
rasa bimbang dan bingung yang kini Ara rasakan di mana dia dalam keadaan di lema
"Ara"
"ya, kenapa?"
"pergilah, dari pada kamu jadi tidak enak hati kalau nanti ketemu dengannya"
"tapi"
"tidak apa-apa, aku baik-baik saja jangan merasa tidak enak padaku"
"Bbbbi"
"hmmm"
"Bbbbi"
"apa Ara, gue baik-baik saja,sana cepetan pergi dari pada berisik"
"makasih ya, dan maafin aku yang harus kembali meninggalkan mu untuk menghadiri pesta yang sudah membuat kita seperti orang bodoh"
"iya, tapi ini kan beda orangnya Ara"
"tapi kan nama acara pestanya sama"
"iyaa aku tau itu, tapi bukan berarti kita harus membenci orang yang merayakan hari kelahirannya"
"bener sih, tapi bagi ku tetap aja sama"
"serah deh, suka-suka mu"
meskipun ragu Ara mencoba untuk memberanikan diri
Ara harus menerima wejangan dari Bima dulu sehingga dia mau datang ke pesta ulang tahun Nana
__ADS_1
meskipun ragu tapi Ara mencobanya
Ara datang sendiri tidak bersama Arya dengan menggunakan motor Ibunya
Ara berpenampilan apa adanya tidak menor atau pun norak beda dengan teman-temannya yang lain yang ingin terlihat lebih cantik dan menarik
Ara berjalan perlahan untuk mendekati pemilik acara yang sedang di kerumuni teman-temannya untuk mengucapkan selamat secara bergantian
karena melihat masih banyak yang ingin melakukan hal yang sama kepada Nana, Ara memilih jadi orang terakhir saja untuk menemuinya, sehingga dia lebih memilih menunggu di kursi tepian kolam renang
"akhirnya Lo datang juga"
Ara hanya memberikan anggukkan kecil saja
tidak menjawab dan tidak menengok orang yang berbicara kepada dirinya
"sudah bertemu dengan Nana"
Ara hanya memberikan gelengan kepalanya
"ikut gue yuk"
Ara kembali menggelengkan kepalanya
"kita temui Nana"
"enggak, Lo aja duluan"
"Lo mau nungguin bubar dulu pestanya? nungguin semua orang pergi, nungguin sepi"
Ara hanya menganggukkan kepalanya
"ohhh berarti Lo harus nginep dong, karena pestanya akan berakhir subuh "
mendengar kata subuh Ara langsung berlari untuk menemui Nana
__ADS_1
karena sikap cerobohnya tersebut hampir saja membuat Ara tercebur ke dalam kolam renang kalau tidak ada yang memegangi tangannya
"ini bukan taman kanak-kanak, atau pun arena balap lari, jadi tidak perlu lari-larian karena tidak akan ada yang meladeni mu"
mendengar nasehat tersebut dari orang yang sudah membantunya Ara tidak menanggapinya dia hanya mengungkapkan terimakasih lalu pergi
"maaf sudah merepotkan anda karena membantu saya, dan terimakasih karena anda sudah membantu saya"
orang itu hanya memperhatikan kepergian Ara yang begitu dingin dan sangat terlihat menjaga jarak
dengan perlahan orang itu membuntuti Ara dari belakang
dia melihat Ara terdiam sejenak di dekat kumpulan teman-temannya
mendekatinya, menyodorkan sesuatu, lalu pergi begitu saja meskipun ada yang berteriak memanggil-manggil namanya
itulah yang di lihat oleh orang yang sudah menolong Ara agar tidak tercebur tadi
"Raaa,Raaa, Tiara, dengerin dulu penjelasan gue"
Nana mencoba mengejar Ara, tapi sayang Ara sudah menaiki kendaraannya dan pergi dari halaman rumahnya
"maafin gue Ra, sungguh gue enggak bermaksud seperti itu"
Nana kembali ke acaranya dan gagal menghentikan Ara
sedangkan Ara sendiri meninggalkan pesta Nana sebelum acaranya di mulai
Ara menghentikan kendaraannya di taman depan minimarket,Ara membeli es krim, coklat, dan cemilan lainnya, tidak ketinggalan tisu, duduk di bangku taman sambil tertawa hambar Ara membuka belanjaannya dan memakannya sambil menangis
Ara memakan semua yang dia beli sambil menangis tersedu-sedu dia tidak mengeluarkan emosinya melalui ocehan tapi dia menluapkan emosinya dengan seperti itu
memakan makanan kesukaannya sambil menangis pilu
dan itu semua tidak luput diari perhatiin seseorang yang sudah sejak tadi mengikutinya
__ADS_1