Pengantin Pengganti Si Lumpuh

Pengantin Pengganti Si Lumpuh
Bab 9: Jennie Hamil


__ADS_3

Jessica berdiri di balkon kamarnya dan menatap sang Dewi malam yang masih bertengger diatas sana. Tentu saja karena sang mentari belum siap menampakkan dirinya. Ia bersinar ditemani ribuan bintang diantara gelapnya malam menjelang fajar.


Menurut orang-orang, malam menjelang fajar adalah waktu tergelap dibandingkan waktu lainnya dalam satu hari. Dan Jessica harus bersyukur karena bulan malam ini, ralat.. tapi pagi ini cukup terang untuk menemani dirinya yang kesepian.


Samar-samar, terdengar suara kicau burung dari kejauhan. Mungkin mereka telah bersiap untuk menyambut datangnya pagi.


Pukul 03.30 dini hari, disaat orang-orang masih asik berkutat dengan selimut tebalnya. Jessica justru memilih berdiri sendiri di tempat sunyi.


Dinginnya angin malam dan suara serangga yang entah dari mana datangnya menjadi teman setianya. Jessica hampir terjaga semalaman, entah apa yang membuatnya tidak bisa tidur hampir sepanjang malam.


Tak terasa sudah satu jam lebih dia berdiri di balkon. Suasana gelap gulita perlahan menghilang saat sang fajar telah menampakkan keelokannya di ufuk timur, mentari mulai merangkak naik menuju singgasananya. Menandakan jika pagi telah tiba.


Jessica beranjak dari balkon dan kembali ke kamarnya. Dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah sosok Adonis yang masih tertidur pulas. Wajah tampannya terlihat polos seperti bayi yang baru lahir, sangat berbanding balik dengan saat dia sedang terjaga.


Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Jessica turun ke bawah untuk membuat teh hangat. Mata gadis itu memicing melihat para pelayan yang tampak sibuk wara-wiri, berbagai perabotan yang ada di ruang tamu disingkirkan dan ruangan itu dibiarkan kosong.


Dalam hatinya, Jessica terus bertanya-tanya memangnya akan ada acara apa sampai-sampai para pelayan sibuk menyiapkan ini dan itu padahal ini masih pagi. Tak ingin rasa penasaran sampai membunuhnya, Ia pun memutuskan untuk bertanya.


"Tunggu!! Sebenarnya ada acara apa di rumah ini, kenapa kalian semua begitu sibuk menyiapkan ini dan itu?" Tanya Jessica pada pelayan tersebut.


"Hari ini adalah ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya yang ke tiga belas. Dan Nyonya hendak merayakannya, malam ini akan banyak tamu undangan yang hadir, mereka semua adalah rekan-rekan bisnis tuan besar." Jelas pelayan itu menuturkan.


"Oh, ternyata acara penting. Lalu kenapa Steven Tidak diberitahu jika akan ada acara malam ini? Bahkan Papa dan Mama mertua tidak mengungkit tentang acara malam ini sama sekali," Jessica menatap pelayan itu penasaran.


"Tuan dan Nyonya tidak pernah melibatkan, Tuan Muda Steven. Tuhan besar tidak ingin menanggung malu dengan menunjukkan putranya yang lumpuh pada semua orang, terutama rekan kerjanya." Jawab Pelayan itu.


"Hm, begitu ya. Baiklah kau sudah boleh pergi!!"


Jessica menyeringai tajam. Sepertinya malam ini akan sangat menarik dan penuh kejutan jika ia membawa Steven untuk ikut merayakan ulang tahun pernikahan ayah dan ibu tirinya. Gadis itu kembali ke kamarnya dan memberitahu Steven tentang acara malam ini.

__ADS_1


"Steven, bangun. Aku memiliki informasi yang sangat penting untukmu,"


Steven membuka sedikit matanya dan menatap Jessica penasaran. "Apa tentang pesta ulang tahun pernikahan papa dan wanita ular itu?" Tebak Steven 100% benar.


Dua mata Jessica membulat sempurna. "Kau sudah tau?! Tapi kenapa kau masih santai-santai saja, apa dirimu tidak memiliki rencana untuk membuat sebuah kejutan besar di pesta malam ini?!"


