
Juwita membuka kedua matanya dengan perlahan.Wanita itu kaget bukan main saat sebuah tangan memeluk pinggangnya dengan begitu erat.Seseorang yang saat itu masih tertidur lelap dan terlihat sangat tampan bagi Juwita.
Seingatnya semalam mereka meletakkan sebuah guling di antara mereka.Tapi kini guling itu entah kemana perginya.
Juwita kembali berpura-pura tidur saat tau Dave terbangun dari tidurnya.Wanita itu bisa merasakan pergerakan pria itu yang kini melepaskan lingkaran tangannya di pinggangnya.
Juwita membuka kedua matanya saat mendengar pintu kamar mandi yang tertutup.Wanita itu yakin saat ini Dave ada dikamar mandi.
Juwita segera turun dari ranjang,ia membereskan tempat tidur terlebih dahulu karena ia tak ingin kamar mereka di masuki orang lain meskipun pelayan mereka sekalipun.Setelah selesai Juwita mengikat asal rambutnya keatas kemudian membuka tirai gorden agar cahaya bisa masuk ke dalam kamar.
Juwita melanggar menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja untuk Dave karena semalam pria itu mengatakan akan pergi ke kantor sebentar untuk menghadiri meeting.
Setelahnya barulah ia turun ke lantai dasar untuk membuatkan sarapan untuk mereka berdua.Wanita itu akan membuat omelette untuk dirinya dan sandwich isi daging dan sayuran untuk Dave.
Dave bilang jika pelayan akan datang hari ini dan mungkin saja sebentar lagi atau siang.Tapi ia akan tetap memasak untuk mereka sarapan pagi ini.
Juwita juga menyiapkan kopi untuk Dave dan membuat susu hamil untuk durinya sendiri.Setelah selesai barulah ia berjalan menuju kembali ke kamar memanggil Dave untuk sarapan bersama.
Saat Juwita membuka pintu kamar dia melihat Dave sudah siap dengan pakaian kerja.Dan tentunya pakaian kerja yang tadi ia siapkan.Wanita itu tersenyum sangat tipis, setidaknya Dave menghargai apa yang ia siapkan.
"Mas ayo sarapan!",ujar Juwita.
"Ya.Kamu mandilah lebih dulu agar segar",jawab Dave mengancingkan lengan bajunya.
"Baiklah...",jawab Juwita berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Juwita mandi dengan cepat karena tak ingin Dave menunggu lama.Juwita keluar dari kamar mandi tak lagi menemukan keberadaan Dave.Mungkin saja pria itu sudah pergi begitulah pikirnya.
Juwita berpakaian lalu turun ke lantai dasar untuk sarapan.Namun wanita itu terkejut saat melihat Dave yang duduk di meja makan fokus pada ponselnya.
__ADS_1
"Mas kamu belum sarapan?",tanya Juwita ikut duduk dihadapan pria itu.
"Kamu sudah selesai?,ayo sarapan!",ujar Dave tak menjawab pertanyaan Juwita.
Mereka makan sarapan bersama dalam diam.Hanya dentingan sendok yang terdengar.
"Aku berangkat,jangan lupa minum susu dan juga vitaminnya",ujar Dave perhatian.
"Iya Mas hati-hati",jawab Juwita mencium punggung tangan Dave membuat pria itu terkejut.
"Oh ya...besok kita ke New York,aku ada pekerjaan disana dan aku tak ingin kamu sendirian disini",ujar Dave.
"Ya Mas...",jawab Juwita mengangguk patuh.
Selepas kepergian Dave Juwita mengunci pintu dan kembali duduk untuk meminum susu hamilnya.
Wanita itu tak melakukan kegiatan apapun membuatnya bosan.Juwita memilih untuk menonton drama Korea melalui ponselnya sembari menunggu pelayan yang akan datang untuk bekerja mulai hari ini.
"Maaf Nyonya kami diminta Tuan Dave untuk datang",ujar salah satu dari mereka.
"Silahkan masuk Bik",jawab Juwita membuka pintu lebar untuk keduanya.
Kedua pelayan itu masuk dan Juwita kembali menutup pintu.
"Oh ya Bik itu kamar untuk Bibik dan Mas Dave sudah menjelaskan apa tugasnya kan?",tanya Juwita.
"Sudah Nyonya...", angguk keduanya.
"Kalau begitu Bibik istirahat dulu.Kamar kami ada di lantai atas",jelas Juwita.
__ADS_1
"Iya Nyonya...",jawab salah satu dari mereka.
"Oh ya saya hampiri lupa,nama Bibik siapa ya?",tanya Juwita.
"Saya Siti Nyonya",jawab Bik Siti.
"Dan saya Sari Nyonya",jawab Bik Sari.
"Baiklah Bik Sari dan Bik Siti.Dapurnya ada di sana dan tak perlu membersihkan kamar kami karena itu tugas saya",ujar Juwita.
"Iya Nyonya...", jawab Bik Sari patuh.
"Saya tinggal dulu, Bibik satu kamar berdua gak apa apa kan?",tanya Juwita.
"Gak apa apa Nyonya",jawab Bik Sari.
Juwita mempersilahkan kedua pelayan itu untuk istirahat.Ia memilih untuk menuju kamar menyiapkan pakaian yang akan dia bawa besok ke New York.
Ini adalah kali pertamanya ia pergi ke negara itu.Dan kali ini bersama pria yang sudah menjadi suaminya.Juwita tak membawa banyak pakaian karena ia yakin mereka tak akan lama disana.
Juwita berharap nantinya akan bertemu langsung dengan Daveena untuk menanyakan hal hal yang ingin ia ketahui tentang Dave.
Meski Dave tak melakukan hal buruk padanya tapi ia akan membuat pria itu luluh padanya dengan mencari tau apa yang disukai oleh Dave.
Ia akan berusaha membuat Dave mencintainya.Ia ingin rumah tangga yang normal pada umumnya.Ia ingin pria itu mencintainya meski pria itu pernah mengatakan tidak akan pernah mencintainya.Tapi ia tak menyerah begitu saja.
Jika suatu hari nanti memang Dave tak kunjung mencintainya ia akan pergi dari kehidupan Dave selamanya.Itu lebih baik daripada ia hidup dengan seseorang yang tidak mencintainya.
Setelah selesai wanita itu meletakkan koper miliknya disudut lemari.Ia kemudian keluar dari walk in closet dan duduk di bibir tempat tidur melanjutkan menonton drama Koreanya.
__ADS_1
...****************...