
"A-aku--
"Apa Baby?",tanya Dave tak sabaran.
Juwita menelan ludahnya kasar saat Dave memanggilnya dengan sebutan baby.Ia tau apa arti panggilan itu.Apakah Dave mulai menerima nya dan juga mencintainya?.Tapi itu tidak mungkin karena ia tau betapa kerasnya hati pria itu untuk tak membuka hati untuknya.
Juwita menunduk."Ya...", angguk Juwita.
"Katakan dengan jelas Juwita",ujar Dave mengangkat dagu Juwita dengan tangannya hingga tatapan mereka bertemu.
"Ya...a-aku masih mencintaimu Mas", cicit Juwita yang masih bisa di dengar oleh Dave.
Dave tersenyum tipis mendengar kata cinta yang Juwita ucapkan.Entah kenapa ia senang jika Juwita masih mau mencintainya.
Juwita kembali menunduk malu, entah kenapa ia merasa begitu sangat malu sekarang.Mungkin disini hanya dia sendiri yang mencintai sementara Dave tak mencintainya.
Dave meraih tangan Juwita,ia sangat gugup sekarang.Pria itu menatap Juwita yang menunduk entah karena malu atau apa.
"Juwita..."
"Ya...", Juwita mengangkat kepalanya menatap Dave.Jantungnya berdebar kencang saat ini apalagi Dave mengenggam tangannya dengan lembut.
Dave menatap kedua manik mata Juwita."A-aku tau ini terlambat dan aku juga baru menyadarinya beberapa bulan ini",Dave mengehentikan ucapannya untuk mengurangi rasa gugupnya.
Juwita tak kalah berdebar nya menunggu Dave melanjutkan ucapannya.
"A-aku--aku-- mencintaimu",ujar Dave menghembuskan nafas panjang setelah mengucapkan kalimat yang membuat lidahnya terasa kelu.
Juwita terdiam, apakah dia tidak salah dengar atau sedang bermimpi saat ini?.Dave mencintainya, benarkah itu?.Jika benar ia begitu sangat bahagia sekarang akhirnya cintanya berbalas.
"Mas ini bukan mimpi kan?",tanya Juwita lirih.
Dave tersenyum."Tidak...ini nyata",jawab Dave.
Juwita tersenyum lebar dan tanpa ia sadari air matanya mengalir begitulah saja.Ia masih merasa ini hanya sebuah mimpi.
"Hai... apakah ucapanku menyakitimu?",tanya Dave mengusap sisa air mata di pipi sang istri.
"Tidak... aku--hanya terharu",jawab Juwita.
"Kamu yakin mau menerimaku yang berlumur dosa ini?,aku seorang mafia dan kamu tau betapa kejamnya dunia mafia?",tanya Dave.
"Yakin.Asal kamu tidak membunuh saat aku sedang hamil Mas",jawab Juwita.
__ADS_1
Dave terpaku.Ia memang tidak membunuh, beberapa bulan yang lalu ia meledakkan sebuah gudang senjata sekaligus markas musuhnya karena telah membuat istrinya mengalami koma.Dan begitu banyak korban yang berjatuhan dan meninggalkan ditempat termasuk musuhnya sekaligus pimpinan dari musuhnya.
Dave hanya mengangguk samar,ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Juwita.Ia takut wanita itu marah padanya, entahlah ia sekarang begitu takut jika Juwita marah dan mendiamkannya.
"Mas Daveena--
"Dia di New York, beberapa bulan yang lalu dia menjenguk kamu kesini dan menginap beberapa hari.Sayangnya saat itu kamu tidak mau membuka mata",jawab Dave.
"Oh..."
"Besok Papa dan Mama kamu akan kesini",ujar Dave.
Tiba tiba saja senyuman diwajah Juwita menghilang dan Dave menyadari itu.
"Mereka sudah berubah baby,Mama kamu saat itu mengalami stroke saat melihat keadaan kamu yang tak kunjung sadar dari koma.Papa kamu juga sering menggantikanku disini menjagamu jika aku harus ke tanah air untuk mengurus perusahaan",jawab Dave.
"Ma-ma stroke?",tanya Juwita.
"Iya...", angguk Dave.
"Tapi Mama hanya bisa duduk di kursi roda", sambung Dave.
