Pengantin Pengganti Si Lumpuh

Pengantin Pengganti Si Lumpuh
Bab 16: Layak Diperjuangkan


__ADS_3

"STOP!!"


Sammy mengurungkan niatnya untuk memeluk Jessica setelah mendengar seruan kerasnya. "Diam dan berhenti di sana, jangan coba-coba mendekat atau ku pecahkan telormu?!" Ancam Jessica bersungguh-sungguh.


"Kenapa, Sica. Padahal aku merindukanmu. Kenapa kau tidak mengijinkanku untuk memelukmu? Lagipula aku datang untukmu, untuk menyelamatkanmu dari neraka ini. Aku tau kau tidak bahagia dengan pernikahanmu, untuk itu aku datang." Ujar Sammy panjang lebar.


"Siapa yang bilang?! Siapa yang mengatakan padamu jika aku tidak bahagia dengan pernikahanku?! Apa kau tidak melihat semua kemewahan ini? Memiliki suami yang sangat tampan, hidup dalam kemewahan dan bergelimbang harta, setiap hari dilayani seperti ratu. Jadi dimana letak ketidakbahagiaanku?"


Sammy menggeleng. "Tidak mungkin. Kau pasti bercanda dan hanya ingin membohongiku saja supaya aku tidak mencemaskanmu kan?"


Jessica tertawa mendengar apa yang Sammy katakan. "Atas dasar apa aku membohongimu? Lagipula kau pikir kau itu siapa sampai-sampai aku harus berbohong hanya untuk membuatmu tidak cemas!!"


Kemudian Jessica menghampiri Sammy. Dia menarik kemeja yang lelaki itu pakai dan menatapnya dengan tajam. "Dengar ya Sammy, kau dan aku sudah berakhir, itu artinya diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Untuk itu, dengan baik-baik aku minta padamu jangan pernah mengganggu hidupku lagi. Atau aku tidak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran berharga padamu!!"


"Sica, cukup!! Sudah, kita tinggalkan saja dia." Ucap Steven yang kemudian dibalas anggukan oleh perempuan itu.


Sambil menggenggam tangan Jessica. Steven meninggalkan Sammy begitu saja. Bahkan Jessica tak menoleh sedikit pun padanya. Melihat Jessica di bawah pergi oleh Steven, tentu saja Sammy tidak terima. Dia berteriak dan menghentikan langkah keduanya.


"YAKK!! MAU KAU BAWA PERGI KEMANA WANITAKU?!"


Glukkk...


Susah payah Sammy menelan saliva-nya ketika melihat tatapan Steven yang berbahaya. Rasanya dia seperti sedang uji nyali. "Ke...Kenapa kau menatapku seperti itu?! Se..Sebenarnya kamu ini siapa dan kenapa kau pergi membawa calon istriku?!" Teriaknya terbata-bata.

__ADS_1


"Kau bertanya siapa aku? Aku adalah Steven Nero, suami dari perempuan yang kau klaim sebagai calon istrimu!!!"


Kedua mata Sammy sontak membela."A..Apa? Bagaimana mungkin bisa itu kau, bukankah suaminya lumpuh dan seorang pecundang? Lalu kenapa malah lelaki tampan sepertimu?" Sammy menatap Steven tak percaya.


Steven menyeringai meremehkan. "Kau salah mendapatkan informasi, Bung." Ucapnya dengan seringnya yang sama. Kemudian tatapan Steven berubah tajam dan penuh intimidasi membuat Sammy semakin gugup dan berkeringat dingin. "Sebelum aku hilang kesabaran dan membuatmu pulang hanya tinggal nama. Sebaiknya segera enyah dan angkat kakimu dari sini!!" Pinta Steven memperingatkan.


Sadar dirinya berada di tempat yang sama, Sammy pun memutuskan untuk buru-buru pergi dan melupakan niat awalnya untuk menjemput Jessica. Dan sementara itu, Mona tampak marah melihat semua tak sesuai dengan yang dia harapkan. Dan emosinya semakin memuncak ketika Jessica mendongakkan kepalanya sambil menjulurkan lidah padanya. Perempuan itu melemparkan tatapan meremehkan kearahnya.


Mona memutar kursi rodanya dan pergi begitu saja. Dia benar-benar tidak tau bagaimana caranya untuk membuat perhitungan dengan Jessica, perempuan itu selalu saja menang darinya. Jessica benar-benar bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi.


