Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
#41


__ADS_3

Juwita mengikuti Dave keluar dari kamar,wanita itu memandangi kediaman mewah itu dengan seksama.Sekaya itukah Dave hingga bisa membeli hunian semewah ini.


Juwita tak melihat adanya foto satu hiasan apapun dinding ruangan.Wanita itu terus berjalan mencari dapur tempat dimana sang suami saat ini.Juwita tersenyum tipis saat melihat sosok pria tampan yang selama ini ia cintai tengah memasak di dapur.


Dimata Juwita Dave terlihat semakin tampan saat menggunakan apron.Entah kenapa wanita itu sangat suka melihatnya.Dia begitu terpesona akan ketampanan suaminya itu.Namun sayangnya hanya dia sendiri yang mencintai.Pria itu belum mau membuka hati untuk dirinya.


Terkadang Juwita merasa tak pantas untuk Dave karena sampai detik itu pernah mengatakan jika pria itu akan belajar mencintainya.


Sakit memang mencintai sendiri tanpa dicintai.Tapi Juwita bisa apa,calon anaknya butuh sosok seorang ayah.Ia tak ingin anaknya kekurangan kasih sayang baik darinya ataupun dari ayahnya nantinya.Biarlah ia berkorban demi sang anak agar baja mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua cara orangtuanya.


"Mas kita disini berapa hari?",tanya Juwita menghampiri Dave di dapur.


"Mungkin tiga hari,kamu mau kesuatu tempat disini?",tanya Dave.


"Entahlah.Aku tidak pernah datang ke negara ini sebelumnya,jadi aku tak tau mau kemana",jawab Juwita.


"Ada yang bisa aku bantu Mas?", tanya Juwita.


"Tidak...kamu duduk saja,ini hampir selesai",jawab Dave.


"Kamu sering masak begini Mas?",tanya Juwita.


"Tidak...bahkan sebelum kita menikah aku lupa kapan terakhir kalinya masuk dapur",jawab Dave jujur.Karena saat ia menjadi asisten kepercayaan Zaki dulu tidurpun ia tak pernah tepat waktu.Pagi pagi sekali ia sudah berangkat dan akan sarapan dikantor.


"Jadi kamu masuk dapur dan memasak itu semenjak kita menikah?", tanya Juwita tak percaya karena masakan Dave sangat enak menurutnya dan ia yakin sekali sebelumnya Dave jago memasak.


"Ya...aku ingin anak kita makan masakan ku",jawab Dave.


"Ini rumah kamu Mas?",tanya Juwita.


"Bukan,rumah Daveena",jawab Dave.


"I-ini rumah Daveena?", tanya Juwita tak percaya.


"Kalian belum bertemu?",ujar Dave.Ia pikir Daveena dan Juwita sudah bertemu.


"Tidak...Daveena ada disini juga?",tanya Juwita.


"Ya... beberapa menit yang lalu berangkat kuliah",jawab Dave.


"Oh..."


"Ini pesananmu sudah jadi Amore Mio",ujar Dave tersenyum sangat tipis.


"Ha?,apa itu Amore Mio?",tanya Juwita mengerutkan keningnya.


"Tidak ada.Makanlah!",ujar Dave.


"Ah ya...",jawab Juwita masih mengeja apa yang di ucapkan Dave.


"Jangan mengejar terus,nanti kamu juga akan tau artinya",jawab Dave tersenyum penuh misteri.


Dave dan Juwita makan bersama siang itu dan Dave yang terbiasa makan dengan porsi sedikit selesai lebih dulu.Sementara Juwita, wanita itu masih memakan makanannya dengan begitu lahap.Masakan Dave sangat lezat di lidahnya hingga tanpa sadar ia menghabiskan makanan itu tanpa sisa.


Melihat itu Dave tersenyum,mulai hari ini ia akan terus memasak untuk sang istri.Dave tak ingin anak dalam kandungan Juwita kelaparan.


***


"Mas...Kak Juwita mana?",tanya Daveena saat memasuki rumah.

__ADS_1


"Di kamar",jawab Dave yang fokus pada laptopnya.


"Boleh aku kekamar kalian?",tanya Daveena.


"Pergilah!",jawab Dave dengan tatapan lurus menatap layar laptopnya.


Daveena meletakkan asal tasnya lalu melangkah meninggalkan kamar Kakaknya.Daveena langsung masuk begitu saja saat melihat pintu kamar yang tak tertutup rapat.


