Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
#61


__ADS_3

Juwita memasuki kamar Dave,ini adalah kedua kalinya ia memasuki kamar ini setelah kejadian malam itu.


Juwita menatap desain kamar yang di dominasi warna abu-abu gelap dan hitam menggambarkan sifat pria itu.


Juwita duduk di bibir ranjang dan menatap sekeliling kamar dan matanya tertuju pada sebuah foto pria itu yang terlihat begitu sangat tampan di matanya.


Juwita tersenyum tipis melihat foto itu dan ia tak sengaja melihat sebuah figura kecil yang terletak diatas nakas dimana ada sebuah foto seorang gadis yang membuatnya terkejut bukan main.


Wanita meraih figura itu dan menatapnya.Dari mana Dave mendapatkan foto masa remaja dirinya.Dan kenapa Dave memajangnya di kamar ini.Ia ingat sekali dari pakaian yang ia kenakan saat itu ia menghadiri ulang tahun pernikahan kedua orangtua Zaki.


Foto itu sudah sangat lama,saat itu usianya 17 tahun.Juwita meletakan kembali foto itu dan berjalan menuju walk in closet pria itu dan meletakkan kopernya disana.


Tak ada yang menarik matanya di sana,semua hanya ada pakaian Dave dan juga sepatu dan asesoris pria itu seperti jam dan kaca mata yang Juwita yakini berharga sangat mahal.


Juwita kembali keluar dari ruangan itu bersamaan dengan pintu kamar yang diketuk dari luar.Juwita melangkah menuju pintu dan membukanya.


"Maaf Nyonya ini sarapan Anda ",ujar kepala pelayan yang berdiri diambang pintu.


"Terimakasih Bik...",jawab Juwita mengambil nampan itu.


"Ya Nyonya.Maaf bisa saya minta kotak susu hamil anda agar bisa kamu membuatkan susu hamil untuk anda Nyonya",ujar Kepala pelayan.


"Gak usah Bik,nanti saya buat sendiri",jawab Juwita.


"Baiklah Nyonya,saya tinggal dulu",ujar kepala pelayan.


"Ya Bik",jawab Juwita kembali menutup pintu kamar.


Juwita memakan sarapannya dengan begitu lahap, wanita itu mengabaikan ponselnya yang bergetar menandakan panggilan masuk.


Setelah selesai Juwita memilih untuk duduk di balkon kamar.Wanita itu merebahkan tubuhnya di atas ayunan sembari mengusap lembut perut buncitnya.


Tak lama wanita itu tertidur dengan lelap diatas ayunan.Tidak tidur semalaman membuatnya sangat mengantuk.


Sementara itu Daveena yang baru saja selesai mandi mendapatkan telepon dari Kakaknya.


"Ya Mas..."


"Kalian sudah sampai dirumah?",tanya Dave.


"Sudah Kak,ada apa?",jawab Daveena menggemaskan tubuhnya diatas sofa.


"Mana Juwita?",tanya Dave.


"Mungkin istirahat Mas,semalam ia tak tidur di pesawat",jawab Daveena.


"Oh..."


"Mas belum pulang?",tanya Daveena.


"Mungkin besok",jawab Dave.


"Masih belum kelar?",tanya Daveena


"Hampir...",jawab Dave.


"Oh ya Juwita di kamar tamu kan Davee?",tanya Dave.

__ADS_1


"Ya enggaklah Kak.Dia di kamar kamu Mas",jawab Daveena.


"A-apa?",pekik Dave.


"Mas...kamu ini kenapa sih?, tentu saja kamar kamu kamar Kak Juwita sekarang",jawab Daveena.


"Davee disana--


"Apakah Mas memajang foto wanita lain dikamar?.Atau menyembunyikan sesuatu?",tanya Daveena.


"Tidak ada",jawab Dave.


"Lalu kenapa kamu terkejut seperti itu Mas",tanya Daveena.


"Bukan apa apa,Mas tutup dulu",jawab Dave mengakhiri panggilannya.


"Gak jelas", gerutu Daveena.


***


Juwita membuka kedua matanya perlahan dan menatap sekitar.


"Aku ketiduran", gumam wanita itu mengucek kedua matanya.


