
Juwita meluruskan kakinya karena seharian ini dan Daveena berjalan jalan.Ia sangat lelah sekali,wanita itu memejamkan kedua matanya dengan menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur.
Ia cukup menikmati kebersamaannya dengan sang adik ipar.Ia bahkan sampai lupa jika saat ini ia tengah berbadan dua.
Juwita mengusap perutnya dengan pelan,ia teringat kejadian di fitting room kemarin dimana Dave menyentuh perut dan mengusapnya dengan lembut.Tanpa sadar wanita itu menyunggingkan senyumannya.
Mengingat Dave,Juwita tak menemukan suaminya itu ada di rumah.Entah kemana pria itu, terakhir ia meninggalkan Dave di kamar sebelum berangkat bersama Daveena.
Ceklek
Juwita membuka kedua matanya saat mendengar pintu kamar yang di buka.Wanita itu melihat sang suami memasuki kamar dengan raut wajah keruh dan juga menahan emosi.Sepertinya pria itu belum menyadari kehadirannya di kamar itu.
Dave langsung membuka lemari megambil pakaiannya yang tadi pagi Juwita rapikan.Setelahnya Dave masuk ke dalam kamar mandi.
Juwita mengerutkan keningnya sembari membatin apa yang terjadi pada suaminya itu."Mungkin lagi ada masalah dengan pekerjaannya",batin Juwita.
Sementara itu dikamar mandi, Dave berdiri dibawah shower dengan rahang yang masih mengeras.Tadi ia tak sengaja melihat sang istri dipeluk pria lain walau ia tau niat pria itu hanya menolong Juwita yang hampir jauh karena terpeleset.Tapi tetap saja ia tak suka, entah apa yang terjadi dengan dirinya.Selama menikah ia memang bersikap baik pada Juwita karena wanita itu tengah mengandung buah hatinya.Tapi kini kenapa dia merasa tak rela ada yang menyentuh Juwita.Tadi ia berniat menghampiri sang istri setelah menyelesaikan meetingnya tapi ia malah melihat pemandangan itu.Ada adiknya disana dan ia yakin semuanya hanya kebetulan saja.
"Arghhh...apa yang terjadi denganku",desis Dave meremas rambutnya dengan kuat di bawah guyuran shower.
Dave berusaha menenangkan pikirannya untuk tidak berpikir yang macam-macam.Juwita sedang mengandung anaknya dan mana mungkin Juwita akan tertarik pada pria lain.
Dave menyudahi ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya.Tak masalah baginya ia berpenampilan seperti itu karena Juwita belum pulang dari acara jalan-jalannya.
Dave yang masih belum menyadari Juwita sudah ada dikamar.Pria itu menghembuskan nafas panjang.Ia sudah membawa pakaian ganti ke kamar mandi tapi malah lupa memakainya.Ini semua karena ia begitu emosi hingga konsentrasinya terpecah.
Dave kembali masuk kedalam kamar mandi dan mengambil pakaiannya.Dave kembali keluar dari kamar mandi dan membuka handuk yang melilit di pinggangnya.
"Aaaa...", pekik Juwita menutup kedua matanya karena tak sengaja melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat.
Dave kembali menyambar handuknya dan melilitkan kembali ke pinggangnya saat mendengar pekikan Juwita.
"Kamu kapan pulang?",tanya Dave kali ini dengan suara datarnya.
"Dari tadi,saat kamu pulang dengan wajah keruh",jawab Juwita masih menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.
"Buka matamu!,untuk apa kamu berteriak seperti itu.Bukankah kamu sudah pernah melihatnya dan merasakannya",ujar Dave.
Juwita membuka matanya,apa Dave bilang pernah melihatnya dan merasakannya.Dia bahkan tak pernah melihatnya karena malam itu ia berusaha memberontak dan jika merasakannya yang ia rasakan hanyalah rasa sakit saja karena ia tak menikmatinya.
Juwita menatap punggung Dave yang berjalan kembali masuk kedalam kamar mandi untuk berpakaian.
"Bagiamana jalan jalanmu tadi?",tanya Dave.
"Cukup menyenangkan tapi--
__ADS_1
"Tapi apa?",tanya Dave.
