Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Nendang


__ADS_3

"Bagaimana dengan keadaan istri saya Dok?",tanya Dave saat tim dokter keluar dari ruangan rawat Juwita.


Dokter menggeleng."Masih sama.tapi kandungannya masih baik baik saja.Tetapanya ajak dia mengobrol untuk menstimulasi alam bawah sadarnya",jawab Dokter neurologi yang menangani Juwita.


"Iya Dok...",lirih Dave mengangguk pelan.


Dave kembali masuk kedalam ruangan Juwita dan menatap sang istri yang masih saja sama dan belum mau membuka kedua matanya.


"Apakah ini hukuman untukku darimu?",gumam Dave menatap Juwita yang tak bergeming.


"Aku mohon, bukalah kedua matamu dan aku janji akan mengabulkan permintaanmu.Apapun itu",lirih Dave tepat ditelinga Juwita.


Drt drt drt


Daveena


[Mas...aku mau kesana besok ya.Aku mengambil cuti beberapa hari]


Minta Mark untuk mengurus semuanya.Dan jangan menggunakan pesawat komersial !.


Daveena


[Tapi Mas aku ingin berangkat menggunakan pesawat komersial dan aku janji akan baik baik saja]


Jika begitu tetaplah disana!


Daveena


[Mas aku ingin seperti orang lain yang ingin menikmati kebebasan]


Keadaan belum kondusif Davee.Kakak kamu belum sadar hingga sekarang dan Mas gak mau kamu mengalami hal yang sama.


Daveena


[Baiklah Mas]


Dave menghembuskan nafas beratnya,adiknya memang keras kepala.Daveena memang ingin hidup normal seperti yang lainnya.Tapi semua itu belum bisa ia wujudkan sebelum ia menyingkirkan musuh-musuhnya.


Juwita sudah menjadi korban dan ia tak ingin adiknya mengalami hal yang fokusnya saat ini hanya pada Juwita yang masih belum mau bangun dari tidur panjangnya.


******Mark...urus keberangkatan Daveena ke sini******!.


Dave masih menatap lurus kearah Juwita yang masih memejamkan kedua matanya.Ia sudah melakukan banyak cara agar Juwita mau membuka matanya.Semua yang ia ucapkan tak ada yang bisa membuat Juwita kembali dari alam bawah sadarnya.


Dave menatap layar monitor yang menampilkan detak jantung wanitanya itu.Masih sama dengan yang kemarin tak ada perubahan sama sekali.


Dave keluar dari ruangan itu untuk menghubungi Hans gan ada di tanah air.Untuk sementara waktu perusahaaan kembali di ambil alih oleh Zaki.Ia belum bisa meninggalkan Juwita disini sebelum kondisinya membaik.Juga ia tak ingin terjadi hal buruk pada Juwita sementara dirinya jauh di tanah air.

__ADS_1


***


Waktu terus berlalu dan ini sudah tiga bulan lamanya Juwita Koma,usia kandungan wanita itu sudah 5 bulan dan selama itu Juwita mempertahankan kehamilannya di bawah alam sadarnya.


Dave juga harus bolak balik tanah air dan Inggris demi mengurus pekerjaannya dan juga Juwita.Jika ia ditanah air,Fira atau Zavier akan menggantikan Dave menunggui Juwita.


Seperti saat ini ia akan bersiap berangkat bertolak kembali ke Inggris setelah dua minggu berada ditanah air mengurus perusahaanya sendiri.Bukan perusahaaan Zaki yang murni ia kembalikan pada Zaki.Robert memutuskan pensiun muda satu bulan yang lalu karena akan ikut tinggal bersama anaknya di Milan, Italia.


Selama satu bulan ini juga ia bolak balik tanah air dan Inggris.Marvel memang bisa mengendalikan perusahaaannya tapi tak semua bisa ia kendalikan.Jika klien inginnya Dave yang menghadiri meeting terpaksa secara online atau ia datang sendiri ke tanah air.


"Dave... bagaimana dengan keadaan Juwita?",tanya sang Papa mertuanya yang datang ke Mansionnya saat ia akan memasuki mobilnya.


"Juwita masih sama Pa, belum ada perubahan",jawab Dave dengan wajah datarnya.


