
"Ini bukan salah kamu Nak,ini yang namanya takdir", jawab Fira.
"Kamu menangis,hm?.Aunty terakhir kali melihatmu menangis 21 tahun yang lalu kamu dan adik kamu ditinggalkan oleh kedua orangtua kamu.Sesakit itukah kamu takut kehilangan Juwita?",tanya Fira menangkup wajah sang anak angkat yang sudah ia anggap layaknya anak kandung sendiri.
Dave menunduk,ia tak tau harus menjawab apa sekarang.Ia belum begitu yakin dengan apa yang ia rasakan.Hanya rasa takut yang ia rasakan saat ini jika keadaan Juwita makin memburuk.
"Juwita pasti kuat Nak",ujar Fira mengusap pundak Dave dengan lembut.
"Ya Aunty...", angguk Dave.
"Bunda ke toilet Zaki",ujar Fira pada sang putra.
"Apakah Mereka tewas dalam ledakan itu Dave?",tanya Zaki saat Bundanya sudah tak terlihat lagi.
"Iya...", angguk Dave.
"Hufffhh... bagaimana dengan anak buahnya?",tanya Zaki.
"Hampir keseluruhan tewas",jawab Dave dengan muka datarnya.
Bayangkan saja kulkas dua pintu dan manusia kutub itu berbicara terlihat sangat kaku.Keduanya sama sama bersifat dingin dan datar.Tapi jika sudah bersama pawangnya Zaki akan berubah menjadi kucing yang lucu.Tidak tau bagaimana dengan Dave nantinya apakah dia akan bersifat sama dengan Zaki atau lebih.Entalah.
"Pindahkan perawatan Juwita ke Inggris Dave,disana juga ada rumah sakit besar yang bisa menangani kondisi Juwita",ujar Zaki.
"Tapi--
"Disana lebih aman Dave,kita tidak tau apa yang terkini selanjutnya.Matteo memiliki seorang anak laki laki dan tidak menutup kemungkinan akan membalaskan dendamnya.Sebelum kamu menyesalinya dan kamu akan kehilangan Dave junior",ujar Zaki membuat Dave menoleh pada Zaki.
"Aku sudah tau semuanya Dave,aku curiga kenapa kamu tiba tiba saja mau menikah dengan Juwita.Adi menyelidiki semuanya dan aku tau apa alasannya.Tapi aku minta belajarlah mencintai Juwita.Tidak susah asal kamu mau membuka hati.Dan kalau bisa tinggalkan dunia hitam ini Dave",ujar Zaki.
Dave hanya diam,bukan kebiasaannya membantah ucapan Zaki.Dan yang membuatnya kesal adalah Adi mantan rekan kerjanya dulu menyelidikinya.
"Zaki...",seru Fira.
"Aku antar Bunda ke hotel dulu",ujar Zaki.Ia dan Bundanya dari Bandara langsung menuju rumah sakit.
"Nanti sore Aunty kesini lagi dan kamu bisa istirahat dirumah.Lihatlah kamu terlihat sangat lelah",ujar Fira sebelum pergi.
__ADS_1
Dave hanya mengangguk samar,dia kembali menatap pintu ICU dimana sang istri berjuang hidup saat ini.Dan di alam bawah sadarnya sang istri mempertahankan anak mereka.
Ia akan mengurus kepindahan Juwita ke rumah sakit yang ada di Inggris.Zaki benar,Juwita akan aman disana jauh dari musuhnya.Keamanan Juwita yang paling penting sekarang.
***
Dave pulang ke rumah untuk membersihkan tubuhnya.Di rumah sakit ada Fira dan beberapa anak buahnya berjaga.Dave akan beristirahat sebentar.Besok pagi sekali Juwita akan dipindahkan sesuai permintaaanya.Meski awalnya Dokter menolak tapi setelah Dave menjelaskan akhirnya disetujui.
Penerbangan besok akan menggunakan pesawat pribadinya dan juga beberapa orang dokter yang menangani Juwita akan bergabung dengan tim Dokter di Inggris nantinya.
Hubungan Dave dan Daveena beberapa hari ini sedikit renggang akibat kesalahpahaman diantara keduanya.Daveena yang beranggapan selama ini Kakaknya mempermainkan perasaan Juwita.Padahal tak seperti itu kenyataannya.Dave memang belum mencintai Juwita tapi pria itu tetap menghormati Juwita dan memperlakukan Juwita layaknya seorang istri.Hanya kewajibannya saja yang belum ia jalankan.Dan Juwita tak keberatan dengan semuanya.