"Jangan memikirkan apapun baby,mereka baik baik saja sekarang.Anak akan ikut bersedih jika kamu bersedih",ujar Dave mengusap lembut perut buncit Juwita.
"Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk kalian",ujar Dave.
"Mau makan sesuatu?",tanya Dave.
"Tidak...", geleng Juwita.
***
Dave duduk di sofa ruang perawatan Juwita memangku laptopnya mengerjakan beberapa pekerjaan yang di kirimkan Marvel melalui email.
Sementara itu Juwita sedang melakukan panggilan video dengan Kinar yang ada ia Indo menggunakan ponsel Dave.Wanita itu tampak begitu bersemangat meski wajahnya masih terlihat pucat.
Dave tersenyum tipis melihat senyuman dibibir sang istri.Senyuman yang sudah lama sekali tidak ia lihat.Ia menempati janjinya untuk tidak melepaskan Juwita.Ia akan mempertahankan wanita itu disisinya selamanya.
Dave menyelesaikan segera pekerjaannya karena ia berencana akan membeli makanan untuk makan malamnya.Pria yang memiliki rahang tegas itu terlihat begitu serius menatap layar laptopnya.Hingga ia tak menyadari jika sang istri sudah menyelesaikan panggilan teleponnya dan kini menatapnya.
Juwita tak menyangka jika cintanya akan bersambut secepat ini.Pria yang ia kagumi diawal pertemuannya saat itu di kantor Kakak sepupunya.Ia tak sengaja menabrak Dave dan hampir terjatuh jika saja Dave tak menolongnya.
Cinta pada pandangan pertama,itu yang Juwita rasakan saat itu.Namun sayang untuk mendekati Dave tak semudah itu.Pria itu selalu menjaga jarak dengan lawan jenis.Ia bahkan mengalami patah hati saat Dave di pindahkan ke perusahaan cabang oleh Kakak sepupunya.Enam bulan lamanya ia tak melihat wajah sang pujaaan hatu membuatnya galau.Hingga suatu hari mereka kembali dipertemukan.
__ADS_1
"Mas...",seru Juwita.
Dave yang sedang sibuk dengan laptopnya menoleh."Ada apa,hm?",tanya Dave meletakkan laptopnya lalu berjalan mengahampiri Juwita.
"Aku boleh bertanya sesuatu?",jawab Juwita.
"Ada apa, tanyakan saja",ujar Dave.
"Ini tentang Clara",jawab Juwita yang teringat akan seorang wanita cantik yang bekerja di perusahaan Kakak sepupunya mengaku kekasih Dave.Sebenarnya sudah sangat lama ia ingin bertanya pada Dave tapi ia selalu lupa.
"Clara?. Clara siapa?", tanya Dave dengan kening yang berkerut.
"Clara wanita sexy bekerja di perusahaan Kak Zaki.Dia dulu ngaku ngaku kekasih kamu Mas.Itu benar?",tanya Juwita.
Kerutan di kening Dave semakin bertambah."Aku tak mengenalnya baby.Sungguh",jawab Dave jujur karena ia memang tak mau tau dengan bawahannya dan dia tak akan pernah melirik wanita manapun selama ini.
"Tapi dia mengaku jika--
"Aku tak memiliki kekasih selama ini baby,jika aku memiliki kekasih mana mungkin aku menikahimu",jawab Dave.
"Dia sangat cantik dan sexy Mas,masa ia kamu gak tau?",tanya Juwita.
"Tidak...aku jika sudah bekerja tak akan pernah melirik atau memperhatikan orang.Kamu tau itu kan",jawab Dave.
"Jadi dia hanya mengaku-ngaku?",tanya Juwita.
"Entahlah...",jawab Dave mengedikkan bahunya keatas.
"Apakah kamu sedang cemburu?",tanya Dave.
"Tidak...aku hanya bertanya saja",jawab Juwita.
"Jika cemburu juga tak apa-apa,baby",jawab Dave tersenyum tipis.
"Mana ada",elak Juwita.
"Tuh buktinya kamu mengelak dari tatapanku",jawab Dave.
"Gak ya Mas",ujar Juwita.
Dave terkekeh melihat sikap malu mau Juwita.Ia senang jika Juwita cemburu itu artinya ia akan memiliki pawang yang menjaganya dari wanita-wanita yang berusaha mendekatinya.
...****************...
__ADS_1