ayah dan Ibu mu ini berada di dalam penyesalan dan rasa bersalah karena tidak bisa menjaga anaknya , apakah masih ingin mempermalukan Ayah dan Ibu mu ini ke hadapan muka umum, Bahwa seorang Ayah yang bernama Amir dan seorang Ibu bernama Mia tidak bisa mendidik anaknya dengan baik sehingga melahirkan anak kembar tanpa mempunyai seorang suami dan dengan teganya mengusir anaknya yang baru saja melahirkan di saat hujan sedang derasnya.
apakah itu yang kamu inginkan agar kami mendapatkan gunjingan dari orang-orang yang melihat mu berjalan di derasnya hujan sambil menggendong bayi kembar, agar orang-orang menghujat kami, mengatakan orang tua yang tidak memiliki hati nurani tidak berperasaan membiarkan anaknya pergi dalam keadaan yang memperihatinkan itu yang kamu inginkan itu yang kamu mau?"
Ayah Amir meluapkan emosi yang sejak tadi ia tahan dia sudah kecewa terhadap anaknya yang mempunyai anak tanpa memiliki suami dan sekarang ia baru mengetahuinya saat bayi-bayi itu telah lahir ke dunia belum juga reda atas kekecewaan yang telah di perbuat anaknya kini di kejutkan lagi dengan ucapan anaknya yang ingin pergi membawa anak kembarnya dengan keadaan hujan deras di luar dengan alasan tidak mau membuat Ayah dan Ibunya tambah malu
__ADS_1