Pengantin Pengganti Si Lumpuh

Pengantin Pengganti Si Lumpuh
Bab 26: Titisan Iblis


__ADS_3

Kesialan demi kesialan menimpa Dastan, Monik dan anak-anaknya. Entah mimpi buruk apa sebenarnya yang mereka alami, sampai-sampai mereka berempat harus mengalami kesialan yang bertubi-tubi.


Pertama, Monik yang tersetrum di kamar mandi. Lalu Dastan yang mengalami diare parah setelah meminum ramuan penghilang gatal yang diberikan oleh V dan Felix. Ketiga, kedua anak mereka yang dikejar-kejar lebah setelah mandi madu. Dan lagi-lagi itu adalah perbuatan V dan Felix.


Keberadaan Felix dan V di kediaman Steven sangat membantu, Mereka berdua adalah partner yang sempurna untuk Jessica. Karena ketiganya satu server. V dan Felix jahilnya bukan main, mereka selalu saja memiliki cara untuk mengerjai mereka berempat.


Dan bukan V dan Felix namanya jika tidak memiliki 1001 cara untuk mengerjai mereka berempat. Tujuannya agar membuat mereka jerah, lalu meninggalkan kediaman Nero. Tapi sayangnya apa yang mereka bertiga lakukan belum cukup untuk membuat mereka berempat terkena mental parah.


"Ma, sampai kapan kau akan terus bersembunyi? Apa kau tidak capek terus-terusan bersembunyi seperti itu?" Seru salah seorang anak Monik sambil menggedor pintu kamar ibunya.


Sudah tiga hari sejak terjadinya insiden kesetrum pagi itu, Monik tak mau keluar dari kamar. Baik sarapan maupun makan malam, selalu diantarkan ke kamarnya. Monik malu untuk bertemu orang lain, dia tidak mau dihina apalagi dibicarakan dibelakang karena kepalanya yang botak.


Seluruh rambutnya terpaksa harus dicukur habis akibat kejadian pagi itu. Rambut Monik mengembang dan tak tertolong lagi, Monik benar-benar tertimpa nasib sial karena sudah berurusan dengan Jessica.


"Ma," sekali lagi dia berseru sambil menggedor pintu kamar ibunya. Tapi Monik tetap tidak mau membuka pintu kamarnya. Pintu itu terkunci dari dalam, dan hanya terbuka ketika Dastan yang masuk. "Ma, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tidak mau keluar?"


"Mama sedang kurang enak badan, kau pergi saja!!" Seru Monik menimpali.


Wanita itu menatap pantulan dirinya di depan cermin. Keadaannya benar-benar sangat kacau. Wajahnya masih sedikit gosong dan kepalanya botak. Monik tidak bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya, dia bersumpah akan membalas Jessica.


Tok.. Tokk... Tok...


Monik menoleh mendengar ketukan pada dinding kaca disamping kirinya. Seorang pemuda berdiri di sana dengan membawa sebuah kamera yang mereka arahkan padanya. Kedua mata Monik membulat sempurna.

__ADS_1


"Yakk!! Bocah setan, apa yang kau lakukan?!" Teriak wanita itu emosi.


"Hehehe...!! Bibi, kau sangat cantik. Makasih untuk foto dan video terbaiknya. Nanti akan ku unggah ke media sosialku supaya viral. Hahaha..."


"Yakk!!! Jangan macam-macam kau!!" Teriak Monik emosi.


Melihat Monik bangkit dari kursinya. Buru-buru Felix turun dengan menggunakan tali. Dibawah sana sudah ada V dan beberapa anak buah Steven yang sudah siap menangkapnya jika talinya tiba-tiba putus.


Dan sementara itu. Monik hanya bisa berteriak namun tidak bisa berbuat apa-apa karena dia bisa celaka sendiri mengingat jika kamarnya berada di lantai dua.


Ting...


Perhatian Monik teralihkan oleh dentingan pada ponselnya. Dia memeriksa benda tipis itu, kedua matanya membelalak sempurna melihat foto dan videonya sudah tersebar di berbagai media sosial, dan semua postingan itu mendapatkan beragam komentar mulai dari yang biasa saja sampai yang bikin sakit hati. Bahkan beberapa orang memakainya sebagai bahan lelucon dengan membuat meme.


-


-


Steven menghampiri Jessica yang sedang sibuk dengan ponselnya. Sedari tadi wanita itu senyum-senyum sendiri sambil terus mengotak-atik ponselnya, dan itu membuat Steven penasaran. Kemudian dia berhenti disamping Jessica.


"Apa yang membuatmu segirang itu? Memangnya apa yang kau lihat?" Tanya Steven penasaran.


Kemudian Jessica mengangkat ponselnya lalu menunjukkan sebuah video pada Steven. Itu adalah video yang sedang viral saat ini. Alis Steven saling bertautan. "Heh, bukankah ini Monik? Dia sekarang botak? Bagaimana bisa?" Tanya Steven penasaran.

__ADS_1


"Apa kau tidak penasaran, kenapa selama beberapa hari ini dia tidak pernah turun untuk sarapan ataupun makan malam dan terus-terusan mengunci dirinya di kamarnya. Inilah alasannya. Dia sekarang jadi botak, rambutnya tak tertolong lagi akibat sengatan listrik pagi itu." Tutur Jessica memberikan penjelasan.


Sungguh Steven tidak tahu, pantas saja selama beberapa hari dia tidak melihat batang hidung wanita itu. Selain malam itu, dan hanya sekali itu Steven bertemu dengannya. Dan setelah insiden di kamar mandi, dia tidak pernah melihat Monik lagi.


"Hm, jadi itu alasannya tidak pernah ikut sarapan dan makan malam?" Jessica mengangguk. "Ya sudah biarkan saja, cepat ganti pakaianmu. Ikut aku menghadiri sebuah pameran di Busan."


"Lalu bagaimana dengan Aster, tidak mungkin kita meninggalkannya di rumah. Bisa-bisa mereka malah membully-nya."


"Kita bisa menitipkannya di rumah ibumu. Untuk sementara waktu, setidaknya sampai keadaan benar-benar memungkinkan. Dia akan lebih aman jika tinggal bersamanya. Aku tidak ingin menempatkan putriku dalam bahaya, apalagi musuh yang sebenarnya belum muncul sampai detik ini." Tutur Steven.


Jessica menautkan alisnya. "Kau memiliki musuh? Bagaimana bisa, bukankah selama ini kau hanya duduk di kursi roda dan tidak pernah pergi kemana-mana?"Jessica menatapnya penasaran.


Steven menggeleng. "Kau salah, jika aku hanya duduk saja di kursi roda. Lalu bagaimana tragedi malam itu bisa terjadi. Kau masih belum mengenalku dengan baik, Jess. Karena aku tidaklah selemah yang orang-orang pikirkan!!"


"Maksudmu?" Jessica memicingkan matanya dan menatap Steven penuh tanya.


"Aku, adalah pemimpin dan pendiri organisasi Black Phoenix!!"


"Apa?! Itu artinya kau adalah orang yang dijuluki sebagai Titisan Iblis?!"


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2