Penentuan Arah

Penentuan Arah
Merayakan ulang tahun


__ADS_3

Takdir jodoh maut rejeki sudah ada yang mengatur itu semua


begitu pun pertemuan yang tak terduga oleh siapapun. tidak ada yang menyangka akan kembali di pertemukan dengan masa lalu


termasuk seorang peria yang sedang mengadakan anniversary dan Sukuran atas kehamilan istrinya yang sudah tujuh tahun menikah baru di karuniai anak


bisa di katakan cukup istimewa anniversary nya kali ini sehingga mengundang banyak orang dan cukup privat karena tidak sembarang orang yang bisa hadir di sana hanya orang yang mendapat undangan saja yang boleh datang dan itu pun harus mengembalikan undangan kembali agar di perbolehkan mengikuti acara tersebut


Tapi keberuntungan sepertinya sedang berpihak kepada Kamila dan putrinya Ara.


entah ini keberuntungan atau kah kesialan


yang jelas mereka bisa berada di acara semegah itu tanpa harus memiliki undangan


"Opa,Oma kenalkan ini teman barunya Kai"


Kais mengenalkan Ara kepada Opa dan Omanya


"hallo nyonya perkenalkan nama saya Mutiara Putri Argantara. senang bisa bertemu dengan anda"


serentak semua mata menuju Ara


Ara berada di tengah-tengah keluarga besar pemilik acara jadi wajar saja jika saat memperkenalkan dirinya semua menatapnya karena namanya dan Omanya Kais sama


Ara di tanya berbagai pertanyaan yang dapat Ara jawab dengan kepala tegak,mata tajamnya menusuk setiap orang yang mengajaknya berbicara,dia tidak menunjukkan rasa gentarnya di hadapan semua orang dia sungguh berani


dan itu menarik perhatian seorang peria yang memperlihatkan semua yang ada di dalam diri Ara


"K"


pelukan hangat yang tidak pernah Ara rasakan kini tiba-tiba menghampiri dirinya


dipeluknya erat-erat, di ciuminya seluruh wajah Ara di hadapan semua orang sambil menyebutkan satu huruf yaitu K


pemandangan yang sungguh membingungkan


"maaf tuan sepertinya semua tamu undangan sudah pada datang. Apakah acaranya akan di mulai sekarang ?"


"iyaa "


semua orang menuju arah panggung karena ingin melihat lebih dekat akan seperti apa kemegahan pesta tersebut

__ADS_1


Ara di tinggalkan oleh orang-orang yang tadi menanyainya


karena sadar diri siapa dirinya Ara membalikkan badannya untuk kembali pada Ibunya Kamila


sementara si pemilik acara.


Saat berada di tengah-tengah panggung dia merasakan ada sesuatu yang dia lupakan lalu tersadar ketika mendengar Kai menceritakan bertemu di mana dengan teman barunya


tanpa sadar dia berlari menuruni tangga dan menuju tempat di mana tadi Dia meninggalkan Ara dia mencari-cari kemana perginya Ara


semua tamu undangan menatap heran dengan tingkah tersebut


sedangkan keluarga yang sudah berdiri di atas panggung hanya bisa pasrah melihat anaknya pergi begitu saja dan berniat akan mengambil alih acara


"ayo ikut kesana "


Ara di tarik tangannya oleh seseorang lalu menuntunnya menuju ke arah panggung


saat akan menaiki panggung Ara terdiam


"kenapa?"


"tentu saja kita akan sama-sama merayakan hari ulang tahun kita"


"apa boleh Ara meminta seseorang untuk mengambil gambar Ara saat di atas nanti?"


Ara memajukan kamera yang di kalung kan di lehernya


"tentu saja,sini Kita minta bantuan Om itu untuk mengambil gambar kita"


setelah memberikan kameranya kepada salah satu petugas di sana Ara pun menaiki panggung tersebut


semua mata tertuju ke atas panggung acara begitu meriahnya dan Ara berada di tengah-tengah mereka


sementara itu Kamila yang sejak tadi di sibukkan di dapur karena kedatangannya diminta untuk membuat makanan yang sangat mahir Kamila buat jadi dia begitu fokus dengan pengerjaannya.


begitu semua selesai Kamila baru tersadar kalau anaknya tidak ada di tempatnya


"yaaa ampun Ara Kamu kemana nak?"


Kamila mencari Ara di area taman yang dekat dengan dapur tapi tidak ada Dia mencari dan menanyakan kepada orang-orang yang berada di sekitar sana tapi mereka tidak mengetahuinya

__ADS_1


dengan tangan dan kaki yang bergetar Kamila memberanikan dirinya untuk memasuki tempat kamu elite tersebut. Begitu kakinya menginjak lantai tersebut Kamila kembali di suguhkan dengan ingatan masa lalunya semua bayangan tentang dirinya dan seseorang berkelebatan di depan matanya


Kamila mengurungkan dirinya untuk masuk lebih jauh kedalam Sana tapi dia teringat anaknya yang ketakutan di dalam sana


dengan tekad yang kuat Kamila menghilangkan semua ketakutannya dia berjalan tegak memasuki ruangan yang di dekorasi sangat luar biasa itu


tidak membutuhkan waktu yang lama


dengan mata tajamnya Kamila bisa menemukan anaknya dia melihat anaknya tersenyum bahagia tertawa bercanda dengan orang baru di sekitarnya


Kamila tidak menyangka ternyata anaknya bisa menyesuaikan diri dengan orang baru dan gaya berbicaranya seperti kalangan kelas elitis saja


dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya Kamila berjalan menghampiri Ara


"Ara"


"Ibu... Bu Ara akan mengenakan Ibu pada keluarganya Kais mereka semua baik loh Bu sini-sini"


Ara meraih tangan Kamila untuk mengenalkan pada keluarganya Kais


"Opa, Oma kenali ini Ibunya Tiara"


"Mamanya Tiara ya?wah ternyata masih muda ya"


ternyata keluarganya Kais begitu ramah kepada dirinya dan anaknya padahal tadi dia sempat khawatir dengan keadaan anaknya


"maaf nyonya Tiara sudah merepotkan kalian"


"tidak apa-apa, lagian Tiara sama dengan Kais


jadi berasa punya cucu banyak kita ya Pah"


"iyaa Mah jadi makin rame kita"


mereka berbincang cukup banyak Kamila di persilahkan untuk duduk bersama mereka


"Bu Ara mau nyanyi di atas sana sama Ibu boleh kan"


"Ara sayang kita nyanyinya nanti aja ya di rumah sama Aa juga "


"ayo Tiara nyanyi nya bareng sama Papih Mamih dan Kais mau ?Tiara suka nyanyi lagu apa?"

__ADS_1


__ADS_2