Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Aku mau ice krim


__ADS_3

"Baby,cukup berendamnya.Nanti kamu kedinginan",ujar Dave pada Juwita.


"I-iya Mas",jawab Juwita gugup melihat tubuh bagian atas Dave yang polos.Pria itu hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Sana kamu keluar dulu Mas",usir Juwita.


"Kenapa?,kamu malu?",tanya Dave.


"Ya...i-ya",angguk Juwita.


"Untuk apa malu,hm?.Aku sudah melihat semuanya dan juga--


"Mesum",ujar Juwita membuat Dave terkekeh.


"Kamu memiliki kepribadian ganda ya Mas?",tanya Juwita tiba tiba membuat Dave menghentikan tawanya.


"Apa maksudmu baby?",tanya Dave dengan kening berkerut.


"Biasanya kamu itu terlihat dingin dan datar bahkan tak tersentuh wanita manapun.Dan sekarang kamu terlihat seperti pria yang hangat dan menyenangkan",jawab Juwita.


"Kamu harusnya bersyukur mendapatkan suami sepertiku baby.Aku seperti ini hanya padamu dan Daveena.Jika dihadapan banyak orang aku akan kembali ke setelan pabrik",ujar Dave.


"Sudah...ayo berdiri baby,kamu bisa hipotermia jika lama lama berendam di air", sambung Dave.


"Ya kamu keluar dulu Mas",ujar Juwita.


"Huffhhh... baiklah.Jangan mandi lama lama, kamu sudah lama berendam di air",jawab Dave melangkah keluar dari kamar meninggalkan Juwita.


Juwita melangkah keluar dari bathub menuju shower untuk membersihkan tubuhnya.Gadis itu mengehela nafas saat tubuh mulusnya kini di hiasi oleh bekas cinta dari suaminya.


"Ck pria dingin dan datar sepertinya sangat beringas jika sudah diatas ranjang",batin Juwita yang teringat betapa beringasnya Dave semalam mempermainkan tubuhnya.


Setelah selesai Juwita memakai bathrobe lalu kaluar dari kamar mandi namun ia tak menemukan keberadaan sang suami.Wanita itu mengerutkan keningnya kenapa tiba-tiba Dave meninggalkannya sendiri disini.


Wanita itu mengambil handuk yang ada diatas ranjang lalu mengeringkan rambutnya.Tapi pergerakan tangannya terhenti saat teringat jika ia tak memiliki baju ganti.


Tak lama pintu kamar hotel terbuka, tampak Dave yang masuk menenteng beberapa buah paper bag.Pria itu masih mamakai pakaian yang semalam yang ia pakai.


"Mas kamu darimana?",tanya Juwita.


"Ini pakaian untukmu!",ujar Dave menyerahkan dua buah paper bag pada Juwita.Pria itu turun kebawah untuk membeli pakaian ganti untuknya dan juga sang istri.


"Aku pikir kamu akan meninggalkanku sendiri disini Mas",jawab Juwita.

__ADS_1


"Mana ada seperti itu baby",ujar Dave lalu mengecup pipi sang istri sekilas.


"Pakailah pakaianmu setelah ini kita pulang", sambung Dave.


"Ya...angguk Juwita.


Juwita memasang pakaiannya dihadapan Dave,ia takut ke kamar mandi karena lantainya yang licin.


"Kamu mau menggodaku baby?",tanya Dave saat Juwita polos dihadapannya dengan posisi membelakangi pria itu.


"Gak Mas,aku takut masuk kamar mandi karena lantainya licin",jawab Juwita tetap fokus memasang **********.Sebenarnya ia malu tapi daripada ia jatuh di kamar mandi lebih baik memakai pakaiannya disini.


Dave menggeleng pelan lalu masuk kedalam kamar mandi untuk berpakaian.Ia tak mau berlama-lama menatap sang istri berpakaian.Bisa bisa ia kembali membawa sang istri keatas ranjang sementara Juwita saat ini sedang hamil muda.Ia tak mau terjadi sesuatu hal yang buruk pada kandungan sang istri mengingat betapa ganasnya dirinya semalam menyerang sang istri.


Juwita menyisir rambut setelah berpakaian,namum pergerakan tangannya terhenti saat Dave merebut sisir dari tangannya dan membantunya menyisir rambutnya yang semakin panjang.


"Mas aku mau potong rambut",ujar Juwita.


