Pengantin Pengganti Si Lumpuh

Pengantin Pengganti Si Lumpuh
Bab 18: Rencana Takdir


__ADS_3

Jessica turun dari mobil Steven dengan tidak sabaran. Dia ingin segera bertemu dengan ibunya dan mencari tahu tentang bayi yang pernah dilahirkannya. Mendengar penuturan paman penjaga makam, ada kemungkinan jika putrinya masih hidup. Dan untuk itu Jessica ingin tau kebenarannya.


"Mama!!"


Nyonya Valerie yang sedang bermain dengan Aster di ruang keluarga terkejut bukan main karena dobrakan pada pintu dan teriakan keras Jessica. Ibu dua anak itu bangkit dari duduknya dan menatap bingung pada putrinya tersebut.


"Sica, ada apa? Kenapa datang-datang malah membuat keributan?"


"Katakan dengan jujur padaku, dimana bayi itu sekarang? Dimana bayi yang aku lahirkan malam itu?" Tanya Jessica menuntut.


"Bukankah Mama sudah memberitahumu jika bayi itu meninggal sesaat setelah kau lahirkan,"


"BOHONG!!" Jessica menyela cepat. "Mama sudah membohongiku, anak itu masih hidup. Dan malam kecil yang katamu adalah tempat peristirahatan terakhir anakku ternyata kosong, penjaga makam itu sudah memberitahuku semuanya. Kau membayarnya untuk membuat makam itu kan, apa tujuannya Ma? SEBENARNYA APA TUJUANMU?!" Bentak Jessica penuh emosi.


Lalu pandangan Nyonya Valerie bergulir pada Aster yang tampak ketakutan. Segera dia memeluk gadis kecil itu. "Sica, apa-apaan kau ini?! Kau membuatnya takut!!" Bentak Nyonya Valerie, Aster menangis ketakutan dipelukannya.


"Aku tidak peduli. Aku hanya ingin tau dimana anakku!!"


"Anak itu memang masih hidup, tapi kau tidak akan pernah bertemu dengannya. Dia sudah diadopsi oleh orang lain dan mereka membawanya ke luar negeri!!" Nyonya Valerie membuang muka kearah lain, dia berbicara tanpa menatap lawan bicaranya.


"Kenapa Anda begitu bertele-tele, Ibu mertua!! Sebaiknya kau katakan saja yang sebenarnya pada Jessica!!" Sahut seseorang dari arah depan.


Keduanya menoleh. Seorang lelaki muda berparas tampan terlihat menghampiri keduanya. Kedua mata Nyonya Valerie membelalak melihat siapa yang berjalan kearahnya tersebut.

__ADS_1


"Tuan Muda Nero, kaki Anda?! Bagaimana mungkin Anda bisa berjalan, bukankan Anda lumpuh?!!"


"Jangan mengalihkan pembicaraan!!" Steven menyela cepat. "Sebaiknya katakan dan beritahu kami dimana anak itu sekarang?!" Pinta Steven menuntut.


Lagi-lagi Nyonya Valerie dibuat terkejut oleh pertanyaan Steven. Apakah itu artinya Jessica sudah memberitahunya perihal anak yang pernah dia lahirkan, dan juga mengenai masa lalunya jika dia pernah ternoda. Tidak bisa, Nyonya Valerie tidak bisa memberitahu yang sebenarnya dan menghancurkan masa depan Jessica.


Nyonya Valerie menggeleng. "Tidak ada anak yang pernah dilahirkan. Semua itu hanya halunasi Jessica saja. Karena sebenarnya,~!!"


"Cukup, Ma!! Tidak perlu ada sandiwara lagi. Lagipula aku sudah memberitahu Steven semuanya, termasuk aku yang pernah ternoda dan melarikan sebelum menikah. Dan Steven berhak tau kebenarannya, karena dia adalah ayah biologis dari anak itu!!"


Lagi-lagi Nyonya Valerie dibuat terkejut. Kali ini oleh pernyataan Jessica yang menyebutkan jika Steven adalah ayah biologis dari anaknya. Yang artinya, pria yang meniduri Jessica empat tahun yang lalu adalah dia.


"Ja..Jadi, yang menidurimu empat tahun yang lalu adalah, Tuan Muda Steven?"


