Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Telur Dadar Gulung


__ADS_3

Dave dan Juwita sampai dikediaman Iskandar dan turun dari mobilnya.Pria itu menggengam tangan sang istri dengan lembut membuat Juwita menoleh pada tangan Dave yang menggenggam tangannya yang terlihat mungil oleh tangan Dave.


Keduanya memasuki hunian mewah itu yang disambut oleh tatapan semua orang yang melempar senyuman kearah mereka.


"Lihatlah pengantin baru kita sudah datang",ujar Fira tersenyum tipis lalu menghampiri keduanya.


Dave melepaskan genggaman tangannya pada jemari Juwita saat wanita itu dipeluk oleh Fira.Dave membiarkan sang istri membaur dengan keluarga sepupunya itu sementara dirinya memilih duduk disebelah Zaki yang sedang menggendong salah satu anaknya yaitu Queen yang begitu manja pada Zaki.


"Kalian terlihat bahagia,kamu benar-benar mencintai Juwita,Dave?",tanya Zaki menatap raut wajah sepupunya yang terlihat cerah dan bahagia.


Dave tak menjawab,pria itu hanya diam saja.Karena ia tak akan jatuh cinta,dia hanya memperlakukan dengan baik karena mengandung anaknya saat ini.Wanita itu tidak boleh stres agar kandungannya tetap berkembang dengan baik.Dan Dave berusaha untuk tidak membuat Juwita stres.


"Aku harap pernikahan kalian segera di publikasikan sebelum kejadian menimpa Kinar dulu tak dialami oleh Juwita",ujar Zaki.


"Tidak akan karena aku tak memiliki penggemar seperti anda Tuan Zaki", sindir Dave.


"Lalu kamu kemanakan kepala staf keuanganku?",tanya Zaki.


Dave lagi lagi diam.Pria itu tak mempedulikan dimana wanita yang terobsesi dengannya itu yang berujung membuatnya harus menikahi Juwita.


"Theo memberitahuku",ujar Zaki.


Sudah Dave duga, tapi ia tak takut dengan Zaki,karena Zaki pasti kita akan melakukan hal yang sama jika ada yang ingin mengusiknya.


"Aku tidak tau lagi setelah Theo menidurinya",jawab Dave.


"Kamu yakin dia tak akan mengusik Juwita?",tanya Zaki.


"Tidak akan ",jawab Dave yakin.


Fira menuntun semuanya orang untuk pindah ke meja makan.Zaki menitipkan Queen yang sudah tertidur pada pengasuhnya.Ia ikut bergabung dengan semua orang.


"Juwi...ini makanan pesanan kamu,kata Dave kamu ingin makan ayam rica-rica kan?",ujar Fira.


Juwita tersenyum tipis sebagai jawaban,ia tak menyangka jika Dave betul betul mengabulkan permintaannya.

__ADS_1


"Kamu ada ada saja Juwi, sudah seperti wanita hamil saja yang ingin makan sesuatu",ujar Jenita yang juga ikut hadir disana bersama kedua orangtua Juwita.


Juwita terdiam mendengar ucapan Kakak angkatnya itu.Wanita itu kehilangan selera makannya seketika.


Dave yang duduk disebelah Juwita mengenggam tangan Juwita dibawah meja untuk menenangkan wanitanya itu.Pria itu mengangguk pelan saat Juwita menatapnya.


"Hussstt...jaga ucapanmu Jenita", tegur Papa Juwita.


Jenita tersenyum sinis pada Juwita.Ia memang dari dulu tak menyukai Juwita yang selalu saja terbaik dari dirinya.Makanya ia tak pernah tinggal dirumah dan memilih tinggal di apartemen.


"Kamu belum isi ya Jen,ini sudah hampir dua bulan pernikahan kamu loh", tanya Fira yang kesal dengan Jennita yang berusaha mempermalukan putri kesayangannya membuat Jenita diam seketika.


"Masalah Juwita ingin dimasakan ayam rica-rica itu apa?.Dia juga sering makan disini dan minta dimasakkan makanan yang dia inginkan.Lalu apa masalahnya?",tanya Fira menatap tajam Jennita.


Dave tersenyum miring menatap Jennita yang mendapat semprotan dari Fira.Pria itu menatap tajam wanita itu dan menandainya.Sepertinya wanita itu harus di awasi agar tak mencelakai Juwita.