Dave tak perlu menjelaskan pada sang adik keadaan rumah tangganya.Karena itu adalah masalahnya dengan Juwita dan orang luar tak berhak tau.
Setelah membersihkan tubuhnya Dave melangkah menuju dapur untuk memasak makanan untuk dirinya.Disini tak ada pelayan,Daveena lebih suka melakukannya sendiri.
Dave memakan makanannya sendiri,dia tau Daveena menatapnya sedari tadi.Tapi ia abaikan,adiknya itu lebih dulu mendiamkannya.
"Mas...aku besok ada acara dikampus selama 2 hari.Kemungkinan aku tidak pulang",ujar Daveena.
"Mas...jaga Kak Juwita untukku",jawab Daveena.
Dave menghentikan langkah lalu mengangguk tanpa menoleh pada sang adik."Di rumah sakit sekarang ada Bunda.Pergilah temui Bundamu",ujar Dave dan setelah itu ia masuk kedalam kamar dan mengunci dirinya disana.
Dave duduk di tepi tempat tidur memikirkan permintaan Zaki tadi.Ia masih meraba hatinya.Membuka hati untuk Juwita?. Bisakah?.
Dave mendesah berat,ia akui Juwita memang cantik dan wanita yang penuh kelembutan dan juga keibuan.Dan sekarang tengah mengandung anaknya,darah dagingnya.Bahkan Juwita tak protes saat ia mengatakan tak akan menyentuhnya.Sementara wanita itu telah merelakan rahimnya untuk mengandung anaknya.Juwita juga menghargainya dan patuh akan semua perintahnya.Selama mereka menikah Juwita tak pernah menuntutnya apapun.
Dave membuka laptopnya dan pria itu tersenyum melihat wallpaper dari laptopnya itu.Pria itu tersenyum tipis lalu memandangi foto seseorang yang selama ini ia jadikan wallpaper dari benda yang sering ia gunakan itu.
"Mungkin sudah saatnya",batin Dave lalu menghembuskan nafas panjang.
Drt drt drt
Mark is calling...
"Ya Mark...",ujar Dave.
__ADS_1
"Tuan...pria itu ini mengatakan jika Matteo sudah mengincar Nyonya Juwita sejak lama.Bukan hanya sebatas Nyonya istri Tuan tapi karena Matteo memiliki dendam pribadi dengan mertua anda Tuan",jawab Mark.
"Masalah pribadi apa Mark?",tanya Dave.
"Mertua anda dulunya sahabat baik Matteo tapi karena mertua anda mengkhianatinya membuat Matteo berniat menghancurkanku mertua anda melalui Nyonya Juwita.Dan saat Matteo juga tau Nyonya istri anda membuat pria itu makin berambisi mencelakai Nyonya Juwita",jawab Mark.
"Hufff...pria itu kasih hidup Mark, maksudku James itu",tanya Dave.
"Baru babak belur Tuan",jawab Mark.
"Cari informasi sebanyak-banyaknya dari pria itu tentang keluarga Matteo,Mark!",ujar Dave.
"Baik Tuan",jawab Mark.
"Kamu jaga dengan ketat adikku disini Mark,aku akan ke Inggris mulai besok.Istriku akan dirawat di sana",ujar Dave.
"Baik Tuan,semoga Nyonya kembali sadar",jawab Mark.
"Ya...", balas Dave.
Klik
Dave mengirim pesan kepada orang kepercayaannya yang ada di tanah air untuk mengawasi mertuanya.Ia takut mertuanya itu membuat ulah.
Tapi Dave malah mendapat balasan pesan jika kedua orangtuanya berusaha untuk tinggal di Mansionnya.Hal itu membuat pria itu meradang,siapa mereka?.Dulu mereka meninggalkannya kini dengan seenaknya kembali datang ke dalam kehidupannya.
*****Usir mereka Theo,itu rumah milikku.Mereka tak ada hak disana*****!
Theo
[Sudah Tuan...pintu gerbang selalu terkunci sekarang dan akan dibuka jika ada pelayan yang akan keluar untuk berbelanja]
Dave mengeram pelan,jangan salahkan dia bersikap seperti ini.Mereka yang telah membuangnya dan kini mereka kembali datang disaat ia sudah memiliki segalanya.
...****************...
Dua bab ya,jangan lupa dukungannya
__ADS_1