
Juwita dan Kinar duduk berdua di ruangan keluarga sementara Daveena di kamarnya karena mendapat telepon dari temannya.Anak kembar Kinar juga tertidur lelap di kamar tamu karena kelelahan habis bermain. Dan si pria dingin alias Dave sedang berada diruang kerjanya bersama Zaki yang baru saja datang.Kedua orangtua Juwita sudah pulang karena Mama Juwita akan melakukan terapi pada kakinya akibat stroke yang ia alami.
"Maaf ya Juwi aku gak pernah datang menjenguk kamu ke London selama koma,karena anak anak yang tak bisa ditinggal lama",ujar Kinar tak enak hati karena hanya dirinya yang tak menjenguk Juwita selama wanita itu koma.
"Gak apa apa Kak.Aku kan koma,kalau Kak Kinar datang juga aku gak tau",jawab Juwita.
"Kamu beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu Juwita.Kata Mas Zaki,Dave benar benar menjaga kamu dan memberikan perawatan terbaik meski harus berbulan bulan bolak-balik Indo dan Inggris demi mengurus perusahaan dan juga kamu.Dave sepertinya sangat mencintaimu.Mas Zaki juga bilang untuk pertama kalinya Dave yang biasa tak pernah peduli dengan wanita dan kini malah mempedulikan kamu.Aku salut sama kamu bisa menaklukkan si manusia kutub itu",ujar Kinar.
Juwita terkekeh."Jangan lupakan juga jika Kak Kinar wanita yang hebat bisa meluluhkan hati Kak Zaki yang juga tak kalah dinginnya dari Mas Dave",jawab Juwita membuat keduanya tertawa lepas.
"Hahaha...kamu benar.Kita berdua terjebak cinta pria dingin dan datar",ujar Kinar di sela tawanya.
"Ya... Dan kita menikah karena kejadian yang sama juga.Sama-sama melakukan one night stand dengan mereka",jawab Juwita membenarkan ucapan Kinar.
"Ya kamu benar", kekeh Kinar menyisakan tawanya.
"Oh ya Kak,twins sepertinya memiliki sifat yang berbeda?",tanya Juwita.
"Ya...Queen yang manja dan Arsa yang datar datar saja persis Kakak kamu",jawab Kinar.
"Tapi Arsa sangat posesif padaku dan begitu juga sebaliknya Queen yang selalu ingin dekat dengan Daddy-nya.Kamu nanti pasti juga akan mengalaminya.Oh ya udah tau jenis kelamin anak kamu?",tanya Kinar.
"Sudah.Mas Dave bilang anak kami laki laki",jawab Juwita.
"Oh... kelihatan sih dari perut kamu dan juga aura wajah kamu",ujar Kinar.
"Padahal aku pernah berharap twins loh Kak saat awal aku tau kehamilanku",jawab Juwita.
"Hahaha...coba nanti anak kedua,siapa tau twins",usul Kinar.
"Apaan sih Kak,ini saja belum brojol malah mikirin anak kedua",jawab Juwita.
"Lah apa salahnya,Dave pasti juga akan bisa menyewa baby sitter jika kamu hamil lagi usai melahirkan.Dan aku rasa harta Dave tidak akan habis membeli susu formula untuk anak kalian", ujar Kinar.
"Aku ingin memberikan ASI dulu pada anakku Kak.Gak usah buru-buru lah",jawab Juwita.
Juwita dan Kinar asyik mengobrol berdua sementara itu di sebuah ruangan suami mereka juga sedang melakukan hal yang sama.
"Ck...kamu menyiksanya dengan kejam lalu melepaskannya?",tanya Dave menatap tak percaya Zaki.
"Ya...dan aku jamin jika dia tidak akan berani lagi mendekati Juwita",jawab Zaki tersenyum smirk.
"Kamu menghabisi nyawanya?",tanya Dave penuh selidik karena ia sangat tau sifat Zaki.
__ADS_1
"Bukan aku tapi karena memang ajalnya sudah datang saja",jawab Zaki acuh.
"Apa yang kamu lakukan padanya Zaki?",tanya Dave.
"Dia kecelakaan,dan tewas di tempat",jawab Zaki.
"Kamu menyabotase mobilnya?",tanya Dave.
"Tidak.Sudah ku bilang pria itu memang ajalnya sudah datang",jawab Zaki santai.