Nyonya Valerie menghala napas panjang. Sepertinya memang tidak ada alasan lagi untuknya menyembunyikan kebenaran itu dari Jessica. Toh, ayah dari cucunya juga sudah jelas, sudah saatnya Aster berkumpul dengan orang tua kandungnya.


Ibu dua anak itu mendekati Jessica lalu menyerahkan Aster padanya. Membuat perempuan cantik itu kebingungan, dia menatap ibunya penuh tanya. "Sica, dialah putrimu. Bayi merah yang dulu Mama pisahkan darimu. Maaf, selama ini Mama telah membohongimu dan semua itu kulakukan demi kebaikanmu." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Lalu pandangan Jessica bergulir pada gadis kecil di gendongan ibunya. Matanya semakin berkaca-kaca ketika menatap Aster. Dengan tangan gemetar, Jessica mengulurkan tangannya pada Aster. "Nak, ini Mama. Kemarilah dan biarkan Mama memelukmu." Ucapnya dengan air mata yang jatuh semakin deras.


Gadis kecil itu tak memberikan respon apa-apa, lalu dia menggulirkan pandangannya pada Nyonya Valerie. Ibu dua anak itu mengangguk, mengisyaratkan agar Aster mau dipeluk Jessica. Dan tangis Jessica pun pecah, perempuan itu memeluk putrinya dengan erat sambil berkali-kali menciumi wajah dan kening Aster.


Steven mendekati mereka berdua kemudian memeluknya. Dia perempuan ini adalah bidadari yang Steven miliki sekarang, yang harus dia jaga dan dia lindungi dengan segenap jiwa dan raganya. Dan Steven tak akan pernah ragu untuk mengorbankan nyawanya demi keduanya.

__ADS_1


Sementara itu. Nyonya Valerie tak kuasa menahan air matanya. Dia merasa terharu karena pada akhirnya Aster bisa berkumpul dan bersama kedua orang tuanya. Sungguh sebuah kejutan karena ayah biologis cucunya ternyata adalah Steven.


"Kau sungguh-sungguh, Mamaku?" Aster mengangkat kepalanya dari pelukan Jessica. Perempuan itu mengangguk dengan wajah yang basah oleh air mata.


"Ya, Nak. Aku adalah Mamamu, Mama kandungmu dan dia ini Papamu. Maafkan kami, Nak. Karena terlambat menemukanmu. Mulai sekarang kita bertiga akan selalu bersama, dan tidak akan Mama biarkan siapa pun memisahkan kita lagi."


Gadis kecil itu menangis dan langsung berhambur ke pelukan Jessica. Dia yang selama ini menambahkan seorang ibu, hari ini Tuhan mengabulkannya. Akhirnya Aster bisa merasakan pelukan hangat seorang ibu seperti yang dia inginkan selama ini.


"Mama, jangan pergi lagi. Aster tidak mau kesepian lagi, selama ini Aster tinggal bersama anak-anak nakal yang suka mengambil apapun milikku. Setiap kali nenek datang membawakan makanan dan baju yang bagus. Mereka selalu mengambilnya, boneka kesayanganku juga di rusak oleh anak-anak itu. Hiks, aku tidak mau tinggal di panti itu lagi."


Tak terasa air mata Steven menetes mendengar curhatan putrinya. Anak sekecil ini sudah dibully dan diperlakukan tidak baik oleh teman-temannya.


Sungguh betapa menyedihkan kehidupan putrinya selama ini. Andaikan saja waktu bisa diputar, Steven pasti akan memperbaiki semuanya. Menemukan wanita malam itu lebih cepat dan mencegah hal buruk menimpa putrinya.


"Ini adalah akibat dari keegoisanmu. Jika saja kau tidak memikirkan dirimu sendiri, pasti Aster tidak akan mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain. Sica, ayo kita bawa Aster pulang. Dia layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik!!" Jessica mengangguk.


Sebelum pergi. Pandangan Jessica bergulir pada Nyonya Valerie. Dengan sendu Jessica menatap wanita itu. "Ma, aku sangat kecewa padamu!!" Ucapnya dan pergi begitu saja.


Dia merasa sangat bodoh karena percaya pada ucapan ibunya. Jika saja ia mencari tahunya. Mungkin hal menyakitkan semacam ini tak akan menimpa putrinya. Dan yang terpenting mereka tidak akan pernah terpisah. Tapi disesali juga percuma, karena itu adalah rencana takdir.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2