
"Awh...", ringis Juwita saat tubuhnya terdorong ke depan.
"Kak Juwita...", pekik Daveena mengabaikan panggilan masuk dari Kakaknya.
"Nyonya anda baik baik saja.Maafkan saya mobil di depan tiba-tiba saja menghadang saya",ujar Mark penuh sesal.
"Aku gak apa apa tapi--
"Kak Juwita...", pekik Daveena karena Juwita tiba-tiba saja kehilangan kesadarannya.
"Kak Mark kita ke rumah sakit sekarang!",ujar Daveena.
"Tapi mobil didepan kita--
"Tabrak saja Kak.Kak Juwita yang terpenting sekarang",pekik Daveena tak terlihat panik
"Tolong buka pintunya,saya--
"Mau apa kamu hah,cepat singkirkan mobil kamu karena kami harus membawa Kak Juwita ke rumah sakit sekarang", teriak Daveena.
"Saya dokter,saya bisa mengecek keadaannya",ujar pria itu.
"Jangan mencari kesempatan buat menyentuh Kakak ipar saya kamu.Cepat singkirkan mobil kamu atau kami tabrak",jawab Daveena.
"Saya--
"Tabrak saja Kak!",ujar Daveena yang masih memegangi tubuh Juwita yang gak sadarkan diri.
Mark tak ingin berbuat kekacauan memilih memundurkan mobilnya dan kembali melaju meninggalkan pria itu yang tampak ikut panik.
"Kak Mark buruan", teriak Daveena yang takut terjadi hal buruk pada Kakak iparnya.
"Iya Nona",jawab Mark yang ikut panik karena pekerjaannya dipertaruhkan disini.Ia tak ingin Dave mengamuk padanya jika terjadi sesuatu pada Juwita.
Ponsel Juwita yang ada pada Daveena terus berdering, tampak panggilan masuk dari Dave.
"I-iya Mas..."
"Davee apa yang terjadi?",tanya Dave terdengar panik.
"Kak Juwita--
"Ada apa dengan Juwita,Davee?",tanya Dave.
"Kak Juwita tidak sadarkan diri Mas,mobil kita diikuti seseorang dan menurut dugaanku--
"Siapa yang mengikuti kalian?",tanya Dave terdengar menaikan intonasi suaranya membuat Daveeka tersentak kaget.
"Kak Juwita sebelum pingsan menyebut nama Ardi,Mas",jawab Daveena.
"Brengsek...", terdengar Dave mengumpat dari seberang.
"Bagaimana keadaan Juwita,Davee?",tanya Dave.
"Aku masih dalam perjalanan ke rumah sakit Mas",jawab Daveena.
Klik
Daveena menyimpan ponsel Juwita kedalam tasnya lalu berusaha menyadarkan Juwita dengan menepuk pelan pipi Kakak iparnya itu.Namun hasilnya nihil, Juwita tak bergeming dan tak mau membuka matanya
Tak lama mobil mereka sampai di rumah sakit.Mark segera turun dari mobil dan membantu Daveena.
"Kak...kamu gendong Kak Juwita",ujar Daveena pada Mark.
__ADS_1
"Tapi Nona,Tuan akan--
"Sudah gendong saja, masalah Mas Dave menjadi urusanku",ujar Daveena.
Mark membuang nafas beratnya menyakinkan hatinya.Ia takut Dave tau jika ia menggendong Juwita maka pria itu pasti akan menghajarnya.
"Ayo Kak Mark, buruan!", pekik Daveena.
"I-iya",jawab Mark.
Mark menggendong Juwita masuk kedalam rumah sakit.Sementara Daveena melangkah lebih dulu sembari berteriak meminta pertolongan pada Dokter.
Juwita dibawah ke UGD dan di periksa, sedangkan Daveena menghubungi kedua orangtua Juwita dan juga Zavier juga Fira memberitahukan keadaan Juwita.
Ting
Mas Dave
[Davee bagaimana keadaan Juwita,Mas sudah di pesawat]
******Masih diperiksa di UGD,Mas******
Mas Dave
[Kabari Mas terus tentang keadaan Juwita, Davee]
******Ya Mas...aku sudah menghubungi Bunda juga Daddy dan juga kedua orangtua Kak Juwita******.
Daveena masih berada di depan ruang UGD bersama Mark yang juga sibuk menelepon.Entah apa yang pria itu bicarakan,Daveena tak mau tau.Ia berharap sang Kakak ipar dan calon keponakannya baik baik saja.
Tak lama tampak Fira dan Kinar dan juga Zaki datang dengan pakaian rapi.
