Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Kamu milikku


__ADS_3

Juwita menatap penampilannya didepan cermin yang ada di kamar mandi.Mau tak mau ia harus memakai pakaian kurang bahan yang diberikan suaminya.Meski ia risih tapi ia harus memakainya daripada ia tak memakai apapun karena hanya ada gaun ini saja disini.


Andai suaminya itu mengatakan mereka akan menginap mungkin ia akan membawa piyamanya.


"Hufffhh...", Juwita menghela nafas panjang karena ia benar-benar gugup sekali.Bagaimana reaksi Dave melihatnya berpakaian seperti ini dan ia yakin malam ini ia tak akan selamat dari terkaman singa yang kelaparan.


Lingerie berwarna merah menyala begitu kontras dengan kulit putihnya.Pakaian menerawang itu memperlihatkan lekuk tubuhnya secara jelas.


Juwita membuka pelan handel pintu dan melangkah keluar dari kamar mandi.Wanita itu menunduk,meski ia bukan gadis tapi ia adalah hal pertama baginya tapi ia tetap gugup.


Dave yang sedang duduk di bibir ranjang menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.Pria itu menatap tak berkedip sang istri yang tampak begitu sangat sexy dimatanya.Apalagu perut buncit Juwita yang membuat wanita itu tampak terlihat berkali lipat sexy di matanya.


Dave menelan kasar ludahnya, pemandangan yang ada di depan matanya membuatnya panas dingin meski ruangan ber AC.


Dave bangkit dari duduknya menghampiri Juwita yang berjalan lambat kearah.Kemana saja dirinya selama ini mengabaikan wanita halal di didepan matanya ini yang terlihat begitu menggoda.


Dave berhenti tepat di depan Juwita, pria yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dari Juwita yang hanya memiliki tinggi 165 cm itu dengan tatapan penuh damba sang istri.


Dave menarik dagu Juwita yang sedari tadi terus menunduk hingga pandangan mereka bertemu dan saling mengunci."Kamu sangat cantik", puji Dave tulus membuat Juwita merona dipuji demikian oleh pria yang selama ini ia cinta.


Dave tersenyum melihat rona merah di pipi putih sang istri tanpa polesan make up itu.Ia lebih suka melihat wajah polos Juwita tanpa riasan makeup.Kecantikan wanita itu terlihat natural dimatanya.


Dave merengkuh pinggang Juwita hingga perut buncit Juwita bersentuhan dengan tubuh bagian bawahnya.


Juwita menyentuh dada bidang Dave yang polos karena pria itu sudah bertelanjang dada sedari tadi hingga Juwita bisa melihat langsung tubuh kekar pria itu.


Dave membiarkan Juwita menyentuh dan memainkan tangannya dadanya.Sementara pria itu memandangi wajah cantik sang istri dari jarak begitu dekat.Tatapan mata pria itu memindai wajah cantik Juwita dan merekamnya didalam ingatannya.


Dave menyibak rambut panjang Juwita dan menyampirkannya ke samping hingga bahi polos Juwita yang terdapat tali spaghetti gaun malam yang digunakannya.Pria itu menaik turunkan jakunnya melihat pemandangan indah itu.Sesuatu yang lama tidur kini terbangun hanya karena melihat tubuh mulus sang istri.


Dave melabuhkan sebuah kecupan di bahu Juwita dan menyesapnya hingga meninggalkan jejak kepemilikannya disana berwarna merah keunguan membuat Juwita memejamkan kedua matanya.


"Bolehkah...?", bisik Dave suara seraknya tepat di telinga Juwita.


Juwita membuka kedua matanya dan menatap kedua manik mata Dave lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


Dave tersenyum tipis."Aku mencintaimu, sangat",ucap Dave.


Juwita melihat sebuah ketulusan di mata suaminya itu membuat menyunggingkan senyumannya."Kamu yakin yang kamu rasakan cinta Mas,bukan sekedar nafsu?",tanya Juwita yang sebenarnya masih ada sedikit keraguan di hatinya karena setelah sadar ia langsung mendapatkan ungkapan cinta dari pria itu.