"Lalu?",tanya Dave.
"Lalu apalagi Dave,dia meninggal dan di kuburkan kemarin, selesai.Dia tidak akan mengganggu Juwita lagi setelah itu.Dan ya asal kamu dia sangat mencintai Juwita dari sejak lama",jawab Zaki membuat Dave melengos kesal dan itu adalah kepuasaan membuat Dave kesal.
"Beruntung kamu dengan cepat menikahi Juwita jika tidak--
"Apa?,dia menikah dengan pria brengsek itu?.Tapi adik sepupumu itu sudah jatuh cinta padaku saat pertama kali kami bertemu",sela Dave tersenyum mengejek.
"Ck...dan kamu bangga akan hal itu?",tanya Zaki tersenyum meledek.
"Ya setidaknya aku tidak perlu membuatnya jatuh cinta",jawab Dave.
"Kamu menyindirku Dave?",ujar Zaki.
"Tidak.Tapi jika kamu merasa ya aku bisa apa",jawab Dave enteng.
"Kenapa kamu mengumpatiku Tuan Zaki",jawab Dave sengaja membuat Zaki makin kesal.
"Dave...", geram Zaki.
"Apa?",tanya Dave tanpa rasa bersalah.
"Ck...aku pamit",jawab Zaki berdiri dari duduknya meninggalkan Dave yang tersenyum tipis. Dave tak menyangka hubungannya dengan Zaki akan sedekat ini setelah menikah dengan Juwita.
Dave mengikuti Zaki keluar dari ruangan kerjanya itu untuk menghampiri sang istri.Dari kejauhan Dave bisa mendengar jika Kinar menolak untuk pulang.
"Baby...kamu lapar?",tanya Dave menghampiri sang istri yang duduk di sofa tak jauh dari Kinar dan Zaki beradu mulut.
"Sedikit",jawab Juwita tersenyum tipis saat Dave melabuhkan kecupan di pucuk kepalanya.
"Mau makan apa,hm?",tanya Dave mengusap lembut perut Juwita mengabaikan suara sumbang Kinar dan Zaki yang masih ribut karena wanita itu menolak pulang.
"Nasi goreng,tapi buatan kamu",jawab Juwita.
__ADS_1
"Baiklah.Menunggu di sini atau ikut aku ke dapur?", tanya Dave.
"Ikut kamu saja",jawab Juwita.
"Ayo...mau aku gendong?",tanya Dave.
"Gak usah Mas,aku bisa jalan kok",jawab Juwita bangkit dari duduknya berjalan pelan menuju dapur.
"Juwita...Kakak pamit ya",ujar Kinar dengan wajah terlihat masam.
"Iya Kak...ikuti kemauan Kak Zaki dulu Kak, besok-besok Kakak bisa kesini lagi kan?",jawab Juwita memeluk singkat Kakak iparnya itu.
"Iya...", angguk Kinar.
Mereka pamit pulang dengan para baby sitter menggendong twins.Dave tak mengantarkan mereka ke depan karena di tolak Zaki.Dan disini pria itu sekarang, memasak untuk sang istri tercinta yang ingin makan masakannya.
"Baby,kamu mau pakai sosis?",tanya Dave.
"Tidak tapi pedas ya Mas",jawab Juwita.
"No...ingat kamu sedang hamil dan tak boleh memakan makanan pedas nanti anakku ikut kepedasan di dalam perut kamu",ujar Dave.
"Yah...tapi aku maunya sedikit pedas Mas",jawab Juwita.
"Tidak ya tidak Baby",tolak Dave.
"Ck...kamu overprotektif", sungut Juwita mengerucutkan bibirnya ke depan.
Dave terkekeh geli melihat tingkah sang istri yang kini merajuk dan itu terlihat lucu dimatanya.Ia tak menyangka jatuh cinta semenyenangkan ini.
"Mas..."
"Hmmm",jawab Dave yang fokus pada masakannya.
"Kamu gak ngantor?",tanya Juwita.
"Untuk hari ini tidak",jawab Dave.
"Bagaimana permasalahan di Thailand,Mas?",tanya Juwita.
"Sudah selesai,ada yang berusaha menjatuhkanku.Tapi bukan masalah besar karena semuanya sudah clear",jawab Dave.
"Oh ya...lusa kita ke Maldives",ujar Dave.
__ADS_1
"Ha?"
...****************...