"Daveena,apa yang terjadi,Nak?",tanya Fira.
Daveena berhamburan memeluk Fira dan menangis tergugu.Kejadian tiga bulan yang lalu kembali membayang dipelupuk mata gadis itu.
"Kalian kapan pulang,hm?.Apa yang terjadi hingga Juwita kembali dilarikan ke rumah sakit?",tanya Fira mengusap punggung Daveena.
Daveena menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal.
Tak lama pintu ruangan UGD terbuka, seorang dokter keluar dari sana.
"Dengan keluarga pasien?",tanya Dokter.
"Kami keluarganya Dok, bagaimana keadaan anak saya Dok?", tanya Fira.
"Pasien mengalami syok berat yang dipicu kemungkinan pasien pernah mengalami kejadian yang sama.Saat ini pasien belum sadar tapi kondisinya baik baik saja",jawab Dokter.
"Bagaimana dengan kehamilannya Dok",tanya Daveena.
"Nanti akan ada rekan saya yang akan menjelaskannya",jawab Dokter itu.
Tak lama seorang Dokter perempuan keluar dari ruangan UGD itu."Dengan suami pasien?",tanya Dokter itu ramah.
"Kami keluarganya Dok, suaminya--
"Mas Dave dalam perjalanan Bunda",ujar Daveena.
"Kandungan pasien cukup lemah mungkin akibat terkena benturan dan juga tingkat stres akibat syok berat yang tinggi.Pasien harus dirawat secara intensif",jawab Dokter.
"Tapi semuanya akan baik baik saja kan,Dok?",tanya Daveena.
"Insyaallah,doakan saja.Tolong kejadian sepatu ini jangan terulang lagi",jawab Dokter.
__ADS_1
"Berikan perawatan terbaik dari rumah sakit ini Dok",ujar Fira.
"Baik Buk",jawab Dokter itu kembali masuk kedalam UGD.
"Davee...kamu kenal siapa pria itu?",tanya Kinar.
"Tidak Kak,tapi ia mengaku seorang Dokter",jawab Daveena.
"Sayang...Mas sama Mark ada urusan sebentar.Kamu sama Bunda temani Daveena disini sebelum Dave datang ya",ujar Zaki menghampiri sang istri lalu mengecup pelan kening Kinar.
"Ya Mas...hati hati",jawab Kinar.
"Ya..."
***
Brak
"Baby...",Dave dengam nafas tersengal masuk kedalam ruang perawatan Juwita.
"Dave...kamu sudah datang Nak?",tanya Fira.
"Ya Aunty",angguk Dave lalu menatap sang istri yang masih memejamkan matanya.
"Dia tidur Dave, beberapa menit yang lalu ia sadar dan dipindahkan kesini",ujar Fira.
"Mas...maafkan aku gak bisa jaga Kak Juwita",ujar Daveena.
Dave tak menjawab,pria itu mengenggam tangan sang istri lalu mengusap perut buncit Juwita."Baby, aku datang", bisik Dave ditelinga Juwita.
Fira mengajak Daveena dan Kinar keluar dari ruangan itu dan membiarkan Dave bersama Juwita.
"Baby,bangunlah!", bisik Dave mengecup pipi Juwita.
Merasa tidurnya terganggu,Juwita membuka kedua matanya."M-Mas...",ujar Juwita tersenyum tipis.
"Iya ini aku",jawab Dave ikut tersenyum tipis.
"Aku takut--
"Sssst...tak ada yang perlu kamu takutkan, semuanya baik baik saja",ujar Dave.
"Kamu kapan datang Mas, bukannya kamu pulang besok",jawab Juwita.
"Kamu lebih penting.Marvel menggantikan aku disana",ujar Dave.
"Maaf tak bisa menjagamu dengan baik", sambung Dave.
"Ini bukan salah kamu Mas.Andai saja aku--
"Jangan berandai andai baby, semuanya takdir",ujar Dave mengecup punggung tangan Juwita.
"Terimakasih Boy sudah menjaga Mommymu", bisik Dave di depan perut Juwita.
"Dia nendang",seru Dave tersenyum lebar.
"Iya Mas,dia sangat aktif",jawab Juwita tersenyum lebar.
"Ehemmm..."
"Papa", gumam Juwita melihat kedatangan Papanya.
"Bagaimana keadaan kamu Nak, kenapa tak memberi kabar jika kamu pulang ke tanah air",ujar sang Papa.
__ADS_1
Dave tak peduli dengan kehadiran kedua orangtua istrinya itu.Ia tetap duduk di samping Juwita.
...****************...