"Aku tadi hampir terjatuh, beruntung ada seseorang yang menolongku",jawab Juwita.
Dave mengepalkan kedua tangannya,ia bersusah payah melupakannya tapi Juwita malah menceritakannya.
"Lalu kamu menyukai pria itu?",tanya Dave.
Juwita mengerutkan keningnya."Maksud kamu apa Mas?",tanya Juwita.
"Bukankah dia sudah menolongmu,kalian berkenalan bukan dan kamu--
"Kamu bicara apa sih Mas?.Dia menolongku dan itu saja gak lebih",jawab Juwita.
"Huuffhh... baiklah.Tapi kamu gak apa apa kan ?",tanya Dave berusaha menekan emosi.
"Tidak...", geleng Juwita.
"Oh ya... apakah bisa menemaniku untuk makan malam bersama relasi bisnisku nanti malam?",tanya Dave.
"Ya...",angguk Juwita.
"Tapi nanti aku akan mengatakan pada relasiku jika kamu adalah sekretarisku.Maaf bukan tak mengakuimu sebagai istriku tapi ini karena pernikahan kita yang masih di rahasiakan dan juga melindungimu dari musuh musuhku",ujar Dave.
"Ya...",angguk Juwita.
"Tapi bagaimana dengan nanti malam jika ada yang tau tentang kita",jawab Juwita.
"Nanti malam murni makan malam saja dengan relasi bisnisku.Acaranya couple dan aku tak ingin di pasangkan dengan wanita manapun makanya aku mengajakmu",ujar Dave.
"Baiklah...",jawab Juwita.
"Pakailah gaun yang kamarin kamu beli",ujar Dave.
"Ya...",jawab Juwita.
"Kita berangkat jam 19:00 malam",ujar Dave di angguki Juwita.
***
Juwita tampak begitu cantik dengan gaun yang membalut tubuhnya.Ia berjalan menggandeng tangan Dave memasuki restoran dimana makan malam diadakan.
"Selamat datang Tuan Dave",ujar seorang pria tersenyum lebar menyambut kedatangan Dave.
"Ya...",angguk Dave.
__ADS_1
"Wah... untuk pertama kalinya anda datang bersama seorang wanita",ujar pria itu lagi.
Dave melirik Juwita yang tak nyaman dengan tatapan pria itu padanya.
"Ayo duduk!",ujar Dave menarik sebuah kursi untuk Juwita.
Juwita tersenyum tipis lalu duduk di ikuti Dave yang ikut duduk disebelahnya.Dave mengenggam tangan Juwita dan tersenyum tipis.
"Dia kekasih anda Tuan Dave?",tanya pria itu lagu menatap wajah cantik Juwita.
"Dia sektretaris saya",jawab Dave datar.
"Oh..."
Makan malam itu berjalan dengan lancar meski Juwita merasa nyaman nyaman berada ditengah-tengah para pria konglomerat itu.
Dave yang menyadari itu segera undur diri setelah makan malam usai.Ia tak ingin berlama-lama disana.Dave langsung meninggalkan restoran itu menggunakan mobil mewahnya.
"Maaf...",ujar Dave.
Juwita menatap Dave dengan kening berkerut."Untuk?",tanya Juwita.
"Tidak mengakuimu tadi",jawab Dave.
"Tidak apa apa,itu risiko ku menikah dengan seorang ketua mafia",ujar Juwita.
"Kamu benar-benar mau menerimaku yang seorang mafia ini?",tanya Dave.
"Ya..", angguk Juwita.
"Aku akan melindungimu semampuku", ujar Dave.
"Ya...aku percaya itu",jawab Juwita.
"Besok hari terakhir kita disini.Mau membeli sesuatu?",tanya Dave.
"Aku ingin memiliki oleh-oleh untuk Aunty Fira dan Kak Kinar juga untuk twins",jawab Juwita.
"Aku akan menemanimu",ujar Dave.
"Ha?,kamu yakin Mas mau menemaniku",tanya Juwita.
"Ya... kenapa?",tanya Dave.
"Tidak...", geleng Juwita.
__ADS_1
...****************...
Hari ini double up untuk kalian nya.mohon like dan hadiahnya serta votenya.