
Dave tampak lemas karena harus bolak balik kamar mandi karena mual yang ia rasakan.Entah sudah berapa kali ia keluar masuk kamar mandi dan yang terakhir ini membuatnya benar-benar lemas.Belum lagi rasa pusing yang tiba-tiba datang membuatnya makin terlihat pucat.
Dave melirik pintu kamar yang terbuka,sang istri masuk dengan membawa segelas teh hangat.Anak yang ada di dalam kandungan Juwita benar benar menghukumnya.Ia pikir rasa mual itu tak lagi datang karena selama disini dua hari ia tak merasakan mual lagi.Tapi saat ia terbangun tadi perutnya terasa di aduk aduk.
"Mas...ini kamu minum dulu",ujar Juwita memberikan segelas teh hangat pada Dave.
"Ya ..",angguk Dave menerima gelas itu dan menyesapnya perlahan.
"Masih mual Mas?,kamu mau makan sesuatu gak?",tanya Juwita.
"Tidak...", geleng Dave.
"Kamu harus makan Mas,ini wajah kamu sangat pucat sekali.Aku akan membuatkan kamu bubur ya",ujar Juwita melangkah meninggalkan kamar untuk membuatkan bubur.
Dave hanya diam menatap kepergian Juwita.Tubuhnya benar benar lemas sekali, ditambah rasa pusing yang begitu hebat.Dave mencoba untuk kembali merebahkan tubuhnya namun rasa mual kembali datang.Kali ini ia berusaha menahannya karena ia tak ingin lagi memuntahkan isi perutnya yang semakin membuat tubuhnya lemas.
Padahal hari ini ia berniat untuk menemani Juwita untuk membeli oleh-oleh sesuai keinginan Juwita.Daveena hari ini kembali berkuliah dan Juwita tak akan bisa pergi sendiri karena ia tak tau negara ini, ditambah ia juga tak ingin Juwita pergi sendirian.
Dave juga tak mau kejadian kemarin terulang lagi.Ia takut ada musuhnya yang menyamar untuk mengikuti orang orang terdekatnya.Meski kemarin Juwita dan Daveena di jaga oleh penjaga bayangan atas permintaan Dave.
Penjaga bayangan juga berlaku untuk Daveena selama kuliah disini.Tapi Daveena tau itu dan ia tak merasa keberatan.Daveena sebenarnya bisa menjaga dirinya sendiri.Ia memiliki ilmu bela diri dengan sabuk hitam untuk tekwondo dan juga karate.Dave memang membekali sang adik dengan ilmu bela diri dan juga membidik senjata karena ia tak bisa menjaga sang adik selama 24 jam.
"Mas...ini buburnya!",ujar Juwita menyentakkan Dave dari lamunannya.
Dave meraih mangkuk itu dan langsung menyuap makanan lunak itu dan rasanya sangat pas di lidahnya.Perlahan bubur itu pindah kedalam perutnya hingga habis tak tersisa.
Juwita tersenyum tipis melihatnya,Dave menghabiskan makanan yang ia buat."Minum dulu Mas",ujar Juwita memberikan gelas berisi air putih pada Dave.
Dave menghabiskan air itu dengan satu kali tegak.Pria itu tersenyum tipis pada sang istri."Terimakasih",ucap Dave.
"Ya... sudah tugasku juga Mas",jawab Juwita kembali meletakkan mangkuk dan gelas kosong ke atas nampan dan membawanya kembali keluar.
"Kamu menghukum Daddy Nak",batin Dave memijit kepalanya yang terasa begitu pusing.
***
Juwita bermain game di ponselnya sembari menemani Dave yang tertidur.Lima menit setelah memakan buburnya Juwita meminta Dave untuk tidur.
Meski awalnya Dave menolak tapi akhirnya pria itu menurut juga ketika Juwita mengomelinya.
__ADS_1
Juwita yang duduk di sofa kamar itu menoleh saat mendengar Dave melenguh pelan.Wanita itu meletakkan ponselnya lalu menghampiri Dave yang sudah membuka kedua matanya.
Dave menatap Juwita yang terlihat kuawatir padanya.Dan itu adalah kali pertama ada orang yang mengkuawatirkannya.
"Masih mual dan pusing gak Mas",tanya Juwita.
