
"Dave...kamu yakin akan membawa ikut serta Juwita kesana?",tanya Vans.
"Ya...hanya itu caranya agar aku tenang, keluarganya masih menganggunya",jawab Dave menatap datar sahabatnya.
"Tapi kamu pergi ke untuk--
"Aku akan meninggalkannya bersama Daveena nantinya",jawab Dave.
"Ck...ini terlalu berisiko Dave,Juwita sedang hamil akan berisiko tinggi melakukan perjalanan jauh.Kamu bisa menitipkan Juwita bersama keluarga Iskandar",ujar Vans.
"Tidak Vans,semua orang akan tau Jiak Juwita hamil.Aunty Juwita itu seorang psikolog asal kamu tahu.Dia bisa membaca bahasa tubuh seseorang.Dan apalagi kandungan Juwita sudah memasuki hampir dua bulan dan perutnya sudah mulai sedikit kelihatan",jawab Dave.
"Hufffhh... sampai kapan kalian akan menyembunyikannya?.Nanti anak kalian lahir bagaimana.Tak mungkin kan Juwita dikatakan melahirkan secara prematur.Jujur lebih baik Dave.Toh kamu tanggungjawab kan?",ujar Vans.
"Tidak untuk saat ini.Aku tidak ingin Juwita kepikiran lalu berpengaruh pada kehamilannya",jawab Dave.
"Kamu mulai mencintainya Dave?",tanya Vans penuh selidik.
"Apa maksudmu Vans?",tanya Dave lagi.
"Ck...dari cara kamu mengkuawatirkannya saja aku sudah tau kamu itu mencintainya tapi ego kamu terlalu tinggi Dave",jawab Vans.
"Aku mengkuawatirkannya karena anak yang dia kandung, tidak lebih",jawab Dave.
"Sampai kapan rumah tangga kalian seperti ini hah?, tidak selamanya kalian seperti ini kan?.Ingat nafkah itu ada dua yaitu nafkah lahir dan juga batin dan aku gak perlu menjelaskan tentang itu sama kamu.Dalam rumah tangga **** itu diperlukan.Apalagi wanita hamil memiliki libido lebih tinggi",ujar Vans.
"Ingat Dave... Juwita itu cantik.Dia bisa mendapatkan pria lebih dari kamu.Mungkin dia menikah sama kamu karena anak yang ia kandung.Tapi alangkah baiknya kalian bicarakan dengan baik seperti apa rumah tangga kalian ke depannya.Jika kamu gak akan bisa mencintainya setelah anak kalian lahir lepaskan dia.Dia berhak bahagia Dave", sambung Vans.
Dave menghembuskan nafas beratnya."Aku bukan tidak bisa mencintainya.Tapi kamu tau sendiri aku ini seperti apa.Aku takut ada yang memanfaatkan semuanya.Aku takut dia dalam bahaya",ujar Dave.
"Kalau begitu keluarlah dari dunia gelap itu Dave.Jalani hidupmu dengan normal bersama istri dan anak anak kamu nantinya",jawab Vans.
"Jangan tunggu Juwita pergi, kamu baru menyesalinya", sambung Vans.
"Pikirkan baik-baik semuanya Dave.Jika kamu tidak bisa mencintai dan daripada kamu menyakitinya.Lepaskan dia",ujar Vans.
"Tidak akan", jawab Dave.
"Hehehe... gengsimu terlalu tinggi.Jangan sampai dia membencimu dan dia nyaman dengan pria lain",ujar Vans.
Dave menatap tajam sahabatnya itu, entah kenapa ia tak suka dengan kata kata terakhir sahabatnya itu.
"Pulanglah!,dia pasti membutuhkanmu",ujar Vans menepuk pelan pundak Dave lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja Dave.
Dave memejamkan kedua matanya, ucapan sahabatnya itu berputar bagaikan kaset rusak."Apa itu cinta?",batin Dave.
__ADS_1
Tok tok tok
"Masuk!", seru Dave.
"Tuan--
"Keluar...!", ucap Dave dingin.
Wanita berpakaian sexy itu langsung pergi dengan wajah pucat pasi.
Dave mengutuki sahabatnya.Apa apaan sahabatnya itu mengirimkan wanita ke ruangannya.
"Vans...kau aku pecat",teriak Dave.