Wanita itu melangkah kembali masuk kedalam kamar.Dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai wanita itu melangkah masuk kedalam walk in closet.Juwita membuka kopernya mengambil pakaian gantinya.Tak lupa wanita itu ikut mengeluarkan susu hamil dan juga vitaminnya.


Juwita berencana akan ke apartemen untuk mengambil pakaiannya yang ada disana setelah ini.


Selesai berpakaian wanita itu turun ke lantai dasar membawa kotak susu hamil dan juga vitaminnya sembari membawa nampan berisi piring bekas sarapannya.


"Gak apa apa Bik",jawab Juwita.


"Nyonya sedang hamil,kami tak ingin mendapatkan amukan dari Tuan Dave jika dia tau",ujar pelayan itu.


"Gak akan Bik,Mas Dave kan lagi di luar negeri",jawab Juwita.


"Disetiap sudut Mansion ini ada cctv Nyonya.Mungkin saat ini Tuan bisa melihat Nyonya dari jauh",jawab pelayan itu.


"Nyonya ingin membuat susu ya?",tanya pelayan itu melihat ada kotak susu diatas nampan.


"Iya Bik",jawab Juwita.


"Akan saya buatkan Nyonya.Silahkan Nyonya tunggu di ruang santai saja",ujar pelayan itu ramah.


"Gak usah--


"Jangan membantah Nyonya",jawab pelayan itu.


"Baiklah Bik,saya ingin duduk di taman belakang,tolong antarkan kesana saja ya",ujar Juwita yang ingin bersantai di kebun bunga di belakang mansion ini.


"Baik Nyonya",jawab pelayan itu pergi meninggalkan Juwita.


"Nah ini orangnya",ujar Daveena tiba-tiba.


"Ada apa Daveena?",tanya Juwita tak melihat adik iparnya itu merengut kesal.

__ADS_1


"Nih...Mas Dave menghubungiku dan meminta Kak Juwita untukku mengangkat panggilan teleponnya.


"Yah... ponsel Kakak masih di kamera Davee",jawab Juwita.


"Pantas saja aku yang dari tadi diteror mulu sama Mas Dave",ujar Daveena.


"Kakak ambil ponsel dulu ya",jawab Juwita.


"Ya Kak",jawab Daveena.


Juwita kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya yang dari tadi pagi ia lupakan.Wanita itu dengan pelan pelan kembali menaiki tangga.


Setibanya di kamar Juwita mendapati ponselnya bergetar.Segera wanita itu menyambar ponselnya yang ternyata panggilan video dari sang suami.


"Ya Mas...",jawab Juwita saat panggilan terhubung.


"Darimana baby?",tanya Dave.


"Dari lantai bawah Mas",jawab Juwita.


"Kamu di kamar?",tanya Dave.


"Iya.Kamar kamu Mas",jawab Juwita.


"Oh ya kamu dimana Mas?",tanya Juwita.


"Ini masih di dermaga, aku dari tadi menghubungi kamu tapi gak diangkat",jawab Dave.


"Maaf Mas...tadi aku ketiduran.Gak tau kamu menghubungiku",ujar Juwita.


"Kamu gak tidur semalaman di pesawat,itu benar",tanya Dave.


"Pasti Daveena yang bilang ya",jawab Juwita.


"Ya.Kenapa gak tidur?",tanya Dave menatap wajah cantik Juwita.


"Gak tau Mas.Anak kita gerak terus bikin aku gak bisa tidur",jawab Juwita.


"Oh ya?. Mungkin anak kita gak mau jauh dari aku baby",ujar Dave.


"Mungkin Mas.Berusan saja di nendang cukup kencang Mas",jawab Juwita.


"Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan setelahnya pulang",ujar Dave.


"Ya Mas", angguk Juwita.


"Aku tutup dulu ya",ujar Dave.


"Ya Mas...",jawab Juwita.


Klik


Juwita mengusap lembut perutnya saat kembali merasakan tendangan dari calon anaknya."Kamu rindu Daddy ya Nak?", tanya Juwita.


"Ish...",Juwita meringis pelan saat anaknya kembali menendang.


Wanita itu tersenyum tipis lalu kembali turun ke lantai dasar.Wanita itu menuju taman belakang, tempat paling nyaman yang ia tau di Mansion ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2