-


-


"Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa mukamu tiba-tiba kusut seperti pakaian yang belum disetrika?" Ia menatap Steven penasaran.


Kemudian lelaki itu mengangkat ke wajahnya dan menatap Jessica dengan tatapan yang sama. "Kau pikir suami mana yang tidak akan kesal ketika masa lalu istrinya tiba-tiba datang, dan dengan seenak jidat mengatakan ingin kembali padanya!! Apa kau pikir itu masuk akal?! Untung saja kau balasanku masih bisa dikendalikan. Jika iblis dalam diri sesudah mengambil alih, pasti laki-laki itu hanya tinggal nama sekarang!!'


"Jadi kau bersikap seperti ini karena kedatangan Sammy? Cemburu eh?" Jessica menyeringai dengan sudut bibir kanannya terangkat naik.


Kedua mata Jessica membelalak sempurna. Gelas air putih yang di genggamannya terlepas begitu saja, membuat benda tak berdosa itu pecah berserakan. Dia terkejut tiba-tiba Steven menyerangnya dengan menyergap bibirnya.


Lelaki itu mencium dan mel*mat bibirnya dengan kasar. Dalam ciuman itu, Jessica bisa merasakan berbagai perasaan yang kini bercampur aduk pada diri lelaki ini. Kesal, marah dan cemburu. Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu.

__ADS_1


Terancam dengan apa yang Steven dilakukan. Buru-buru Jessica mendorongnya dan mengakhiri ciuman itu dengan paksa. Perempuan itu ngos-ngosan, Steven menciumnya dengan tidak manusiawi. Baru saja dia hendak membuka bibirnya untuk melayangkan protes, Steven sudah menyerangnya lagi. Hingga tak ada kesempatan bagi Jessica untuk melawan apalagi menghindar.


Namun ciuman kali ini tak segila tadi, dan lebih singkat dari ciuman yang sebelumnya."Kau adalah milikku, wanitaku?! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati apalagi menyentuhmu!!"


"Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa sikapmu jadi aneh begini?" Jessica benar-benar tidak mengerti dengan perubahan sikap Steven yang begitu tiba-tiba.


"Kau ingin tau kenapa? Karena aku adalah pria malam itu, orang brengsek yang memp*rkosamu empat tahun yang lalu!!" Dan tentu saja pengakuan Steven itu mengejutkan Jessica.


"A..Apa? Ja..Jadi kau adalah bajingan yang merenggut mahkotaku yang paling berharga malam itu?" Jessica menatap Steven dengan penuh selidik. Dia membutuhkan penjelasan.


Steven mengangguk, membenarkan pertanyaan Jessica. "Ya, akulah yang malam itu memp*rkosamu. Pada saat itu aku sedang mabuk berat, dan semua yang terjadi malam itu terjadi begitu saja. Kan aku sendiri tidak tahu iblis dari mana yang telah merasukiku sehingga melakukan perbuatan tidak senon*h itu padamu. Karena yang aku lakukan, diluar kewarasanku!!"


Jessica mengambil napas panjang dan menghelanya."Semua sudah terjadi, Jadi mau bagaimana lagi? Menyesalinya juga percuma, semua sudah terjadi. Itu juga sudah jadi masa lalu, Untuk Apa diingat-ingat Lagi?!" Ucapnya.


Steven menatap Jessica dengan bingung."Kau tidak marah apalagi dendam padaku?"


"Untuk apa? Toh, bukannya sekarang kita juga sudah menikah, jadi apalagi yang perlu dipermasalahkan?! Dan baguslah, karena yang menikah denganku adalah orang yang sudah merenggut keperawananku. Jadi aku memiliki alasan untuk memerasmu. Percuma memiliki suami tampan dan kaya tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Sudahlah, aku mau mandi dulu!!" Jessica beranjak dari hadapan Steven dan melenggang kearah kamar mandi.


Lelaki itu tersenyum tipis. Permasalahannya dengan Jessica sudah terselesaikan. Dan sungguh di luar dugaan, Steven pikir Jessica akan marah dan menghajarnya ketika dia tau jika ialah orang yang menyet*buhinya malam itu. Teryata tidak, Jessica benar-benar berbeda dan layak untuk diperjuangkan.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2