Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Kritis


__ADS_3

Mark


[Tuan saya berhasil menangkapnya,dia ada di gudang senjata kita saat ini]


Dave meremas ponselnya dengan rahang yang mengetat.Beruntung hari sudah gelap hingga Juwita tak menyadari jika mata pria itu sudah memerah menahan emosinya.


Ingin rasanya itu segera ke gudang untuk mengintrogasi pria itu saat ini juga.Namun melihat Juwita yang sedang menikmati keindahan sunset membuatnya mengurungkan niatnya.


Ia akan segera mengintrogasi pria itu setelah mengantarkan Juwita pulang.Ia tak ingin gegabah,ia harus segera pulang.Takutnya masih ada yang mengintai mereka saat ini.


"Ayo kita pulang,aku ada sedikit pekerjaan lagi",ujar Dave pada Juwita.


Juwita yang sedang sibuk mengabadikan momen sunset menoleh pada Dave."Iya...", angguk Juwita lalu menyimpan ponselnya.


Dave mengenggam tangan Juwita meninggalkan area yang ramai oleh pengunjung itu menuju mobil mereka yang tak jauh dari sana.


Dave melajukan mobilnya di ikuti beberapa mobil dibelakangnya yang merupakan anak buahnya.Pria itu berusaha untuk tenang meski hatinya saat ini tengah risau seakan ada sesuatu hal besar yang akan terjadi.


Saat di jalanan yang lengang tiba-tiba saja mobilnya ditabrak dari arah belakang hingga terpental cukup jauh hingga menabrak pembatas jalan.


"Argh...",erang Dave saat merasakan lengannya yang terasa sakit.


Pria itu menoleh kearah sang istri yang tampak tak sadarkan diri.Pria itu segera membuka seatbeltnya dan membantu Juwita mengalami benturan di bagian kepala akibat kaca mobil yang pecah.


"Juwita...bangun!",ujar Dave menepuk pipi wanita itu namun nihil wanita itu memang tak sadarkan diri.


Dave segera membuka seatbelt Juwita sebelum mobil itu meledak.Dengan hati hati pria itu menggendong Juwita keluar dari mobil karena hanya pintu mobil di sebelahnya yang bisa di lewati.Pintu mobil sebelah Juwita mengarah ke arah jurang.


Di luar sudah ramai orang yang berusaha orang yang melihat kejadian itu.Dave menggendong tubuh Juwita menjauhi mobil dan tak lama setelah itu mobil iya meledak hebat.


"Tuan...maafkan kami,mobil kami ada yang berusaha menghadang",ujar salah satu anak buah Dave.


"Kita ke rumah sakit sekarang!",ujar Dave dengan suara dinginnya.


Dave segera masuk kedalam mobil anak buahnya.Ia masuk kedalam kursi penumpang dengan Juwita masih di dalam gendongannya.


Dave menegang saat darah mengalir di sela paha sang istri."Tambah kecepatan mobilnya, buruan!", teriak Dave.


"Baik Tuan",jawab anak buahnya segera menambah kecepatan mobilnya.


"Bertahanlah...aku mohon",lirih Dave memeluk sang istri dengan bagitu erat.Ia takut terjadi sesuatu pada sang istri dan juga kandungannya.


Tak lama mobil mereka sampai disebuah rumah sakit dan Dave langsung turun dan menggendong tubuh sang istri yang berlumuran darah.


"Dokter, tolong istri saya", teriak Dave dengan bahasa setempat.


Dokter jaga dan juga para suster segera membawa Juwita menuju ruangan rawat darurat.Dave diminta Dokter untuk menunggu diluar.


Dave mengusap kasar wajahnya saat bersamaan ponselnya berdering.


"Tuan apa yang terjadi?",tanya Mark dari seberang .Ia langsung menghubungi Dave saat salah satu anak buahnya mengabarkan jika Tuan mereka mengalami kecelakaan.


"Selidiki kecelakaan yang terjadi di daerah xxxx Mark.Aku butuh informasinya satu jam lagi!",ujar Dave.

__ADS_1


"Baik Tuan",jawab Mark.


Klik


Dave mondar mandir di depan ruangan dimana Juwita saat ini sedang ditangani.Pria itu sangat takut jika anak dan istrinya tak bisa diselamatkan.


Ini yang ia takutkan,tapi ia begitu ceroboh dengan membawa Juwita ke negara ini.Namun jika ditinggalkan di tanah air tak juga menutup kemungkinan Juwita akan aman dari orang orang yang akan menyakitinya.Kedua orangtuanya dan juga orangtua Juwita bisa saja menyakiti sang istri.