"Sudah sudah...jangan diteruskan lagi.Tak baik bicara dihadapan makanan",ujar Zavier menengahi.


Akhirnya makan malam berjalan lancar meski Juwita terlihat tidak menikmati.Dan Dave menyadari itu karena dari tadi Juwita hanya mengaduk-aduk makanannya saja.Pria berwajah datar itu sangat geram dengan kelakuan Kakak angkat istrinya itu.Ia sudah menghancurkan mood Juwita.


Dave mengajak Juwita untuk pulang karena ingin menjaga emosi sang istri tak meledak yang terus saja di ganggu Jenita.


Dave sejak pertama datang sudah memiliki perasaan tidak nyaman melihat adanya keluarga sang istri.


Juwita sebenarnya sangat kecewa dengan Mamanya yang tak merestui pernikahannya dengan Dave.Tapi bukan itu yang jadi masalah untuknya saat ini saat Mamanya menanyakan keaslian perhiasan yang ia pakai.Seolah olah merendahkan Dave yang tak bisa memenuhi kebutuhannya.


"Mau makan apa?",tanya Dave memecahkan keheningan yang tercipta didalam mobil.


"Tidak", geleng Juwita.


"Juwita kamu belum makan apapun tadi,ingat anak didalam kandungan kamu juga butuh asupan",ujar Dave.


"Makan di apartemen saja,aku mau makan telur dadar gulung",jawab Juwita.


"Oke...",angguk Dave melajukan mobilnya segera ke apartemen.

__ADS_1


"Maafkan keluargaku tadi yang seolah-olah me--


"Aku tidak pernah memperdulikan ucapan orang lain",jawab Dave datar.


Juwita hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Dave.Pria itu sangat dingin dan datar padanya.Ia sudah bertekad untuk meruntuhkan dinding beku dalam hati suaminya itu.Besok ia akan menghubungi Daveena apa yang disukai pria itu.Setidaknya ia sudah berusaha untuk hasilnya ia akan menyerahkan pada Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia.


Sesampainya di apartemen Dave melepas jas yang ia gunakan dan melemparnya asal ke sofa dan menggulung lengan bajunya hingga siku lalu melangkah menuju dapur membuka lemari pendingin mengambil beberapa butir telur dan juga bahan lainnnya untuk membuat telur dadar gulung keinginan Juwita.


Juwita hanya melongo dengan apa yang pria itu lakukan.Untuk pertama kalinya ia melihat Dave memasak dan itu terlihat sangat hot bagi Juwita.


"Mas kamu--


"Kamu duduklah dulu,aku akan melakukan dengan cepat",ujar Dave diangguki Juwita.


"Apa kamu mau makanan yang lainnya?",tanya Dave.


"Itu saja...",jawab Juwita menggeleng pelan.


Juwita memerhatikan Dave memotong daun bawang dengan begitu lihai.Wanitu betul betul terhipnotis oleh apa yang dilakukan Pria itu terlihat makin tampan dan sexy dimata Juwita.


Juwita tersenyum tipis seraya mengusap perutnya.Ia tak menyangka Dave begitu memanjakan meski hanya sebatas karena dia hamil anak pria itu tapi itu cukup membuatnya bahagia.


"Nak...kita akan makan masakan Papa kamu malam ini",batin Juwita tersenyum senang.


Dave menyelesaikan masakannya, aroma telur dadar menusuk hidung Juwita membuat wanita itu sabar untuk mencicipi masakan suaminya itu.


Dave menghidangkan masakannya di hadapan Juwita lengkap dengan sepiring nasi."Makanlah...!", ujar Dave.


"Terimakasih Mas",jawab Juwita.


"Ya...aku akan menemanimu",ujar Dave ikut duduk di hadapan Juwita dan mengeluarkan ponselnya untuk melihat jika ada email yang masuk dari Hans.


Juwita menyuap makanannya dan merasakan masakan Dave.Wanita mengerutkan keningnya karena merasa ia pernah memakan rasa makanan seperti ini.Ia mencoba mengingatnya dan ya tadi siang ia makan makanan dengan rasa masakan yang sama.


Juwita menatap Dave apakah mungkin tadi siang pria itu yang memasak.Jika ia,dia sangat bahagia sekarang.Wanita itu makan dengan lahapnya hingga menghabiskan telur dadar gulung itu tanpa sisa.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2