
Dave mengulum senyumanya lalu masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.Pria tampan itu melajukan mobilnya meninggalkan hotel tempat mereka menginap semalam.
Dave menghentikan mobilnya di depan sebuah toko yang menjual berbagai macam ice krim.Pria itu membuat sang istri untuk turun dan memilih ice krim yang ia inginkan.
Dengan mata berbinar-binar Juwita langsung turun dari mobil.Wanita itu memasuki toko dan memiliki beberapa macam jenis ice krim yang di jual disana.
Dave yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.Istrinya itu benar benar tampak bahagia hanya karena sebuah ice krim.
"Baby,makanan manis ini gak baik untuk kehamilan kamu jika di konsumsi banyak.Ambil satu atau dua saja,oke",ujar Dave dengan lembut.
"Maafkan aku, semuanya terlihat lezat makanya aku hampir kalap seperti ini",jawab Juwita.
"No problem baby",ujar Dave tersenyum tipis.
"Ayo kita bayar", sambung Dave.
"Iya Mas...",jawab Juwita.
Dave kembali melanjutkan perjalanan mereka kembali ke apartemen mereka.Rencananya ia akan mengajak Juwita untuk pergi ke negara lain untuk melanjutkan bulan madu mereka.
"Baby... bagaimana jika kita pindah negara melanjutkan bulan madu kita.Kamu mau ke negara mana?",tanya Dave.
"Kenapa harus pindah Mas?",tanya Juwita menghentikan gerakan tangannya menyuap ice krim.
"Barangkali kamu ingin ke suatu tempat?",tanya Dave.
"Hmmm tidak ada Mas", geleng Juwita.
"Yakin kamu gak ada keinginan?atau kamu takut aku gak gak mampu mewujudkannya?",tanya Dave mengacak rambut sang istri.
Juwita tak menjawab karena memang ia tak punya rencana.Pernikahan mereka saja dadakan,mana sempat ia memikirkan untuk berbulan madu kemana.
"Bagaimana kita ke Maladewa",usul Dave.
"Hah?. Tapi tempat itu sangat mahal Mas",jawab Juwita.
"Hehehe...semahal apapun aku pasti sanggup baby, bagaimana?.Kamu setuju?",tanya Dave.
"Baiklah kalau kamu memaksa",jawab Juwita membuat Dave terkekeh pelan.
Tak lama keduanya sampai di unit apartemen dan Dave la langsung membereskan barang barang mereka karena malam ini mereka akan terbang ke Maladewa.Ia akan meminta Vans yang ada di Indo untuk mengurus penyewaan resort disana karena sepupu pria itu memiliki beberapa resort mewah disana.
"Baby...ini susu hamil kamu,aku akan menghubungi temanku sebentar untuk menyiapkan penginapan untuk kita di Maladewa",ujar Dave setelah selesai memasukan barang-barang mereka pria itu membuatkan susu hamil untuk sang istri.
"Terimakasih Mas",jawab Juwita yang sedang duduk di depan televisi menonton drama Korea kesukaannya.
__ADS_1
"Ya...",jawab Dave mengacak rambut Juwita.
Dave berjalan menuju sebuah sofa yang tak jauh dari sang istri yang sedang menonton,ia tak mau menganggu sang istri lebih memilih untuk menjauh menelepon sahabatnya itu.
"Ya Dave...ada apa?,apakah sudah ada perkembangan dari istrimu?",tanya Vans saat sambungan telepon terhubung.Dave memang belum memberikan kabar pada sahabatnya itu jika sang istri sudah kembali pulih.
"Juwita sudah sadar dari komanya dan juga sudah sembuh total",jawab Dave.
"Syukurlah.Kapan kalian akan pulang ke tanah air?",tanya Vans.
"Belum.Kami berencana untuk berbulan madu ke Maladewa",jawab Dave.
"What?, tunggu dulu.Kamu bilang apa tadi?.Bulan madu?. Bukannya kamu gak akan menyentuh dia,Dave?.Jangan bilang kamu sudah menelan ludahmu sendiri untuk tidak jatuh cinta pada Juwita?",tanya Vans bertubi-tubi.
"Ya kamu benar",jawab Dave.
"Ck... bagaimana?,enak bukan bercinta?",goda Vans.