Pemuda itu bangkit dari berbaringnya dan merubah posisinya, Steven duduk bersandar pada sandaran tempat tidur. "Tentu saja punya, dan aku sudah mempersiapkan kejutan itu sejak jauh-jauh hari. Selama ini aku selalu diam saja, tapi tidak untuk kali ini, dan permainan yang sebenarnya baru saja dimulai!!" Steven menyeringai tajam.


Jessica merinding sendiri melihat seringai tajam suaminya. Meskipun ini bukan pertama kalinya, tetapi tetap saja itu terlihat menyeramkan. "Kalau begitu aku tunggu kejutan manismu. Dan malam ini, aku akan membawamu turut hadir dan merayakan pesta itu. Karena bagaimanapun juga kau ini anggota keluarga Nero, kau itu Tuan Muda yang sebenarnya!!"


Steven menyentil kening Jessica gemas. "Dan tanpa kau beritahu pun, tentu aku sudah tau!! Ya sudah, aku mandi dulu. Em, Bagaimana kalau kau ikut dan memandikanku?!" Steven menyeringai.


"Dasar mesum!!"


Steven terkekeh. Padahal dia hanya bercanda, tapi kenapa Jessica menanggapinya dengan begitu serius. Steven beranjak dari tempatnya dan melenggang pergi ke kamar mandi, Jessica mendengus dan menggelengkan kepala.


-


-


Jennie terkejut saat mengetahui hasil pemeriksaannya, iya pikir hanya masuk angin biasa karena beberapa malam Ia tidur di tempat sauna. Tapi sungguh mengejutkan hasilnya, bukannya masuk angin iya malah hamil. Dan parahnya lagi usia kamu hamilnya sudah memasuki Minggu ke-6.


"Benar, Nyonya. Hasil pemeriksaan menunjukkan jika Anda positif hamil, dan usia kehamilan Anda sudah memasuki Minggu ke-6."


Jennie menggeleng. Dia tersenyum seraya melotot kearah dokter. "Tidak mungkin, dokter pasti bercanda. Aku tidak mungkin hamil, ini sangat mustahil!!"


"Terserah anda mau percaya atau tidak, tetapi hasilnya akurat. Anda hamil 6 minggu,"


Tanpa mengatakan apapun lagi, Jennie bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja. Dia harus menemui Mike dan meminta pertanggungjawaban darinya. Mike yang sudah meng menghamilinya, dan dia harus bertanggung jawab.

__ADS_1


.


.


"MIKE!!"


Dua orang yang sedang bercinta panas itu terkejut bukan main karena kedatangan Jennie. Jennie menatap mereka dengan murka. Mike dan kekasih barunya sedang bercocok tanam. Bahkan tubuh mereka dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


"Kalian berdua benar-benar pasangan menjijikkan!! Mike, sekarang juga aku minta padamu tinggalkan wanita itu dan kau harus bertanggung jawab atas bayi yang ada di perutku ini!!"


Mike mengambil celananya lalu memakainya. Dia menghampiri Jennie dan menatapnya penasaran. "Apa maksudmu?" Tanya Mike meminta penjelasan.


"Aku hamil anakmu. Untuk itu kau harus bertanggung jawab, tinggalkan perempuan ini dan nikahi aku!!"


"Atas dasar apa kau mengaturku, lagi pula belum tentu anak yang di dalam perutmu itu adalah anakku. Dan jangan bermimpi Aku akan kembali padamu, jika kau malu dengan anak itu sebaiknya g*gurkan saja. Keluarlah, aku muak melihatmu!!"


Dengan kasar Mike mendorong tubuh Jennie hingga tersungkur ke lantai. Menutup kembali pintu apartemennya , tak lupa dia juga mengganti passwordnya agar Jennie tidak bisa masuk lagi.


"MIKE, KAU KETERLALUAN!!"


Sepertinya tidak ada cara lain, selain harus menggugurkan janin di dalam perutnya. Jennie tidak ingin jika janin itu nantinya akan membawa aib untuk dirinya sendiri.


Masa depannya bisa hancur, jika sampai ada yang tahu bila dirinya sudah pernah melahirkan. Untuk itu dia harus menahannya sebelum petaka terjadi dalam hidupnya!!


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2