"Kak Juwita...",pekik Daveena heboh memeluk Juwita dari belakang.


"Davee... kamu sudah pulang?",tanya Juwita tersenyum tipis melihat sang adik ipar dari pantulan cermin.


"Ya...",jawab Daveena mengurai pelukannya.


"Kak kamu sangat cantik saat pernikahan kalian, sayang sekali aku tak bisa hadir",ujar Daveena.


"Kamu bisa saja Daveena",jawab Juwita.


"Kamu memang cantik Kak,makanya Mas Dave mau menikahi Kakak", ujar Daveena.


Juwita hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Daveena.Andai Daveena tau alasan Dave menikahinya.


"Kak mau jalan jalan gak?",tanya Daveena.


"Kemana?",jawab Juwita.


"Ikut saja,kita akan kuras uang Mas Dave", bisik Daveena yang sangat hobi berbelanja.


"Hahaha...nanti Kakakmu jatuh miskin kamu tidak bisa kuliah disini lagi Davee",kekeh juwita.


"Hahaha...uang Mas Dave itu tak berseri Kak.Jika dihitung Kak Dave itu lebih kaya dari Kak Zaki",ujar Daveena.


"Iya... bisnis Mas Dave itu banyak ,dan alasannya kesini pasti juga mengurus bisnisnya",jawab Daveena.


"Buktinya tadi dia meninggal Kakak kak disini saat tidur", sambung Daveena.


"Ya...",angguk Juwita.


"Makanya...Mas Dave tak akan mempermasalahkan jika kita menghabiskan uangnya.Tapi dia udah kasih Kakak kayu ajaibnya kan?",tanya Daveena.


"Belum...tapi gak usah.Kakak ada uang kok",jawab Juwita.


"Mas Dave gimana sih, istri gak di kasih nafkah kayak gitu",sungut Daveena.


"Mungkin belum Davee...kita baru beberapa hari menikah kan",ujar Juwita.


"Tapi harusnya dia udah kasih ke Kakak loh",jawab Daveena.


"Udah.... ayo kita jalan jalan",ujar Juwita menyambar tasnya.


"Baiklah tapi kita minta izin Mas Dave dulu",jawab Daveena.


"Ya..."


"Mas...aku sama Kak Juwita pergi keluar ya",ujar Daveena menghampiri Dave yang sibuk dengan pekerjaannya.


"Kemana?",tanya Dave menatap Juwita yang tampak sudah rapi.


"Jalan jalan sambil shopping",jawab Daveena.

__ADS_1


"Diantar Mark kan?",tanya Dave.


"Tidak...aku menyetir sendiri Mas",jawab Daveena.


"No Daveena, diantar Mark atau tidak sama sekali",ujar Dave tegas.


"Tapi--


"Tidak ada penawaran Davee",jawab Dave kembali fokus pada laptopnya.


"Baiklah...",jawab Daveena pada akhirnya.


"Minta Mark sana untuk menyiapkan mobil",ujar Dave.


"Oke.Sebentar ya Kak Juwi",jawab Daveena tersenyum pada Juwita.


"Ya..."


"Ini untukmu!",ujar Dave memberikan sebuah kartu pada Juwita.


"Tidak--


"Ambillah...!",ujar Dave.


Juwita mengambil kartu itu dan tersenyum tipis."Nanti akan aku kembalikan",jawab Juwita.


"Tidak itu untukmu",ujar Dave.


"Tapi--


"Pergilah bersenang-senang,maaf tak bisa ikut karena pekerjaanku sangat banyak.Ingat!,jangan kelelahan",ujar Dave.


"Iya...",angguk Juwita.


"Ayo Kak", ujar Daveena yang datang dari luar.


"Aku pergi dulu Mas",ucap Juwita mencium punggung tangan Dave.


"Hati hati",jawab Dave.


"Ya..."


"Daveena titip Kakak kamu,nanti jika sudah selesai Mas akan susul kalian",ujar Dave.


"Oke Kak",jawab Daveena menarik pergelangan tangan Juwita.


****


"Kak...Kak Dave memberikan kartunya?",tanya Daveena saat mereka dalam perjalanan.


"Iya...", angguk Juwita.


"Kuning atau hitam?",tanya Daveena.


"Hi-hitam",jawab Juwita.


"Sudah aku duga,awas saja dia pelit sama kamu Kak, sumpahin saja dia bangkrut karena sumpah istri itu mabrur loh Kak",ujar Daveena.


"Eh?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2