"Aku menghubungi bukan untuk meledekku tapi aku ingin kamu menghubungi sepupumu untuk menyiapkan sebuah penginapan untuk kami disana.Malam ini rencananya aku dan Juwita akan berangkat",ujar Dave.
"Baiklah... tapi ingat jangan sia siakan lagi Juwita.Bersenang-senanglah disana,aku akan menghubungi Revan",jawab Vans.
"Dia akan menjadi milikku selamanya Vans.Dia ibu dari anakku,mana mungkin aku menyia-nyiakannya",jawab Dave dengan tatapan terus tertuju pada Juwita yang sedang fokus menonton film kesukaannya.
"Kemarin kamu menyia-nyiakannya Dave.Tapi aku salut pada Juwita bisa membuat si manusia kutub sepertimu bertekuk lutut padanya",ujar Vans.
"Anggap saja begitu",ujar Vans.
"Bagaimana dengan pendapatan kita bulan ini?",tanya Dave.
"Sesuai keinginanmu",jawab Vans.
"Baiklah,aku tunggu kabar darimu",harus Dave lalu mengakhiri panggilannya.
Dave menghampiri sang istri yang asyik menonton film drama Korea kesukaannya sang istri.
"Apakah pria di televisi itu lebih tampan dariku baby,hingga kamu tak berkedip menatapnya",ujar Dave mencuri kecupan dari pipi kanan sang istri.
"Mereka tampan tapi tidak bisa aku raih.Kalau kamu sangat tampan dan juga suamiku,aku bahkan bisa memelukmu Mas",jawab Juwita memeluk lengan Dave.
"Kamu sangat pintar menggombal baby", ujar Dave.
"Lalu apakah kamu termakan gombalanku Mas?",tanya Juwita.
"Sedikit...",jawab Dave.
__ADS_1
"Baby..."
"Ya Mas,ada apa?",jawab Juwita dengan tatapan lurus menatap layar televisi.
"Apakah kamu masih merasa pusing?",tanya Dave.
"Untuk hari ini tidak Mas",jawab Juwita menoleh sebentar pada Dave.
"Jujur kemarin-kemarin aku takut kamu tidak akan terbangun lagi baby.Aku takut kamu meninggalkanku dengan anak kita",ujar Dave sendu.
Juwita mengalihkan tatapannya pada Dave dan tak lagi fokus dengan tontonannya."Seberapa besar ketakutanmu Mas?",tanya Juwita.
"Kau tak bisa menjelaskannya baby,saat kecelakaan itu terjadi aku benar-benar kacau.Takut kamu dan anak kita tidak dapat diselamatkan",jawab Dave.
"Kamu tau kamu harus tiga kali pindah rumah sakit sebelum kamu membuka mata",ujar Dave.
"Kapan kamu mulai mencintaiku Mas?",tanya Juwita.
"Aku juga tidak tau kapan aku mulai mencintaimu.Mungkin sebelum kamu dipindahkan ke negara ini.Daveena mendiamkanku beberapa hari karena dia menganggap aku mempermainkanmu saat dia tau kamu hamil",jawab Dave.
"Oh ya Mas...lalu kenapa dengan pelipismu?",tanya Juwita saat melihat bekas luka di pelipis Dave.
"Bekas luka saat kecelakaan itu baby",jawab Dave menyandarkan kepala Juwita ke dada bidangnya.
"Ini pasti sangat sakit",ujar Juwita.
Dave terkekeh melihat raut wajah sang istri."Tidak seberapa karena aku juga pernah mengalami luka tembak juga dulunya",jawab Dave.
"Serius Mas?",tanya Juwita.
"Ya...suamimu ini seorang mafia baby,kamu lupa?.Jadi luka ini tak seberapa",jawab Dave.
"Hehehe aku sedikit lupa Mas",kekeh Juwita.
"Kamu tidak takut bersuamikan seorang mafia?", tanya Dave memainkan rambut panjang Juwita.
"Tidak...", geleng Juwita.
"Kenapa?",tanya Dave.
"Gak tau,tapi aku yakin kamu pasti bisa melindungi kami",jawab Juwita mengusap perutnya.
"Aku pasti melindungi kalian,maka dari itu pernikahan kita tak akan pernah aku publikasikan",ujar Dave.
"Sampai kapan?",tanya Juwita.
__ADS_1
"Sampai semuanya selesai dan aku akan mengundurkan diri dari dunia hitam",jawab Dave.
...*************...