"Kamu bisa mendengarkan debarannya disini",ujar Dave membawa tangan Juwita menyentuh dada sebelah kirinya yang kini berdetak kencang.


"Ambilah hakmu malam ini Mas",ucap Juwita lirih.


Dave merapalkan sebuah doa lalu menghembuskan pada ubun-ubun Juwita membuat wanita itu merinding seketika.


Dave mengecup bibir tipis Juwita lalu m******** dengan penuh kelembutan dan penuh kasih sayang.


Dave menggendong tubuh sang istri tanpa melepaskan pagutannya pada bibir sang istri lalu membawanya ke ranjang mereka dan menidurkan sang istri dengan begitu pelan.


"Aku akan melakukan dengan pelan", bisik Dave mengecup leher jenjang sang istri hingga Juwita mendesah pelan.


Keduanya larut dalam malam panjang mereka yang sempat tertunda karena Dave yang pernah menikah menyentuh Juwita karena beralibi tidak mencintai wanita itu.


Hanya suara erangan dan ******* yang terdengar di kamar mewah yang disewa Dave malam ini.Juwita hanya bisa meremas seprai yang sudah tak berbentuk lagi saat gelombang kenikmatan menggulungnya.


Dave menggeram panjang saat mendapatkan apa yang ia cari sedari tadi.Pria itu mengusap peluh di kening sang istri dan melabuhkan kecupan yang cukup lama di kening sang istri.


"Terimakasih baby...",ucap Dave tersenyum tipis melihat sang istri mengangguk pelan yang sudah terlihat lemas.


Dave membersihkan area sensitif sang istri dengan tisu lalu membawa sang istri kedalam pelukannya dan keduanya tertidur pulas setelah hampir satu jam bermandi keringat.


***


Dave menatap wajah cantik sang istri yang tertidur pulas dihadapannya.Pria itu tersenyum tipis lalu menyentuh pipi mulus Juwita dengan punggung tangannya.


"Bodohnya aku mengabaikanmu selama ini",batin Dave.


Dave makin merengkuh pinggang polos Juwita dibalik selimut tebal yang mereka gunakan hingga ia bisa merasakan pergerakan buah hati mereka didalam perut Juwita yang menyentuh perutnya.


"Jangan menyakiti Mommymu boy",gumam Dave mengelus perutnya buncit Juwita.

__ADS_1


Juwita membuka kedua matanya saat merasakan gangguan Dave yang mengusap perutnya.


"Morning baby",ujar Dave tersenyum tipis lalu mengecup bibir Juwita sekilas.


"Pagi Mas...",jawab Juwita tersenyum malu.


Juwita melepaskan pelukan Dave pada tubuhnya.


"Mau kemana,hm?",tanya Dave menahan pergerakan Juwita.


"Kamar mandi Mas",jawab Juwita.


Dave melepaskan genggaman tangan pada lengan Juwita dan bangkit dari tidurnya lalu menggendong tubuh sang istri menuju kamar mandi.


"Mau berendam?",tanya Dave.


"Ya ..", angguk Juwita.


Dave mendudukan Juwita diatas closet lalu mengisi bathub dengan air dan menaburkan buih sabun.Pria itu kembali menggendong sang istri dan mendudukkannya di dalam bathub.


"Berendamlah!,aku mandi dibawah shower ya",ujar Dave di angguki Juwita.


Dave membersihkan tubuhnya dibawah shower dan membiarkan Juwita berendam di bathtub.


Pria itu itu benar benar tak menyangka jika semalam ia dan Juwita menyatu secara sadar dan rasanya gak bisa ia ungkapkan dengan kata kata.


Semalam ia benar benar merasa nikmatnya surga dunia bersama kekasih halal yang sempat ia sia-siakan.


Pria itu menatap Juwita yang sedang memejamkan kedua matanya menikmati aroma terapi dari sabun yang ia tabur tadi lalu tersenyum.


"Kamu milikku Juwita, selamanya",gumam Dave.


...****************...


semoga lolos riview...

__ADS_1


Malam Jumat loh ini.


__ADS_2