Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
#65


__ADS_3

"Baby,aku--


"Katakan Mas!",ujar Juwita penuh penekanan.Ia tak mau ada orang yang mempengaruhi suaminya itu dengan meragukan cintanya.


"Tak penting baby karena aku tak terpengaruh sedikitpun.Aku hanya ingin bertanya padamu,jawab jujur ya",ujar Dave.


"Apa Mas?",tanya Juwita.


"Tapi kami harus janji jawab jujur",ujar Dave.


"Iya.Aku janji",jawab Juwita.


"Kamu tidak menyesali kan mencintai pria yang merupakan seorang mafia sepertiku?.Hidupmu akan selalu dalam bayangan bahaya tapi aku akan berusaha melindungimu semampuku",tanya Dave.


Juwita tersenyum tipis."Tidak Mas...",jawab Juwita.


"Terimakasih telah mau menerimaku",ujar Dave.


"Ya...",jawab Juwita tersenyum tipis.


"Aunty sama Mama,mana Mas?",tanya Juwita tak melihat keberadaan Mamanya dan Fira.


"Mereka pulang baby",jawab Dave.


"Sudah makan,hm?",tanya Dave mengenggam lembut jemari Juwita.


"Sudah...",jawab Juwita.


"Mas..."


"Ya..."


"Kamu darimana?",tanya Juwita mengusap lembut rambut Dave membuat pria itu memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan lembut tangan Juwita di kepalanya.


"Menemui Zaki",jawab Dave.


"Mas...aku mau pulang",ujar Juwita.


"Besok ya.Besok kamu sudah bisa pulang.Kenapa ingin pulang?",tanya Dave.


"Aku bosan tiduran terus Mas",jawab Juwita.


"Sabar ya.Besok kita akan pulang dan kamu harus badres,gak boleh melakukan apapun",ujar Dave.


"Mas aku boleh tanya?",tanya Juwita.


"Apa?",tanya Dave menatap mata sang istri.


"Kenapa ada foto aku di kamar kamu Mas?",tanya Juwita.


Dave membuang nafas panjang lalu memejamkan kedua matanya.Sudah saatnya Juwita mengetahui semuanya.


"Aku menyukaimu dari dulu baby, tapi saat kamu memiliki kekasih dan disaat itu pula aku memutuskan untuk membuang perasaanku padamu.Kamu ingat malam pesta anniversary Aunty Fira dan Uncle Zavier?.Malam itu aku ingin mengatakan perasaanku padamu.Tapi saat kamu mengatakan pada Zaki jika kamu sudah memiliki kekasih.Kamu saat itu tak pernah menoleh padaku baby meski baku berusaha berusaha menyapamu", lirih Dave.

__ADS_1


"Maaf...", lirih Juwita.


"Bukan salahmu saat itu.Dan mulai saat itu juga aku berusaha melupakanmu dengan fokus bekerja dan bekerja dan aku bisa.Tapi takdir kembali mempertemukan kita kembali dan aku tak ingin melakukan hal bodoh lagi saat itu dengan kembali jatuh cinta padamu.Aku bersikap dingin padamu bukan?",ujar Dave.


"Jadi selama ini kamu men--


"Tidak.Aku mencintaimu dulu.Dan saat kita menikah cinta itu sudah tidak ada lagi.Aku sudah menguburnya dulu.Tapi sepertinya takdir benar benar menciptakan kamu untukku.Perasaan itu kembali ke permukaan saat melihat perjuanganmu untuk tetap hidup padahal kamu dalam keadaan hamil",jawab Dave.


"Maafkan aku Mas.Sungguh aku gak pernah melihatmu dulu", jujur Juwita.


"Ya aku harusnya sadar diri saat itu.Tak mungkin gadis remaja sepertimu mau denganku pria dewasa",jawab Dave.


"Lalu kapan kamu mengambil fotoku Mas.Dan meski kamu melupakanmu kenapa kami tetap memajang fotoku?",tanya Juwita.


"Malam itu dan aku baru memajangnya setelah kita menikah",jawab Dave.


"Dan kamu menyimpan gambarku selama ini?",tanya Juwita diangguki pria itu.


Bolehkah saat ini Juwita berteriak bahagia jika Dave dulu pernah menyukainya meski ia tak pernah menyadarinya.


"Sudah puas jawabannya,hm?", tanya Dave.


"Ya...", angguk Juwita.


"Terimakasih pernah mencintaiku", sambung Juwita.


"Ya..."


