
berasal dari keluarga yang sederhana dan sudah terbiasa dengan segala situasi baik atau pun buruk
menjadikannya peribadi yang kuat, tidak mudah rapuh dan putus asa
Ara dengan lincah melayani para pelanggan Nenek nya dan mereka pun sudah mengenal Ara
"wah kalo ada kamu setiap hari, nenek mau pasti bakalan jadi penganggur Ra"
"cepat gede ya Ra agar saya bisa jadikan kamu menantu"
"kalau sudah besar, nanti sama anak saya saja ya"
dan masih banyak lainnya lagi
saat libur sekolah sudah menjadi rutinitas Ara bantu-bantu nenek dan Kakeknya berjualan di warung makan
biasanya Ara akan sampai sore berada di warung tersebut
Tapi karena warungnya cukup rame jadi semua olahan makanan sudah habis
jadi mereka bisa pulang lebih awal
begitu sampai di rumahnya Ara merasa ada yang janggal
"punya siapa nih,kaya pernah lihat, tapi di mana ya?"
Ara berbicara sendiri saat melihat ada kendaraan asing, lalu bergegas masuk
dan melihat Nana sedang mengobrol dengan Bima
tanpa banyak bicara Ara langsung menyeret tamu tak di undang nya, Nana untuk keluar dari rumahnya
"ngapain Lo di sini?"
"Ra Lo ternyata"
"iya gue, kenapa?"
"gue minta maaf tentang yang semalam"
"udah gue maafin dan sekarang Lo pergi dari sini"
Ara mendorong Nana keluar dari rumahnya
dan itu terlihat oleh Ibunya
"Ara"
"Ibu"
"kenapa Ara seperti itu kepada teman Ara, ayo nak masuk"
"enggak perlu masuk dia sudah mau pulang, lagian dia bukan temannya Ara kok"
__ADS_1
"Ara"
Kamila melihat anak yang mengaku sebagai teman dari anaknya, dia merasa tidak enak hati dengan sikapnya Ara
"gue masih mau di sini Ra boleh kan?"
"boleh, tidak"
kata yang bersebrangan di ucapkan Kamila dan Ara secara bersamaan dan itu membuat Nana bingung
"Ara Jangan gitu ah"
"gue enggak ngijinin Lo untuk datang ke sini lagi, dan ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya Lo menginjakan kaki Lo di sini"
Ara meninggalkan Nana di luar dan masuk sambil menarik tangan Ibunya
Kamila mengikuti keinginan anaknya masuk lalu duduk sambil menarik Ara
"ada apa?"
Ara langsung melihat wajah Ibunya sekilas lalu terdiam sambil menundukkan kepalanya
"Ara bisa cerita kok sama Ibu, jika Ara ingin cerita,ibu siap menjadi pendengar yang baik"
bukannya bercerita Ara malah berbaring dan menaruh kepalanya di pangkuan Kamila dan mengambil tangannya untuk di taruh di atas kepalanya
"Ara cuma mau Ibu ngusapin kepalanya Ara"
Kamila tersenyum sambil mengusap-usap kepalanya Ara yang memejamkan mata
Kamila hanya menggelengkan kepalanya
Ibunya langsung paham saat melihat ke arah pangkuan anaknya ada Ara cucunya yang sedang berbaring, dan langsung paham dengan situasi yang sedang terjadi tanpa harus bertanya
karena sudah jadi kebiasaannya Ara jika sedang dalam mode marah selalu seperti itu
"yah sudah lah Ibu mau istirahat dulu"
dan berlalu masuk meninggalkan anak dan cucunya
"Ara ikut kakek yuk"
Ara langsung terbangun mendengar ajakan dari kakeknya
"kemana?"
"nganterin pesanannya Aziz"
tanpa berpikir Ara langsung pergi mengikuti kakeknya
di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, sebenarnya kakek Amir tidak mengatar pesanan, hanya ingin sekedar menghibur cucu perempuannya saja
"loh kok kita malah kesini sih kek, katanya mau mengantarkan pesanannya bang Aziz "
__ADS_1
"hehehe kakek lupa, kalau tadi kakek ketemu Aziz dan langsung di kasih pada orangnya"
Ara hanya manggut-manggut saja
"ayo kita beli jajanan kesukaannya Bi"
"Ara juga boleh ya kek"
"tentu saja,enggak hahaha"
melihat cucunya cemberut kakek Amir malah tertawa dan meninggalkan Ara yang sedang cemberut
"iiiiih kakek mah gitu"
lalu mengejar kakek Amir yang sedang membeli jajanan kesukaan dirinya dan juga kembarannya, melihat itu Ara langsung memeluknya
"makasih ya Kek"
kakek Amir hanya tersenyum sambil membalas pelukan hangat cucunya
lalu mereka kembali pulang dengan membawa berbagai macam jenis jajanan
"Bi, Ara pulang, bawa kesukaan mu loh"
"Bima aja nih yang di bawakan kesukaannya, Ibu, sama nenek enggak?"
"hehehe, kabur"
Ara berlari memasuki kamarnya dan Bima sambil menenteng keresek jajanannya
"hahaha"
"kenapa Ra?"
"nih Ara bawa kesukaan kita"
Ara membuka keresek bawaannya dan mengeluarkan semua isinya
mereka berdua menikmati makannya di dalam kamar sambil tertawa terbahak-bahak karena nonton film komedi
"kamu baik-baik saja kan Ra"
"tentu"
lalu kembali fokus pada filmnya, sebenarnya Bima ingin membicarakan tentang Nana yang datang tanpa sepengetahuannya, tapi takut merusak mood nya Ara
hari berlalu Ara beraktivitas seperti biasanya, begitu pun dengan Bima
mereka berdua berada pada jalurnya masing-masing
Ara yang seorang pelajar dan Bima yang belajar menyusun bisnis dengan ibunya
berbeda jalan tapi tujuannya sama
__ADS_1
bercita-cita ingin menjadi orang yang sukses dan menunjukkan kepada ayahnya bahwa mereka bisa hidup tanpa kehadirannya,
bahkan mereka hidup lebih bahagia tanpa adanya sosok seorang Ayah.