Vans tertawa keras di sofa ruangannya.Pria itu samar samar mendengar umpatan Dave.Dan ia tak takut sama sekali karena ia tau Dave tak pernah serius dengan ucapannya menyangkut dirinya.
Sahabatnya itu sangat payah dan juga memiliki tingkat ego yang tinggi.Vans sangat yakin Dave mencintai Juwita.Dia wanita pertama yang naik ranjang pria dingin itu hingga hamil.Selama ini Dave menjaga jarak dengan wanita.Tapi kini pria itu tanpa ragu bersedia menikahi Juwita.
***
Dave kembali ke apartemennya saat jam makan siang.Pria itu masih kesal dengan sahabatnya,Vans.
"Dimana istriku Bik?",tanya Dave.
Dave berjalan menaiki tangga menuju kamar.Ia penasaran apa yang di lakukan istrinya itu hingga begitu betah berada di kamar.
Ceklek
Dave melihat sang istri yang sedang menatap layar ponselnya dengan serius.Bahkan dia tak menyadari kehadiran dirinya di kamar itu.
"Apa yang ia lihat?", batin Dave.
"Juwita...",ujar Dave.
Wanita itu menoleh dan tersenyum tipis."Kamu sudah pulang Mas?",tanya Juwita.
"Ya...apa yang kamu lakukan barusan?", tanya Dave.
"Oh itu menonton drama Korea",jawab Juwita.
"Oh..."
Dave berjalan memasuki walk in closet untuk berganti pakaian.Ia melihat koper milik Juwita berada di sudut lemari.
Setelah selesai Dave keluar dari kamar dan melihat Juwita yang sedang menerima telepon entah dari siapa ia tak tau karena Juwita hanya mengangguk dan berkata iya.
__ADS_1
"Mas kamu mau makan siang?",tanya Juwita.
"Tidak... sebentar lagi",jawab Dave.
"Oh baiklah",jawab Juwita.
"Juwita..."
"Ya Mas,ada apa?",tanya Juwita.
"Apa kamu terpaksa menikah denganku?",tanya Dave.
"Tidak.Kenapa Mas?",jawab Juwita.
"Apakah kamu akan meninggalkanku jika nantinya aku tau bisa mencintaimu?",tanya Dave.
"Bolehkah aku tau kenapa kamu tidak bisa mencintaiku Mas?. Apakah aku bukan tipe wanita idamanmu?. Atau aku tidak cantik dan tak pantas untukmu?",tanya Juwita.
"Aku--aku tak yakin apakah aku bisa menjagamu dengan baik jika aku mencintaimu",jawab Dave.
"Kamu bukan pria lemah setahuku Mas,lalu bagaimana bisa kamu tidak bisa menjagaku?",tanya Juwita.
"Aku ini bukan seperti yang kamu bayangkan Juwita.Hidupku penuh dengan dosa dan juga gelap.Aku adalah pimpinan dari kelompok mafia Juwita",jawab Dave jujur.Ia harus melakukan ini,jujur lebih baik daripada menyembunyikannya.
Juwita terdiam,dia cukup terkejut dengan pengakuan Dave.Ternyata ia menikah dengan seorang mafia.
"Inilah alasanku tak ingin menikah Juwita karena tak akan ada wanita yang mau menikah dengan seorang mafia kejam sepertiku.Sekarang keputusan ada ditanganmu,aku tidak akan memaksamu untuk tetap bersamaku", sambung Dave.
"Kamu berhak bahagia Juwita,kamu berhak mencintai pria yang hidupnya berjalan normal.Bukan pria sepertiku,jadi sebelum kamu mencintaiku kamu sudah--
"Bagaimana jika aku sudah mencintaimu Mas?",tanya Juwita tiba-tiba.
Dave mengerutkan keningnya."Maksudmu?",tanya Dave menyembunyikan keterkejutannya.
"Aku mencintaimu sejak lama Mas,sejak awal kita bertemu",jawab Juwita.
"Dan kamu sekarang sudah tau siapa aku kan?, apakah kamu masih mencintaiku?",tanya Dave.
"Ya...aku terima segala kekuranganmu dan aku mau menjadi istri dari seorang ketua Maria kejam dan dingin sepertimu Mas",jawab Juwita mantap.
Dave menatap tajam percaya pada Juwita yang mau menerima dirinya.
"Lalu bagaimana dengan kamu Mas?, apakah kamu bisa mencintaiku?",tanya Juwita menatap Dave yang terlihat terkejut.
...****************...
__ADS_1