Dave menggeleng pelan lalu perlahan bangkit dari tidurnya.
"Jangan langsung turun Mas, sandaran dulu!",ujar Juwita meminta Dave untuk bersandar pada kepala tempat tidur setelah ia menyusun beberapa bantal.
"Aku sudah baikan Juwita",jawab Dave.
"Iya... aku tau,tapi--
"Pekerjaanku banyak Juwita,dan aku tak memiliki waktu santai",ujar Dave menyibak selimut lalu turun dari tempat tidur.
Juwita hanya menggeleng pelan,Dave sangat keras kepala dan juga pekerja keras itu yang ia tau kemarin dari Daveena.
Juwita menatap Dave yang sedang mengotak-atik ponselnya,entah apa yang pria itu lakukan ia tau tahu.Yang pasti Dave bukan menghubungi wanita lain.Dave bukanlah pria yang suka bermain perempuan,itulah yang dikatakan Daveena juga kemarin padanya.
Merasa di abaikan, Juwita pergi keluar kamar.Dia akan meminta Mark untuk mengantarkannya untuk pergi berbelanja.Ia tak mau menganggu Dave yang sibuk dengan pekerjaannya.
Juwita tersenyum lebar saat melihat pria itu duduk dengan bermain ponsel."Sepertinya setiap pria sangat hobi bermain ponsel', gerutu Juwita.
"Mark..."
"Nyonya...ada yang bisa saya bantu?",tanya Mark menyimpan ponselnya.
"Bisa mengantarkanku pergi berbelanja,aku tidak tau kota ini",jawab Juwita.
"Apakah Tuan sudah mengizinkannya Nyonya",tanya Mark.
"Tuanmu sangat sibuk sekali,bisa tidak kamu mengantarku",jawab Juwita.
"Tapi Nyonya...saya harus izin Tuan lebih dahulu",ujar Mark.
"Huffhhh... terserah padamu,aku akan bersiap",jawab Juwita.
"Ya Nyonya",angguk Mark.
__ADS_1
Juwita kembali ke dalam rumah,dan masuk kedalam kamar namun gak menemukan suaminya lagi disana.Juwita segera bersiap dengan mengambil tasnya lalu memakai sepatu.
Ceklek
"Kamu mau kemana?",tanya Dave saat memasuki kamar.
"Aku izin pergi berbelanja ditemani Mark ya Mas",ujar Juwita yang sedang menata rambutnya didepan cermin.
"Aku akan mengantarmu",jawab Dave.
Juwita menoleh pada Dave."Kamu bukannya sibuk Mas,dan gak ada waktu untuk bersantai", sindir Juwita.
"Pekerjaanku sudah selesai.Kenapa kamu lebih memilih meminta diantar Mark dari pada meminta diantar aku, suami kamu",tanya Dave.
"Kamu sibuk, jadi aku gak mau ganggu",jawab Juwita.
"Hufffhh...jika kamu ngomong aku akan meluangkan waktuku",ujar Dave mengambil kunci mobil dan dompetnya diatas nakas.
Juwita tidak salah dengar,jika Dave akan meluangkan waktunya andai dia ingin di antar."Dia bukan seperti Dave yang aku kenal saja",batin Juwita.
"Ayo...!",ujar Dave berjalan lebih dahulu keluar dari kamar.
Juwita mengikuti langkah Dave, wanita itu di buat melongo saat melihat Dave membentak Mark entah apa sebabnya.Dan Mark hanya diam saja.Pria terlihat hanya meringis sembari menunduk.
"Mark maaf--
"Juwita...ayo masuk!",ujar Dave dengan suara datarnya.Juwita hanya tersenyum tipis pada Mark yang mengangguk pelan padanya.
Juwita segera masuk kedalam mobil dan langsung memasang seat belt dengan cepat.
Dave menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaaan."Kamu mau beli apa?",tanya Dave yang menatap lurus kedepan.
"Aku juga bingung,kira kira apa oleh-oleh khas kota ini?",tanya Juwita.
"Beli tas,baju, sepatu atau asesoris saja",jawab Dave.
"Cari asesoris saja kalau begitu Mas",ujar Juwita.
"Baiklah...",jawab Dave.
__ADS_1
...****************...