Dave memanggil sudah memberitahu keluarga Juwita tengah keadaan Juwita sebenernya tepat satu bulan Juwita koma.Dan sudah tiga kali juga Papa Juwita mengunjungi putrinya itu ke Inggris.Untuk sang istri,Mamanya Juwita mengalami stroke karena tak kuasa melihat keadaan sang putri kandung yang selama ini ia sia siakan.


"Besok Papa akan kesana bersama Mama",ujar Papa Juwita.


"Iya Pa,maaf aku harus pergi",jawab Dave.


"Kamu akan ke Inggris?",tanya Papa Juwita.


"Ya...", angguk Dave.


"Semoga ada perubahan pada Juwita Dave",ucap Papa Juwita lirih.


Didalam mobil yang di sopiri oleh Theo Dave terlihat melamun.Entah apa yang ia pikirkan hingga membuat pria tampan itu hanya diam saja.


Theo merasakan perubahan sikap Tuan nya semenjak Juwita koma.Dave makin irit bicara dan terlihat banyak melamun dan juga main bersikap dingin.


"Aku datang,baby",batin Dave.


Selama tiga bulan ini Dave sudah mulai membuka hatinya untuk Juwita.Ia sudah mulai belajar mencintai wanita itu kembali.Ia tak ingin melepaskan Juwita setelah ini karena melihat pengorbanan yang dilakukan sang istri tetap mempertahankan anak mereka yang menurut Dokter berjenis kelamin laki-laki itu.


Sebentar lagi jagoan mereka akan lahir tapi sang istri masih menghukumnya dengan tatapan betah dalam tidur panjangnya.


Tak lama Dave sampai di Bandara dan langsung menaiki pesawat pribadinya yang sudah menunggunya.


Drt drt drt


"Iya Aunty...",seru Dave.


"Dave kamu dimana Dave?",tanya Fira.


"Di pesawat Aunty,aku akan berangkat kesana",jawab Dave.


"Cepatlah kesini Nak,tadi Juwita menggerakkan jarinya dan saat ini sedang diperiksa tim dokter",ujar Fira.

__ADS_1


"Sungguh Aunty...?", tanya Dave tersenyum tipis.Senyuman pertama setelah tiga bulan Juwita koma.


"Iya Nak...kamu buruan kesini!",jawab Fira.


"Baik Aunty...", angguk Dave.


Klik


"Tunggu aku,baby", batin Dave dengan bibir menyunggingkan senyumannya.


Setelah beberapa jam mengudara,Dave yang di jemput oleh orang kepercayaannya langsung menuju rumah sakit.Ia tak sabar ingin bertemu sang istri.Ia berharap Juwita betul betul sudah sadar dari komanya.


Sesampainya di rumah sakit Dave langsung menelpon Auntynya dan benar saja Juwita sudah dipindahkan ke ruang perawatan karena sudah melewati masa komanya selama tiga bulan ini.


"Harusnya aku orang pertama yang kami lihat saat sadar tadi,tapi tak mengapa yang penting kamu sudah kembali membuka mata",batin Dave bergegas berjalan menuju ruang perawatan Juwita.


Ceklek


"Baby...",ujar Dave saat membuka pintu ruangan perawatan Juwita.


Zavier dan Fira menoleh begitu juga Juwita yang dari tadi hanya diam saja.


"Baby,kamu sudah bangun?",tanya Dave menangkup pipi Juwita dengan kedua tangannya.


"Mas...", lirih Juwita menatap Dave dengan mata berkaca-kaca.


"Ya...maafkan aku yang tidak ada saat kamu membuka mata tadi", ucap Dave lalu mengecup kening Juwita cukup lama.


"Ada yang masih sakit?",tanya Dave lembut.


Juwita menggeleng dan terpaku dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Dave yang memanggilnya dengan sebutan "baby" dan tadi pria itu mengecup keningnya.


"Terimakasih...masih mempertahankan anak kita", ucap Dave mengusap lembut perut Juwita yang membuncit lalu mengecupnya.


"Ish..", Juwita meringis.


"Are you oke?",tanya Dave panik.


"Oke Mas,dia nendang",jawab Juwita.


"Oh ya...",jawab Dave dengan terlihat senang.


"Iya...", angguk Juwita.


"Dave jaga Juwita dan anak kamu dengan baik setelah ini",ujar Zavier.


"Iya Uncle...", angguk Dave mengenggam tangan Juwita membuat wanita itu makin terlihat bingung dengan sikap Dave.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2