"Jangan...aku suka melihat rambut panjangmu",jawab Dave yang sedang menyisir rambut sang istri dengan hati hati.


"Tapi panas Mas",jawab Juwita.


"Nanti setelah melahirkan ya.Tapi potongnya hanya sedikit saja",ujar Dave.


"Apaan sih Mas",jawab Juwita tersipu malu karena Dave menatapnya di pantulan cermin dengan tatapan dalam.


"Kita pulang ya",ujar Dave.


"Ke Indo?",tanya Juwita.


"Tidak baby,ke apartemen.Kamu kenapa begitu bersemangat sekali pulang ke Indo,hm.", tanya Dave.


"Gak tau aja Mas", geleng Juwita.


"Apakah karena seseorang?",tanya Dave dengan tatapan menyelidik.


"Apa maksud kamu Mas?",jawab Juwita.


"Apa karena pria sia--


"Ssssttt...aku gak ada perasaaan apapun padanya Mas.Jadi jangan mencurigaiku terus",ujar Juwita.


"Lalu untuk siapa perasaanmu?",tanya Dave.

__ADS_1


"Untuk pria datar dan dingin seperti kulkas dua pintu ini",jawab Juwita membalikkan badannya lalu mencubit gemas hidung bangir Dave.


"Apakah aku sedingin itu baby,hingga kamu menjulukiku kulkas dua pintu?",tanya Dave.


"Duh Pak CEO,kapan kamu sadar kalau sifat kamu itu dingin banget.Sama dengan Kak Zaki,kalian itu sebelas dua belas.Entah kenapa aku dan Kak Kinar bisa jatuh cinta pada pria seperti kalian ini",jawab Juwita meninggalkan Dave lalu memasukkan pakaian yang ia kenakan kemarin ke paper bag.


"Tapi saat bersamamu aku tidak dingin kan?",tanya Dave mengikuti Juwita yang menyimpan pakai kotor mereka kedalam paper bag.


"Sekarang tidak tapi kemarin-kemarin iya",jawab Juwita.


"Maafkan aku untuk yang kemarin-kemarin,baby",jawab Dave dengan wajah penuh penyesalan hingga tawa Juwita pecah.


"Kenapa seekor singa bisa menjadi kucing yang lucu dan menggemaskan seperti ini sekarang,hm?", gelak Juwita melihat wajah lucu Dave.


"Memangnya aku selucu itu baby,hm?",tanya Dave merengkuh pinggang Juwita.


"Hahaha... aneh saja Mas, dulu kamu datar banget sekarang lihatlah kamu itu sangat menggemaskan sangat tidak cocok dengan muka datar kamu ini",jawab Juwita mengusap rahang Dave yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Aku tak peduli apapun yang kamu katakan.Beginilah aku sekarang",ujar Dave menatap wajah cantik sang istri.


"Ayo kita pulang sebelum aku menerkammu lagi", sambung Dave.


"Ck... begini nih kalau pria dingin dan datar sudah kenal dengan namanya bercinta",jawab Juwita membuat Dave terkekeh dengan ucapan random sang istri.


"Kamu itu sangat sayang untuk di anggurin baby, andai saat ini kamu tidak sedang hamil mungkin aku akan mengurungmu dikamar ini",ujar Dave.


"Ck...dasar maniak",jawab Juwita mengikuti langkah Dave yang menggenggam tangannya keluar dari kamar hotel.


Dave tak lagi menyahut dan kembali bersifat datar.Benar apa yang dikatakan Juwita jika pria ini memiliki kepribadian ganda.Sekarang pria itu kembali ke setelan pabrik, dingin dan datar setiap bertemu orang orang yang melewati lorong hotel.


Juwita hanya diam saja melihat sifat suaminya itu.Lebih baik begitu menurutnya karena pelakor akan berpikir dua kali untuk mendekati suaminya itu.


"Mas aku mau makan ice krim,boleh?",tanya Juwita saat mereka selesai cekout.


"Kamu mengidam,hm?",tanya Dave.


"Entahlah, aku tiba-tiba saja ingin makan ice krim",jawab Juwita.


"Baiklah kita akan membeli ice krim yang kamu dan anak kita inginkan",ujar Dave membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Terimakasih hubby",jawab Juwita membuat Dave tertegun sejenak dengan akhirnya kalimat Juwita.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2