
pagi pun telah tiba seperti hari-hari sebelumnya dapurnya Ayah Amir selalu ramai dengan ulah si cantik Ara
"Bu Ara juga mau bikin sarapan Ara sendiri, kan Ara udah gede "
si cantik Ara merayu Ibunya agar di izinkan
menguasai dapur dan kompor
"Ara minumannya kakek mana?"
Ayah Amir sengaja memanggil Ara untuk menyiapkan minumannya karena dengan cara memberikan Ara kesibukan lain Ara akan meninggalkan keinginannya
Ara seperti anak dewasa,dia berlaku tidak seperti anak kecil pada umumnya dia seolah di dewasa kan oleh keadaan
Dewasa sebelum waktunya
Ara menirukan setiap gerakan Ibunya dia menjalankan peran Ibunya dengan baik
Ara paling suka jika Ibunya punya kesibukan jadi dia bisa leluasa mengurus kembarnnya
dengan telaten menggantikan Ibunya
"Ara kalau sudah besar emangnya mau jadi apa?"
"Ara mau jadi seperti Ibu. Yang selalu jagain kita A"
"ohhh gitu ya "
"iya Ara juga ingin bantu Ibu agar Ibu tidak kesusahan dalam segala hal "
"kamu mah kaya orang gede aja bicaranya "
"biarin Ara kan sayang AA sama Ibu "
"wah ternyata Ara sayangnya cuma sama Aa dan Ibu saja. Nenek sama kakek enggak "
__ADS_1
Ibu Mia datang menghampiri kedua cucunya
"sayang dong masa enggak ,kan nenek sama kakek yang terbaik"
Ara langsung menghampiri neneknya dan memeluknya
Ibu Mia menjaga sikembar karena Kamila sedang pergi ke kota untuk masalah pekerjaanny
Kamila menjadi reseller terbaik karena setiap bulannya selalu mendapatkan pemesanan lebih dari target
dan dia juga sering ikut bimbingan dan arahan dari pekerjaannya tersebut
Kamila bukan hanya jadi reseller saja dia akan jadi apa saja selama iya bisa dan bisa menghasilkan uang dia pasti akan kerjakan dan usahakan
dirumahnya juga Kamila sambil berdagang kecil-kecilan
Ibu Mia yang membantu untuk mengurus warungnya
memang sangat jarang pembeli yang datang paling tetangga di lingkungan itu saja, tapi untuk yang tidak terjangkau dengan jalan kaki lebih sering menggunakan jasa antar karena jarak yang lumayan jauh
bahkan setiap harinya Ibu Mia suka kewalahan melayani pembelinya tapi si cantik Ara selalu siap menggerecoki pekerjaannya dengan cara melayani para pembeli
dengan cekatan dia akan membuatkan pesanan yang dia bisa dari minuman hingga menyiapkan bahan yang di butuhkan neneknya
Ara bisa menjadi kasir yang menerima uang dari si pembeli dan memberikan kembalian jika uangnya lebih besar dari harga makanannya
dan Ara sangat pintar dalam hal itu dia sangat pandai dalam matematika jadi urusan hitung menghitung Ara jagonya. jadi neneknya tidak khawatir karena takut Ara akan salah menjumlahkan uang pembeli
Kamila di karuniai anak-anak yang sangat cerdas walaupun Ara baru duduk di bangku sekolah dasar tapi dia sudah sangat pandai membaca dan berhitung
begitu pun dengan Bima meskipun dia tidak bisa pergi ke sekolahan tapi dia lebih pintar dari Ara dia bisa mengerjakan pelajaran dari sekolahan Ara dengan benar dia cukup melihat dan membacanya saja tidak perlu di jelaskan
dan itu sungguh menjadi nilai plus bagi mereka mempunyai otak yang cerdas cekatan dalam segala hal tidak merepotkan atau menyusahkan Ibunya
"Ibu datang"
__ADS_1
Kamila yang baru saja datang langsung menghampiri kedua anaknya memeluknya dengan erat seakan-akan sudah berapa tahun tidak bertemu
"gimana Aa dan Ara baik-baik saja kan saat Ibu tidak ada"
"iya Bu Ara sama Aa baik-baik saja, tidak nakal tidak bikin nenek sama kakek repot,Ara juga temenin Aa sampai Aa nya bosan hingga menyuruh Ara pergi"
Ara melaporkan kegiatannya selama tidak ada Ibunya
"pintar anak Ibu, nenek sama kakek kemana?"
"nenek di kamar mandi, kalau kakek pergi ke rumah pa haji Aji"
"Ibu punya sesuatu untuk kalian"
Kamila mengeluarkan mainan yang dia beli untuk anak-anaknya
"gimana Mill capek? jauh atau di tempat biasa Kamu datangin?"
Ibu Mia menghampiri anaknya yang baru datang
"pindah tempat Bu. mungkin karena baru pertama kesitu jadi berasa jauh karena tidak tau alamatnya"
"oh ya udah cepetan bersihkan badan Kamu makan lalu istirahat. biar anak-anak sama Ibu"
Ibu Mia meminta anaknya agar segera beristirahat mengingat seharian penuh Kamila berada di luaran
"enggak apa-apa Bu Milla kangen sama anak-anak seharian Milla tidak bertemu mereka, lebih baik Ibu yang istirahat karena seharian Ibu sibuk sendirian"
"Ara tadi bantuin nenek ko di depan Bu "
"hebat anaknya Ibu. karena Ara sudah bantu nenek jadi ini buat Ara dan Ini buat Aa yang sudah Ibu tinggal seharian "
melihat mainan yang Kamila bawa bukannya Bima dan Ara senang tapi mereka malah bertanya
"ini untuk apa Bu?"
__ADS_1