
"Bik siapa yang datang?",tanya Daveena saat mendengar keributan di depan gerbang Mansion.
"Gak tau Nona,pria itu seringkali kesini mencari Nyonya Juwita tapi selalu di usir Pak Theo",jawab kepala pelayan.
"Pria?", gumam Daveena lalu melangkah menuju gerbang melihat siapa pria itu.
"Ada apa Kak?",tanya Daveena pada Theo yang sedang beradu mulut dengan pria itu.
"Nona...anda?--
"Dia siapa Kak?",tanya Daveena menatap pria berpakaian formal di hadapannya yang dipegangi oleh orang-orang Kakaknya.
"Dia--
"Aku ingin bertemu Juwita, sebentar saja",ucap pria itu memberontak.
"Kamu siapanya Kakak iparku?",tanya Daveena menatap penuh selidik pria itu.
"Aku temannya,bisa aku bertemu dengannya?",tanya pria itu.
"Teman?,kamu yakin temannya.Maksudku kamu sedang tidak mencuri kesempatan untuk mendekati Kakak iparku kan?",tanya Daveena menatap penuh curiga pria itu.Tak mungkin Theo mengusirnya berkali-kali jika ini tak ada hubungannya dengan pria ini mengejar Kakak iparnya.
"Aku hanya temannya",jawab pria itu.
"Kak biarkan dia masuk!",ujar Daveena.
"Tidak Nona,Tuan Dave akan marah besar jika mengizinkan pria ini menemui Nyonya Juwita",jawab Theo.
"Ck...Kakakku tidak akan melarang seseorang menemui istrinya jika orang mempunyai maksud lain",ujar Daveena melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sungguh aku tidak memiliki maksud lain,aku hanya ingin bertemu dengan Juwita.Sebentar saja",jawab pria itu bersungguh-sungguh.
"Baiklah...tapi aku akan mengawasimu",ujar Daveena.
"Tapi Nona--
"Jika kamu tak melaporkan pada Kakakku maka dia tidak akan tau Kak Theo",ujar Daveena.
"Tidak Nona...Tuan Dave memintaku untuk tidak mengizinkan pria ini bertemu Nyonya Juwita karena pria ini menyukai Nyonya Juwita",ujar Theo.
"Hah?, kenapa Kak Theo gak bilang dari tadi sih?.Kalau begitu usir saja pria ini",jawab Daveena lalu balik badan dengan bibir komat-kamit meninggalkan pria itu yang terus memohon ingin masuk.
"Dasar pebinor sialan.Enak saja mau menemui Kakak iparku", gerutu Daveena memasuki kediamannya dan melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum mendinginkan otaknya yang panas.
"Davee kamu dari mana?",tanya Juwita yang memasuki dapur meletakkan gelas bekas minumannya.
"Oh dari depan.Kakak darimana barusan?",tanya Daveena balik takutnya Kakak iparnya melihat kejadian tadi.
"Dari taman belakang",jawab Juwita.
"Daveena mau gak temani Kakak ambil barang-barang Kakak di apartemen", sambung Juwita.
__ADS_1
"Kapan Kak?",tanya Daveena.
"Kamu sibuk gak sekarang?",ujar Juwita.
"Gak sih",jawab Daveena.
"Gimana sekarang saja",jawab Juwita.
"Ah baiklah.Nanti kita mampir ke rumah Bunda ya,aku kangen sama twins",ujar Daveena.
"Pasti mereka kaget jika kita datang", sambung Daveena.
"Ya.Karena kita belum menghubungi mereka jika kita pulang ke tanah air",jawab Juwita.
"Ya benar", sambung Daveena.
"Aku akan menghubungi Mas Dave dulu ya",ujar Juwita.
"Baiklah...aku tunggu diluar Kak",jawab Daveena.
Juwita menghubungi Dave namun pria itu tak mengangkat panggilannya.Juwita memutus untuk mengirim pesan saja pada suaminya itu yang ia yakini pasti sangat sibuk.
Mas aku dan Daveena ke apartemen mengambil barang-barang ku ya
Setelah memastikan terkirim Juwita berjalan keluar Mansion menghampiri sang adik ipar yang sudah menunggunya.
"Ayo Daveena!",ujar Juwita berjalan pelan menghampiri Daveena yang duduk di kap mobil.
"Ayo...kita akan di sopiri Kak Mark",ujar Daveena yang meminta Mark menemani mereka karena mereka tak akan sanggup membawa barang-barang Juwita dan juga Kakaknya nantinya.
"Kak kenapa kalian gak tinggal di Mansion saja dulu?",tanya Daveena.
"Gak tau Daveena,aku nyaman saja tinggal disana",jawab Juwita.
Tanpa sepengetahuan mereka ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang.Theo yang di depan mulai curiga dengan mobil yang ada dibelakangnya.
"Shitt...ternyata kita di ikuti Nona",ujar Mark pada Daveena sembari mengumpat.
Daveena dan Juwita menoleh kebelakang, keduanya tampak terkejut.
"Kak...kamu mengenali mobil itu?",tanya Daveena.
"Tidak.Yang jelas bukan musuh kita",jawab Mark
Drt drt drt
Mas Dave is Calling...
"Ya Mas..."
"Baby, sudah sampai?",tanya Dave.
__ADS_1
"Be-belum Mas",jawab Juwita gugup takut kejadian beberapa bulan yang lalu terulang lagi.
"Kamu kenapa baby?",tanya Dave.
"Kak Mark, biarkan dia mendahului kita,aku ingin lihat siapa dia!",ujar Daveena.
"Baby...kalian baik baik saja?", terdengar suara panik Dave.
"Mas aku ta--kut", lirih Juwita.
"Kak...kamu jangan takut, semuanya baik baik saja.Aku yakin dia bukan musuh Kakak",ujar Daveena.
"Baby.... kamu mendengarku?",tanya Dave.
"Ya..."
"Berikan ponsel kamu pada Daveena!",ujar Dave diangguki Juwita lalu memberikan ponselnya pada Daveena.
"Hallo Kak",ujar Daveena.
"Kenapa tidak meminta Theo saja untuk mengambil barang-barang Juwita di apartemen?",tanya Dave.
"Aku--
"Putar balik ke Mansion Davee",ujar Dave.
"I-iya Mas",jawab Daveena.
"Kak Mark, putar balik ke Mansion!",ujar Daveena.
"Tapi--
"Kak Ardi...",gumam Juwita saat mobil mereka sejajar.
"Dia--
"Kak Mark.Gak usah cemas.Itu pria yang tadi datang ke Mansion",ujar Daveena.
"Hai kalian masih di sana?,siapa yang datang ke Mansion Davee?",tanya Dave.
Tut
Daveena mematikan panggilannya saat melihat sang Kakak Ipar tak baik-baik saja."Kak...kamu baik baik saja?",tanya Daveena yang terlihat pucat.
"Ya...", angguk Juwita yang sebenarnya dari tadi ketakutan.Bayangan kecelakaan itu kembali hadir dibenaknya karena sebelum kecelakaan itu terjadi Juwita melihat mobil mereka di ikuti dari belakang.
"Kak... semuanya baik baik saja,aku yakin pria itu tidak akan berani macam-macam",ujar Daveena.
Juwita hanya mengangguk pelan lalu menatap mobil di sebelahnya.Wanita itu tau siapa pria itu dan ia juga sangat mengenalnya.
Ciitt...
__ADS_1
"Brengsek...", umpat Mark.
...****************...