Tak lama pintu ruangan gawat darurat itu terbuka, seorang dokter tampak keluar dari ruangan itu.


"Dokter Bagaimana keadaaan istri saya",ujar Dave yang tampak begitu kuawatir.


"Isteri anda mengalami benturan yang cukup kuat di kepalanya Tuan dan kondisinya kritis tapi kabar baiknya kandungannya baik baik saja",jawab Dokter membuat Dave syok berat.


"Berikan perawatan terbaik Dokter!",ujar Dave.


"Kami akan memberikan perawatan terbaik,namun jika dalam tiga hari ini pasien tidak kunjung melewati masa kritisnya kami akan melakukan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap", jawab Dokter.


"Ya Dok.Tapi saya bisa menemuinya kan Dok?",tanya Dave.


"Tentu...",jawab Dokter.


Drt drt drt


"Ya Mark...",seru Dave.


"Kecelakaan ini seperti di sabotase oleh seseorang Tuan.Dan orang itu adalah anak buah Matteo, Tuan",ujar Mark.


"Hancurkan markas mereka Mark,aku yakin saat ini mereka tengah merayakan kemenangannya karena berhasil mencelakaiku",ujar Dave dengan suara terdengar mengerikan oleh Mark


Klik


"Brengsek...", umpat Dave dengan tangan terkepal dan nafas yang tersengal-sengal.Hampir saja ia kehilangan calon anaknya.Dan kini sang istri dalam masa kritisnya.


Dave memasuki ruangan ICU,dimana Juwita tidur terbaring dengan berbagai macam alat yang terpasang di tubuhnya.


"Maafkan aku yang gagal menjagamu",lirih Dave menatap wajah pucat Juwita.


"Aku mohon berjuanglah demi anak kita",Dave gumam Dave yang mengabaikan luka di bagian tangan dan juga pelipisnya.


Dave kembali keluar dari ruangan itu dan duduk di kursi pengunjung.Apakah ia harus mengabarkan tentang Juwita pada keluarga Iskandar atau tidak.Dia tak ingin membuat orang yang ada di tanah air terkejut dengan apa yang menimpa Juwita.


**Mark aku butuh beberapa orang untuk berjaga di rumah sakit xxxx** .


Drt drt drt


Mark


[Mereka dalam perjalanan kesana Tuan]


**Selidiki apakah ada penyusup yang masuk dalam anggota kita.Dan kamu tau bukan apa yang harus kamu lakukan.Hancurkan orang itu sehancur hancurnya**.


Mark

__ADS_1


[Baik Tuan]


Dave merasakan sedikit ngilu dibagian pelipisnya karena luka robekan dari kaca mobil.Tapi itu bukan masalah besar baginya karena itu belum seberapa untuk seorang mafia sepertinya.


***


Dave tersenyum penuh misteri saat media mengabarkan telah terjadi ledakkan besar yang menawaskan hampir semua orang yang ada didalam gudang penyimpanan senjata ilegal milik salah satu penjahat asal Italia.


"Itulah balasan dariku Matteo",batin Dave.


**Pastikan kau tak meninggalkan jejak Mark**


Mark


[Semuanya bersih Tuan]


Dave yang baru saja selesai membayar administrasi tak sengaja melihat berita dilayar televisi yang ada di lobi rumah sakit itu.


Drt drt drt


Zaki is Calling...


"Ya Tuan..."


"Ck.. berhenti memanggilku Tuan,Dave",ujar Zaki berdecak kesal.


"Terjadi ledakkan di Manhattan,kamu tau itu adalah musuh kita.Terjadi sesuatu Dave?",tanya Zaki.


"Ya...aku dan Juwita mengalami kecelakaan",jawab Dave.


"Lalu bagaimana keadaannya adikku?",tanya Zaki dengan suara terdengar kuawatir.


"Juwita kritis...",jawab Dave.


"Dan ini ada hubungannya dengan ledakkan itu,Dave?",tanya Zaki.


"Hmmmm",Dave berdehem pelan.


"Ya mereka yang menyebabkan kecelakaan yang aku alami", sambung Dave bergumam pelan.


"Besok aku akan kesana!",ujar Zaki.


"Ya...",jawab Dave.


"Tidak ada yang mencurigai anak buah kita kan Dave?",tanya Zaki.


"Tidak... mereka melakukannya dengan baik",jawab Dave.


"Baiklah... aku tutup dulu",ujar Zaki.


"Ya..."


Klik

__ADS_1


...**********...


Hari ini dua bab ya, jangan lupa hadiah sama vote dan juga like serta komentarnya.


__ADS_2