***


Wanita paruh baya itu sudah menyadari kesalahannya dan kini ia memutuskan untuk mencurahkan kasih sayangnya pada anak semata wayangnya disisa umurnya.


"Kak...aku senang akhirnya Kakak bisa kembali pulang",ujar Daveena yang tampak begitu bersemangat.


"Iya Davee",jawab Juwita.


"Kita tunggu Mas Dave dulu ya.Lagi urus administrasi",ujar Daveena.


"Kakak bisa jalan sendiri tanpa pakai kursi roda Daveena",jawab Juwita yang merasa dirinya baik baik saja.


"No... Kehamilan Kakak itu masih lemah akibat kejadian kemarin.Jadi Kakak tidak boleh banyak gerak dulu",ujar Daveena.


"Baby,ayo kita pulang",Dave datang memasuki ruangan rawat Juwita.


"Ya Mas...", angguk Juwita.


Dave menggendong Juwita lalu meminta sang adik untuk membawa barang-barang milik Juwita.


"Mas aku pakai kursi roda saja.Malu di lihat orang",ujar Juwita yang kini berada di dalam gendongan Dave.


"Diamlah baby,aku sanggup menggendongmu",jawab Dave tak mempedulikan tatapan orang orang padanya.


Daveena dan Mama Juwita yang berada dibelakang mereka hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Dave.

__ADS_1


Daveena tak percaya Kakaknya bisa memperlakukan seorang wanita semanis ini.Ia sangat tau jika Kakaknya menolak untuk jatuh cinta.


"Tante...mau bareng kami?",tanya Daveena pada Mama Juwita.


"Tidak Nak, Tente sama mobil Tante aja mengikuti kalian dari belakang",jawab Mama Juwita.


"Aku bantu ya Tante",ujar Daveena.


"Tidak usah nak.Mobil Tante sudah di modifikasi jadi tak merepotkan lagi"jawab Mama Juwita.


"Baiklah kalau begitu", ujar Daveena masuk kedalam mobil Kakaknya.


"Ma...aku tunggu dirumah ya", ucap Juwita pada sang Mama yang sudah duduk didalam mobil.


"Ya Nak, hati hati",jawab sang Mama.


"Mama juga",ujar Juwita.


"Ya.."


Setibanya di Mansion, Juwita sudah ditunggu semua orang termasuk pelayan.Tampak Kinar dan baby twins dan juga Fira beserta Zavier.Juga tampak sang Papa yang baru turun dari mobilnya.Dave mendudukan sang istri di sofa dengan perlahan.


"Selamat datang Juwita",ujar Kinar memeluk Juwita dengan erat.


"Terimakasih Kak,oh ya Kak Zaki mana?",tanya Juwita yang ga melihat kehadiran Kakak sepupunya itu.


"Mas Zaki kau kerja Juwi",jawab Kinar.


"Papa terlambat ya Nak?",ujar sang Papa mengahampiri sang putri sembari mendorong kursi roda sang istri.Tadi Papa Juwita bertemu sang istri di depan.


"Tidak Pa",jawab Juwita.


"Wah...twins makin gembul saja nih Kak",ujar Juwita menatap sang keponakan yang sedang bermain di lantai di temani kedua pengasuh mereka.


"Iya.. sedang aktif-aktifnya Juwita",jawab Kinar.


"Baby ini susu kamu minum dulu",ujar Dave yang datang dari arah dapur membawakan segelas susu hamil untuk sang istri.


"Terimakasih ya Mas",jawab Juwita meraih gelas itu.


"Iya...", angguk Dave tersenyum tipis.


"Hai keponakan aunty",ujar Daveena yang datang dari lantai atas setelah menyimpan barang-barang Juwita ke kamar Kakaknya.


Bayi yang baru pandai merangkak itu menghampiri Daveena dengan senyuman merekah dibibir mungil mereka.


"Queen...kamu sangat menggemaskan sayang",ujar Daveena membawa Queen kedalam gendongannya.


Sedangkan Arsa,bayi itu hanya diam saja menatap sang adik yang digendong.


"Arsa mau digendong juga?",tanya Daveena.


Arsa menggeleng cepat karena bayi laki laki itu sifatnya dominan kepada sifat Daddy-nya.Semua orang tersenyum melihat sepasang bayi lucu itu.

__ADS_1


"Aku yakin anak kita juga akan seperti Arsa baby",ujar Dave berbisik pelan pada sang istri diangguki oleh Juwita.


...****************...


__ADS_2